Tak Ada Penerapan Herd Immunity di Masa Pandemi
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Tak Ada Penerapan Herd Immunity di Masa Pandemi

Selasa, 2 Juni 2020 | 20:37 WIB
Oleh : Jaja Suteja / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Beredar luas di jejaring sosial wacana herd immunity di masa pandemi, melalui pemulihan aktivitas masyarakat yang produktif dan aman Covid-19. Opini yang dibangun merujuk pada langkah penanganan menuju herd immunity. Pemerintah melalui Gugus Tugas Nasional secara tegas meluruskan bahwa tidak ada rencana untuk menerapkan konsep herd immunity.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional, Wiku Adisasmito, menjelaskan bahwa istilah herd immunity muncul dari bahasa asing. Istilah ini bermakna kekebalan dalam suatu kelompok atau kawanan.

Dari satu orang yang terinfeksi, menjadi dua, tiga, empat orang, hingga mayoritas atau bahkan seluruh anggota kelompok tersebut memiliki imunitas, itulah herd immunity. Herd immunity membutuhkan minimal 70 persen dari populasi untuk terinfeksi, dan akhirnya kebal terhadap virus tersebut.

Wiku mengatakan, herd immunity tidak mungkin terjadi dalam konteks Indonesia. Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan populasi yang besar. Populasi yang ada juga menghuni pulau, yang terpisah laut maupun daratan. Sehingga transmisi virus pun akan terhambat.

“Jadi kalau kita bicara herd immunity, seandainya sampai terjadi, mari kita berpikir logika gimana caranya ya antarpulau saling bisa menulari kalau mobilitas antarpulaunya tidak tinggi, lalu interaksinya juga tidak tinggi,” ujar Wiku saat berdialog di Media Center Gugus Tugas, Jakarta pada Selasa (2/6/2020).

Langkah yang dilakukan pemerintah bukan dengan penerapan kekebalan dalam sekelompok populasi. Hal ini akan memerlukan waktu yang sangat lama. Justru sebaliknya, pemerintah berusaha untuk memutus rantai di awal, dengan mencegah terjangkitnya Covid-19 pada populasi dengan upaya preventif, seperti penggunaan masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan sabun.

“Kita cuci tangan sebelum menyentuh mata, hidung, dan mulut. Jadi kalau ada virusnya di tangan kita, di baju kita, selama tidak masuk ke dalam mukosa, berarti sebenarnya tidak bisa,” tambah Wiku.

Ia juga mengilustrasikan, “herd immunity itu bisa muncul, kalau kita semua berdampingan, kita senggol-senggolan, tapi semuanya tertutup seperti ini, tidak akan terbentuk penularan sehingga imunitasnya tidak terbentuk. Nah bayangkan kalau semuanya sudah melakukan seperti itu jaga jarak, cuci tangan, pakai masker, terus kita beraktivitas, kapan terbentuk herd immunity tadi?”

Secara sederhana Wiku mengatakan bahwa selama virus tidak masuk ke mukosa (mata, hidung, dan mulut), secara tidak langsung imunitas atau proteksi masyarakatnya tidak akan terbentuk.

Gelombang Kedua Dapat Dicegah
Sementara itu, ada kekhawatiran adanya gelombang kedua yang mungkin dipicu oleh arus balik maupun kedatangan anak buah kapal (ABK), pekerja migran, maupun mereka yang pulang dari luar negeri.

Menyikapi kekhawatiran itu, Ketua Laboratorium Mikrobiologi FKUI, Pratiwi Sudarmono, menyampaikan bahwa ketakutan sebagian masyarakat tidak diikuti perilaku yang tepat.

“Takut gelombang kedua, tapi sekarang kayaknya mereka Imasyarakat) merasa lebih leluasa untuk pergi ke sana kemari. Ada yang pergi tanpa masker, pergi ke tempat berkerumun, mulai coba minum kopi, pergi ke restoran, dan seterusnya. Jadi ketakutannya iya tetapi perilakunya tidak,” ujar Pratiwi.

Pratiwi mengatakan virus ini dari waktu ke waktu melakukan perubahan pada dirinya. Mutasi secara kontinu ini sangat mudah terjadi mengingat sifat virus ini sebagai virus RNA. Oleh karena itu, menurutnya perlu sikap yang tepat untuk menghadapi potensi penularan.

Panduan kesehatan, seperti penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan jaga jarak merupakan panduan penting untuk melindungi diri dari penyakit ini. Dengan perubahan perilaku, gelombang kedua penyebaran virus SARS-CoV-2 dapat senantiasa dicegah.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mendes Imbau Pertides Dampingi Desa Susun Rencana Pembangunan

Menurut Mendes PDTT, pendampingan oleh Pertides ini dibutuhkan lantaran banyak masyarakat desa yang belum memahami persoalan di desanya.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Tekan Kasus Covid-19, Pemprov Bengkulu Gencarkan Sosialisasi Penggunaan Masker

Pemprov Bengkul gencar sosialisasi pemakaian masker.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Doni Monardo Imbau 654 Pasien Covid-19 Sembuh di Jatim Donorkan Plasmanya

Plasma darah diambil melalui sebuah metode plasma convalescent.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Polda Banten Gencar Lakukan Pengecekan Persiapan Normal Baru

Polda Banten terus melakukan pengecekan untuk panerapan new normal.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Kabupaten Pidie Siap dalam Penanggulangan Perubahan Iklim

Kesiapan itu, mulai kepemimpinan daerah, regulasi, penggunaan dana desa untuk lingkungan hidup, dan juga masyarakatnya yang semakin tinggi kesadarannya.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Pengamat: Pelaku Serangan Polsek Daha Selatan ISIS Terlatih

Serangan terorisme kembali terjadi di Indonesia.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Gubernur Sumut Ingatkan Bupati dan Wali Kota Tak Sembarangan Buat Kebijakan New Normal

Untuk mengambil kebijakan dalam melaksanakan new normal merupakan keputusan gubernur setelah mendapatkan persetujuan dari menteri kesehatan.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Tidak Ada Pertambahan Kasus Positif Covid-19 di DIY, Kasus Sembuh 70 Persen Lebih

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DI Yogyakarta melaporkan bahwa pada Selasa (2/6/2020) tidak ada pertambahan kasus baru.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Tiga Pejabat Pemkot Semarang Positif Covid-19

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan, ketiganya dimungkinkan tertular saat mereka melakukan kegiatan selama pandemi.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Tiga Warga Sipil di Papua Ditembak Tentara Hutan

Tiga warga sipil Papua ditembak Tentara Hutan.

NASIONAL | 2 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS