Pendidikan Aset Terbesar Bangsa Indonesia
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.47)   |   COMPOSITE 5091.82 (17.41)   |   DBX 966.643 (3.06)   |   I-GRADE 139.941 (0.36)   |   IDX30 428.154 (0.24)   |   IDX80 113.358 (0.19)   |   IDXBUMN20 291.199 (1.72)   |   IDXG30 119.599 (-0.29)   |   IDXHIDIV20 379.423 (0.06)   |   IDXQ30 124.629 (0.12)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.3)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.08)   |   IDXV30 107.251 (0.02)   |   INFOBANK15 832.7 (1.54)   |   Investor33 373.408 (0.63)   |   ISSI 150.953 (0.2)   |   JII 549.986 (0.31)   |   JII70 187.543 (0.26)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.27)   |   LQ45 788.563 (0.78)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.56)   |   PEFINDO25 277.129 (3.46)   |   SMInfra18 242.149 (-0.38)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.55)   |  

Pendidikan Aset Terbesar Bangsa Indonesia

Sabtu, 27 Juni 2020 | 17:05 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Pada masa pandemi saat ini, pendidikan menjadi aset terbesar bangsa Indonesia yang harus dikembangkan selain sumber daya alam (SDA) dan sumber kapital. Melalui pendidikan, Indonesia akan melahirkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Apalagi pada tahun 2030-2040, Indonesia diprediksi bakal mengalami bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif yaitu, usia 15-64 tahun lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif, (di bawah usia 15 tahun dan di atas 64 tahun).

“Pendidikan adalah elemen sangat penting. Nomor satu. Aset paling penting yang kita miliki dan paling berharga di negera kita bukanlah aset sumber daya alam maupun sumber daya kapital, tapi sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing,” kata Dewan Pembina Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) Luky Yusgiantoro pada pembukaan Webinar bertajuk “Reformasi Pendidikan Pasca-Pandemi Covid-19,” di Jakarta, Sabtu (27/6/2020).

Webinar yang diselenggarakan dalam rangka ulang tahun ke-4 Purnomo Yusgiantoro Center, menghadirkan pembicara, praktisi pendidikan Arief Rachman, mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi, dan Psikolog Elizabeth Santosa. Sebagai moderator Sekretaris PYC, Amelia Yusgiantoro.

Webminar “Reformasi Pendidikan Pasca-Pandemi Covid-19” yang digelar Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) dengan pembicara Arief Rachman, Wiendu Nuryanti, Seto Mulyadi, Elizabeth Santosa. Sebagai moderator Sekretaris PYC, Amelia Yusgiantoro.

Luky mengatakan, menghadapi bonus demografi, Indonesia harus mempersiapkan SDM usia produktif secara matang bagi terwujudnya SDM unggul, Indonesia maju.

Sebab pada periode bonus demograsi, penduduk usia produktif diprediksi akan mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa. Indonesia, lanjutnya, untuk dapat memetik manfaat maksimal dari bonus demografi, memerlukan ketersediaan SDM usia produktif melimpah yang diimbangi peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan, khususnya dalam menghadapi keterbukaan pasar tenaga kerja.

“Setiap warga negara Indonesia tanpa pandang suku bangsa, bahasa, dan agama harus terlibat aktif dalam wajib mendukung program pemerintah mewujudkan SDM unggul bagi kemajuan Indonesia. Kita harus fokus pada variabel kualitas, sebab pendidikan tidak harus diperoleh dari institusi formal, tapi bisa juga dari institusi nonformal,” kata Luky.

Sementara itu, praktisi pendidikan Arief Rachman mengatakan, pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak. Memasuki era tatanan baru (new normal) peserta didik, orang tua, dan guru harus mempersiapkan diri secara matang.

Guru harus menyiapkan proses pembelajaran jarak jauh dengan ketentuan tatanan baru sehingga dapat memberikan penguatan aktif dan mematuhi semua protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan, serta mengajarkan pola hidup sehat, dan bersih.

"Guru dapat mengawasi secara berkala para siswa terkait penerapan pembiasaan fase normal baru di sekolah, serta memastikan tercapainya tujuan pendidikan dalam fase transisi," kata dia.

Menurut Arief, pendidikan yang sukses adalah pendidikan yang mampu mengantarkan peserta didik menjadi anak yang bertakwa, berkepribadian matang, berilmu mutakhir, berprestasi, mempunyai rasa kebangsaan, dan berwawasan global.

Di sisi lain, lanjut Arief, tugas orang tua dalam new normal adalah memberikan afirmasi positif kepada anak terkait fase new normal. "Orang tua harus mengingatkan kepada anak bahwa perlu menjaga diri, berusaha memahami rasa cemas, dan belajar untuk mengendalikannya," kata Arief.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sejumlah Ruas Jalan di Bandung Masih Ditutup di Malam Hari

Penutupan sejumlah ruas jalan di Bandung tetap dilakukan guna mencegah adanya kerumunan pada malam hari guna mengantisipasi risiko penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Kemdes Perkuat Sinergi dengan Sivitas Akademika

Sinergi dengan sivitas akademika melalui Pertides diharapkan dapat membantu penyusunan regulasi skala prioritas pengelolaan dana desa.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Anggota DPR: Subsidi Gas Melon Sebaiknya Alihkan ke BLT

Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto mengaku setuju jika pemerintah mengalihkan skema subsidi gas melon berukuran 3 kg ke dalam bentuk BLT.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Indonesia Tolak Rekomendasi WHO soal Legalisasi Ganja

Tanaman Ganja yang ada di Indonesia mempunyai akibat negatif yang lebih besar (mudharatnya) daripada manfaatnya.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Mantan Ketum PGI, Sularso Sopater Berpulang

Sosok pendiam yang banyak berkarya.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Ketua DPR Serukan Negara ASEAN Gotong Royong Tangani Covid-19

Puan menilai negara-negara di kawasan ASEAN saat ini tengah mengalami tekanan yang sama yakni pandemi Covid-19.

NASIONAL | 27 Juni 2020

IPW Nilai Polisi Lamban Tangani Pembakaran Bendera PDIP

IPW meminta Polri harus perlu bekerja keras segera menuntaskan kasus pembakaran bendera PDIP tersebut.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Pendidikan Kedinasan Disebut Masih Diperlukan

enurut Akmal, lulusan IPDN tidak hanya mahir dalam administrasi, tapi juga cakap dalam kepemimpinan.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Kemhub: Tren Bersepeda Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Namun, sebagian besar penggunaan sepeda hanya ditujukan untuk kebutuhan olahraga atau gaya hidup.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Polres Cianjur Gelar Rapid Test 2000 Peserta

Rapid test yang digelar Polres Cianjur melibatkan 2000 peserta ini juga mendapatkan piagam dari Museum Rekor Indonesia (Muri).

NASIONAL | 27 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS