Rusuh di Madina karena Pemerintah Desa Lambat Merespons
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Rusuh di Madina karena Pemerintah Desa Lambat Merespons

Rabu, 1 Juli 2020 | 20:04 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JAS

Medan, Beritasatu.com - Aksi demo ratusan warga Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut), yang berujung pada kerusuhan dengan pembakaran dua mobil dan melukai 6 orang polisi, karena pemerintah setempat lambat merespons.

Demo masyarakat karena uang bantuan pemerintah dipotong Rp 400.000 dari jumlah seharusnya Rp 600.000. Masyarakat hanya menerima dana bantuan pemerintah pusat itu sebesar Rp 200.000. Pemerintah setempat justru tidak memberikan penjelasan.

"Pemotongan dana bantuan dari pemerintah pusat itu dilakukan sesuka hati oleh kepala desa. Padahal, anggaran bantuan pemerintah sebesar Rp 600.000 untuk tiap kepala keluarga," ujar seorang warga Mompang Julu, Hamdani (45), Rabu (1/7/2020) sore.

Hamdani mengatakan, warga sudah mencoba meminta kepada pihak kelurahan dan kecamatan untuk memberikan klarifikasi atas pemotongan dana bantuan itu. Bahkan, warga sudah meminta camat supaya mengambil tindakan mencopot kepala desa.

"Mereka tidak merespons. Masyarakat semakin kecewa dengan memblokir jalan lintas Sumatera. Aksi ini sudah berhari - hari. Sayangnya, permintaan warga supaya dapat bertemu bupati tidak dipenuhi. Warga menjadi marah dan terjadi kerusuhan," sebutnya.

Kapolres Madina, AKBP Horas Silalahi menyampaikan, situasi kericuhan saat demo warga Desa Mompang Julu, Kecamatan Penyabungan Utara, sudah dapat dikendalikan. Polisi masih melakukan pengamanan meski petugas sudah dapat menetralisir keadaan.

"Untuk masalah pembakaran mobil, yang salah satunya milik Wakapolres Madina Kompol Elizama Zaluku, pasti ada proses hukumnya. Saat ini, kita masih menetralisasi situasi guna menghindari aksi lanjutan dari massa yang protes," jelasnya.

Horas Silalahi menyampaikan, pihaknya tidak dapat mengambil sikap tegas saat aksi demo berujung kerusuhan tersebut, karena masyarakat melibatkan anak-anak di bawah umur saat melakukan demo. Bahkan, banyak ibu-ibu yang membawa bayi.

"Kejadian kerusuhan itu secara tiba-tiba. Mereka melempari polisi yang melakukan pengamanan menggunakan batu. Setelah itu, mereka membakar sejumlah kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi kejadian," ujarnya.

Kapolres memastikan, ada pihak yang menjadi provokator di balik kerusuhan di Madina. Karena itu, pihaknya mencari provokator yang memprovokasi masyarakat. Polisi juga akan mendalami pelaku yang membakar mobil dan sepeda motor saat kerusuhan.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

KPK Minta Imam Nahrawi Laporkan Aliran Dana ke Petinggi Kejagung dan BPK

KPK memersilakan mantan Menpora Imam Nahrawi maupun kuasa hukumnya untuk melaporkan jika mengetahui adanya aliran uang terkait kasus suap dana hibah KONI.

NASIONAL | 1 Juli 2020

Ancaman Erupsi Merapi Melebar ke Sektor Barat Laut

Dua kali letusan eskplosif 21 Juni 2020 berdampak siginifikan pada perubahan morfologi puncak Gunung Merapi.

NASIONAL | 1 Juli 2020

Pelaku Streaming Ilegal Aplikasi IPTV Jadi Tersangka

Pelaku "streaming" ilegal aplikasi IPTV atas konten tayangan sepakbola yang berada di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah ditetapkan sebagai tersangka.

NASIONAL | 1 Juli 2020

Bupati Bogor Cari Oknum yang "Amankan" Pentas Rhoma Irama

Bupati Bogor Ade Yasin menyatakan tengah mencari oknum aparat yang terlibat "mengamankan" acara khitanan yang menjadi tempat pentas Rhoma Irama.

NASIONAL | 1 Juli 2020

KPK Dalami Penggunaan Aliran Dana Mitra Dirgantara Indonesia

KPK mendalami penggunaan uang yang dibayarkan PT Dirgantara Indonesia (DI) kepada enam perusahaan yang menjadi mitra penjualan dan pemasaran pesawat.

NASIONAL | 1 Juli 2020

Polisi Usut 16 Dugaan Korupsi Bansos di Sumut

Kasus dugaan penyelewengan dana bansos terkait Covid-19 di Sumatera Utara mengembang. Jika semula hanya enam kasus kini bertambah menjadi 16 kasus.

NASIONAL | 1 Juli 2020

KPK Perpanjang Masa Penahanan Mantan Dirut PT DI

KPK memperpanjang masa penahanan eks Dirut PT DI selama 40 hari terhitung mulai tanggal 2 Juli 2020.

NASIONAL | 1 Juli 2020

Mahasiswa FKUI Juarai Kompetisi Internasional MIT Covid-19 Challenge

Adriana dan tim menawarkan solusi berupa pelayanan kesehatan dengan sistem telemedicine berbasis WhatsApp atau SMS bagi yang tidak memiliki akses ke internet.

NASIONAL | 1 Juli 2020

Undang Rhoma Irama Manggung, Keluarga Minta Maaf

Pihak keluarga yang menyelenggarakan panggung mengundang Rhoma Irama hingga menyebabkan kerumunan orang di Pamijahan, Kabupaten Bogor meminta maaf.

NASIONAL | 1 Juli 2020

Komisi X DPR Sebut PPDB DKI Prioritas Usia Harus Dicabut

Anggota Komisi X DPR RI Ali Zamroni beranggapan kebijakan PPDB yang memprioritaskan usia pendaftar harus dicabut.

NASIONAL | 1 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS