Pernyataan Kapolri soal Api Dalam Sekam Buat Kondisi Internal Jadi Rikuh
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Pernyataan Kapolri soal Api Dalam Sekam Buat Kondisi Internal Jadi Rikuh

Minggu, 5 Juli 2020 | 13:52 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Efek pernyataan Kapolri Jenderal Idham Azis Polri tentang Polri kompak-kompak saja hanya “kaya api dalam sekam tapinya” berlanjut. Menurut informasi yang dikumpulkan Beritasatu.com pernyataan ini membuat kondisi internal Polri—utamanya pada mereka yang punya peluang menggantikan Idham—menjadi rikuh.

Ibaratnya mereka jadi serbasalah. Termasuk bila sampai terlalu sering muncul di media maka gampang dituding tengah mem-branding diri untuk kepentingan pribadi—padahal tidak.

Apalagi jika sampai bertemu siapapun yang ada kaitan dengan presiden langsung atau tak langsung maka rawan dipelintir ini dan itu. Padahal bukan begitu maksudnya. Rumor pun jadi gampang berkembang.

“Begitu suasananya. Tak terlihat di luar tetapi terasa. Kapolri pasti punya calon tetapi ada gerakan-gerakan termasuk dari jenderal bintang dua. Ini bisa jadi salah satu pencetus (munculnya ucapan itu),” kata seseorang yang tahu lingkungan Polri pada Beritasatu.com, Minggu (5/7/2020).

Dua juru bicara Polri baik Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dan Brigjen Awi Setiyono tak merespons saat dikonfirmasi Beritasatu.com soal “api dalam sekam” dan efeknya kini dengan internal Polri.

Sementara salah satu penasihat ahli (sahli) Kapolri, Hendardi, mengatakan ia tak mengerti pasti ke mana sasaran tembak Idham. Tapi, menurutnya, “mungkin konteksnya jelang pergantian Kapolri.”

Para sahli yang jumlahnya 17 orang menurutnya sudah beberapa bulan sejak pandemi Covid-19 terjadi tak pernah berkumpul. Mereka hanya membuat makalah.

Seperti diberitakan pernyataan "panas" Idham itu memang dikaitkan dengan pergantian Kapolri. Idham memang akan pensiun pada akhir Januari tahun depan.

Idham mengatakan soal “api dalam sekam” itu di Mabes Polri usai upacara HUT ke-74 Polri yang dipimpin Presiden Joko Widodo melalui siaran live streaming, Rabu (1/7/2020).

Idham berharap Kapolri baru nanti bisa lebih baik lagi dari sekarang. Dentungkan harapanmu setinggi langit, masih kata Idham, lalu biarkan nanti Tuhan yang memilh siapa yang nanti yang akan jadi Kapolri selanjutnya.

Semakin ke depan nanti—jelang Januari itu—Idham memperkirakan (saling sikut di antara internal) semakin tajam. Saat ini baru Juli, Agustus, dan nanti (bulan yang berakhiran) ber, ber, ber itu akan semakin tajam.

Lalu dia bicara Polri akan kompak-kompak saja hanya, “kaya api dalam sekam tapinya.”

Untuk diketahui sejumlah pewira bintang tiga Polri yang ada saat ini, dan juga bintang dua yang mungkin bisa jadi bintang tiga, secara normatif memang bisa jadi Kapolri.

Tapi pilihan akhir siapa Kapolri mendatang ada di tangan Presiden sebagai hak prerogratif setelah fit and proper test di DPR. Sementara Kompolnas mengatakan masih terlalu dini membicarakan pergantian Kapolri.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Enam Pekan Dokter di Makassar Sendirian Rawat Pasien Corona

Dokter Sugih Wibowo merawat 190 pasien positif Covid-19 seorang diri selama 6 pekan di Hotel Harper, Makassar, Sulsel.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Tumpukan Limbah Medis Bekas Penanganan Pasien Covid-19 Ditemukan

Kumpulan limbah medis jumlahnya lebih dari tiga karung berukuran besar.

NASIONAL | 5 Juli 2020

UTBK SBMPTN di Medan Utamakan Protokol Kesehatan

Pelaksanaan UTBK SBMPTN di Unimed mengutamakan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Bengkulu Selatan Terbitkan Panduan Pesta Pernikahan Di Tengah Pandemi Covid-19

Buka ini diterbitkan oleh Diknas dan Badan Musyawarah Adat Bengkulu Selatan.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Kerusuhan Pembagian BST di Madina, 13 Orang Ditangkap

Buala Zega mengatakan, pengejaran terhadap pelaku kerusuhan lainnya masih terus dilakukan.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Pilkada Serentak 2020, Gubernur Sumut Ingatkan ASN Harus Netral

"Jika ada ASN yang tidak netral, ingat peringatan ini, maka saya ketok kepalanya," ujar Edy Rahmayadi.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Pelaku Pariwisata Bisa Manfaatkan Insentif Pemulihan Ekonomi

Subsidi PPh 21, pembebasan PPh Pasal 22 Impor, dan pengurangan PPh Pasal 25 sebesar 30 persen.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Angka Kesembuhan Kasus Covid-19 di Sumut Lebih Tinggi dari Kematian

Pemerintah Provinsi Sumut menyiapkan 1.537 kamar untuk menangani pasien positif corona.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Komisi IV DPR Apresiasi Program KLHK Melakukan Rehabilitasi Hutan dan Lahan

"Program KLHK sangat baik dan direspona masyarakat," kata anggota Komisi IV DPR RI Sutrisno.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Revisi Otsus Papua Harus Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat Papua

Presiden Jokowi telah memberi sinyal untuk mengubah paradigma lama "membangun di Papua" menjadi "Papua membangun" sesuai dengan kondisi sosiologis masyarakat.

NASIONAL | 5 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS