Dampak Pandemi Covid-19, Timbul 134.600 Warga Miskin Baru di Banten
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Dampak Pandemi Covid-19, Timbul 134.600 Warga Miskin Baru di Banten

Rabu, 15 Juli 2020 | 20:20 WIB
Oleh : Laurens Dami / JAS

Serang, Beritasatu.com - Terdapat 134.600 warga miskin baru di wilayah Provinsi Banten sebagai dampak dari pandemi virus corona (Covid-19).

Munculnya warga miskin baru tersebut menyebabkan angka kemiskinan di Banten meningkat menjadi 5,92 persen. Angka kemiskinan tersebut mengalami peningkatan sebesar 0,98 poin dibanding periode sebelumnya (September 2019) yang hanya 4,94 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Adhi Wiriana mengatakan, timbulnya warga miskin baru tersebut merupakan dampak dari pandemi Covid-19. Warga miskin baru tersebut, lanjut Adhi, akibat terkena kebijakan dirumahkan di tempat kerjanya dan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Peningkatannya cukup banyak karena sekitar 134.600 penduduk yang tadinya tidak miskin di bulan September 2019 yang lalu. Pada bulan Maret 2020 jatuh menjadi penduduk miskin,” kata Adhi di Serang, Rabu (15/7/2020).

Peningkatan angka kemiskinan di wilayah Provinsi Banten diketahui berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) bulan Maret 2020.

Adhi mengungkapkan jumlah penduduk miskin di Banten bertambah sebanyak 134.600 orang dari 641.420 orang pada September 2019 menjadi 775.990 orang pada Maret 2020.

Adhi mengatakan, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan yang pada September 2019 sebesar 4,00 persen naik menjadi 5,03 persen pada Maret 2020. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2019 sebesar 7,31 persen naik menjadi 8,18 persen pada Maret 2020.

“Selama periode September 2019-Maret 2020, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 101.600 orang (dari 371.280 orang pada September 2019 menjadi 472.840 orang pada Maret 2020), demikian pula di daerah perdesaan naik sebanyak 33.000 orang (dari 270.130 orang pada September 2019 menjadi 303.130 orang pada Maret 2020),” ujar Adhi.

Adhi menjelaskan, peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi nonmakanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan).

Dia mengatakan, pada Maret 2020, sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan tercatat sebesar 71,78 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kondisi September 2019 yang sebesar 71,61 persen.

“Jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan Maret 2020 di perkotaan dan di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, mi instan, serta roti. Sementara komoditi nonmakanan penyumbang terbesar garis kemiskinan di perkotaan dan perdesaan adalah sama yaitu biaya perumahan, bensin, listrik, pendidikan dan perlengkapan mandi,” ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ketua Banggar: Penanganan Covid-19 Jadi Landasan Pemulihan Sosial Ekonomi

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menegaskan penanganan Covid-19 akan menjadi landasan dalam pemulihan sosial dan ekonomi nasional.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Mahfud: Polri Harus Tindak Pemberi Surat Jalan Djoko Tjandra

Mahfud MD meminta agar Polri memberikan tindakan secara transparan kepada oknum polisi yang telah membantu pelarian Djoko Tjandra.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Pulangkan Djoko Tjandra Butuh Political Will Pemerintah

Diyakini pendekatan Diplomacy High Level jauh lebih efektif dari rencana pembentukan tim pemburu koruptor yang saat ini sedang diwacanakan oleh pemerintah.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Nasdem Desak RUU PKS Kembali Dimasukkan dalam Prolegnas

Nasdem menyayangkan keputusan DPR yang mengeluarkan RUU PKS dari Prolegnas Prioritas 2020.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Dukung Parlemen Modern, Setjen DPR Luncurkan Buku RITIK

Peluncuran lima buku rencana induk teknologi informasi dan komunikasi (RITIK) oleh Setjen DPR RI diharapkan dapat mewujudkan parlemen modern.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Kempora Kucurkan Dana Pelatnas untuk Cabor Atletik dan Panahan

Alokasi anggaran yang disetujui untuk cabor atletik sebesar Rp 6,14 miliar, sedangkan cabor panahan mendapatkan anggaran sebesar Rp 3,95 miliar.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Kurangi Risiko kecelakaan, Dirlantas Polda Jateng Intensifkan Pembinaan Pengendara Motor

Dilihat dari populasi sepeda motor, Jateng menduduki urutan kedua setelah Jatim yakni sebanyak 15.924.197 unit.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Bantu Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Resmi Ditahan

Polri menahan mantan Kepala Biro Pengawasan (Korwas) PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo yang membantu pelarian Djoko S. Tjandra.

NASIONAL | 15 Juli 2020

KASN Bantu Alih Status Pegawai KPK Jadi ASN

Status penyidik nantinya akan dilihat tergantung kebutuhan dari formasi.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Tak Ada Jaringan Internet, 400 Kecamatan Sulit Akses Data Pemilih Pilkada

Sebanyak 400 kecamatan di Tanah Air, saat ini tidak ada jaringan internet, sehingga menyulitkan masyarakat untuk mengecek data pemilih pilkada.

NASIONAL | 15 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS