Evaluasi Lanjutan Program POP, Kemdikbud Libatkan Pakar
INDEX

BISNIS-27 437.928 (-6.4)   |   COMPOSITE 4945.79 (-39.24)   |   DBX 931.257 (3.24)   |   I-GRADE 131.318 (-1.79)   |   IDX30 415.488 (-6.92)   |   IDX80 108.562 (-1.33)   |   IDXBUMN20 273.68 (-2.25)   |   IDXG30 115.596 (-1.18)   |   IDXHIDIV20 371.558 (-6.96)   |   IDXQ30 121.636 (-2.04)   |   IDXSMC-COM 210.245 (0.19)   |   IDXSMC-LIQ 235.867 (0.2)   |   IDXV30 102.795 (-1.19)   |   INFOBANK15 787.375 (-15.3)   |   Investor33 363.773 (-5.92)   |   ISSI 144.695 (-0.44)   |   JII 523.846 (-2.73)   |   JII70 177.783 (-0.58)   |   KOMPAS100 971.12 (-10.68)   |   LQ45 760.321 (-10.32)   |   MBX 1369.12 (-13.17)   |   MNC36 271.592 (-3.83)   |   PEFINDO25 259.811 (2.03)   |   SMInfra18 233.526 (-0.76)   |   SRI-KEHATI 306.747 (-5.09)   |  

Evaluasi Lanjutan Program POP, Kemdikbud Libatkan Pakar

Jumat, 24 Juli 2020 | 22:52 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan melakukan evaluasi lanjutan untuk menyempurnakan Program Organisasi Penggerak (POP). Proses evaluasi lanjutan akan melibatkan pakar pendidikan dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan lembaga negara.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, mengatakan, penyempurnaan dan evaluasi lanjutan dilakukan setelah pemerintah menerima masukan dari berbagai pihak.

“Saya berterima kasih atas berbagai masukan yang ada. Kita semua sepakat bahwa Program Organisasi Penggerak merupakan gerakan bersama masyarakat untuk memajukan pendidikan nasional,” kata Nadiem dalam konferensi pers Jakarta, Jumat (24/7/2020) malam.

Nadiem menegaskan, Kemdikbud juga akan semakin melibatkan peran organisasi-organisasi yang selama ini telah andil dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan Indonesia.

“Tanpa peran aktif organisasi dengan sejarah perjuangan yang panjang, pencapaian pendidikan kita tidak mungkin sampai pada titik ini. Untuk itu merupakan kehormatan bagi kami untuk bisa berdiskusi dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak demi kesuksesan Program Organisasi Penggerak,” ucap Nadiem.

Proses evaluasi lanjutan yang sedang disiapkan tentang tata laksana POP dirancang untuk meliputi; verifikasi yang lebih ketat mengenai kredibilitas organisasi peserta program yang di dalamnya termasuk memperhatikan rekam jejak integritas dari organisasi tersebut, koordinasi keamanan serta keselamatan pelaksanaan program selama masa pandemi Covid-19, serta menerapkan proses audit keseluruhan dari proses yang telah dilakukan. Semuanya dilandasi semangat agar visi awal POP akan terlindungi secara berkelanjutan.

“Organisasi penggerak juga tidak perlu khawatir dengan evaluasi lanjutan dan penyempurnaan program ini. Kami mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan dedikasi dalam mengikuti keseluruhan proses, dan terlebih lagi atas semua kontribusinya bagi pendidikan Indonesia selama ini. Pemerintah akan terus mengupayakan prinsip gotong royong dalam menyelenggarakan berbagai program dan mencapai tujuan kita bersama,” katanya.

Sebagai informasi, POP yang diluncurkan pada Maret 2020 ini dirancang agar Kemdikbud dapat belajar dari inovasi-inovasi pembelajaran terbaik yang digerakan masyarakat. Kemdikbud memberikan dukungan untuk memperbesar skala gerakan agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas.

Saat ini 4.464 organisasi telah mendaftar di program POP untuk kategori Gajah, Macan, dan Kijang. Organisasi ini mengikuti proses evaluasi proposal yang terdiri atas seleksi administrasi, substansi, dan verifikasi. Program ini nantinya akan fokus kepada berbagai upaya pengembangan literasi, numerasi, dan karakter di 34 provinsi di seluruh Indonesia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kemdikbud Gandeng Industri untuk Kembangkan Talenta Digital

Pada era teknologi ini, perguruan tinggi perlu didorong untuk mempersiapkan talenta digital.

NASIONAL | 24 Juli 2020

Perusahaan Sekuritas Klaim Tak Pernah Berikan Hadiah ke Petinggi Jiwasraya

Komisaris Utama PT Pool Advista Asset Management (Pool Advista), Ronald Abednego Sebayang membantah pihaknya pernah memberikan hadiah

NASIONAL | 24 Juli 2020

Kempupera Perluas Cakupan Jaringan Irigasi Bendung Baliase

Jaringan irigasi bendung Baliase akan mengairi lahan pertanian seluas 21.928 hektare (Ha).

NASIONAL | 24 Juli 2020

TNI dan Polri Tetap Terlibat dalam Komite Penanganan Covid-19 dan PEN

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, TNI dan Polri tetap dilibatkan dalam pelaksanaan tugas Komite Penanganan Covid-19 dan PEN

NASIONAL | 23 Juli 2020

Pasien Covid-19 Sembuh di Sumut Bertambah 33 Orang

Jumlah pasien sembuh menjadi 873 orang dari jumlah sebelumnya 840 orang.

NASIONAL | 24 Juli 2020

Komite Penanganan Covid-19 dan PEN Tak Hanya Urusi Ekonomi

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, tidak benar Komite Penanganan Covid-19 dan PEN hanya fokus pada urusan ekonomi

NASIONAL | 23 Juli 2020

Pilkada 2020 Jadi Peluang Emas Pemulihan Ekonomi Nasional

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menilai Pilkada 2020 dalam tahapan adaptasi kebiasaan baru memiliki peluang emas pemulihan ekonomi nasional

NASIONAL | 23 Juli 2020

Ini Strategi Kemdes PDTT Perkuat Ekonomi Desa

Di antaranya adalah dengan membantu masyarakat desa memasarkan produknya secara daring.

NASIONAL | 24 Juli 2020

KPK Akan Awasi Program Organisasi Penggerak Kemdikbud

KPK menyatakan akan mengawasi Program Organisasi Penggerak yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

NASIONAL | 24 Juli 2020

Kukuhkan Pendamping Desa Berdikari, Ini Pesan Mendes PDTT

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengingatkan tugas dari pendamping desa adalah menjembatani antara pemerintah setempat dengan masyarakat.

NASIONAL | 24 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS