Kesenian, Senjata Ampuh Bumikan Pancasila
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Kesenian, Senjata Ampuh Bumikan Pancasila

Sabtu, 25 Juli 2020 | 18:29 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono mengatakan, kesenian menjadi senjata ampuh untuk membumikan Pancasila di Indonesia. Sebab kesenian mampu menembus dan beradaptasi dengan berbagai lapisan masyarakat.

“Pancasila sebagai nilai luhur bangsa Indonesia umumnya dimiliki para seniman, sehingga sangat langka seniman yang radikal dan intoleran. Ini yang harus ditanamkan kepada masyarakat," kata Hariyono saat menjadi pembicara pada webinar bertajuk “Membumikan Pancasila melalui Seni dan Budaya” yang diselenggarakan Deputi Hukum, Advokasi, dan Pengawasan Regulasi BPIP di Jakarta, Sabtu (25/7/2020).

Pembicara lainnya adalah musisi Adhie MS, Trie Utami, dan aktor Slamet Rahardjo, yang juga merupakan Ikon Prestasi Pancasila tahun 2019.

Hariyono mengatakan, seni dan budaya bukan sebatas penghibur tetapi juga berperan sebagai wahana untuk membangun karakter bangsa.

Sementara itu, musisi Trie Utami mengatakan, Pancasila sudah dimiliki bangsa Indonesia, sehingga para seniman berkewajiban untuk memekarkan dan mengharumkannya di masyarakat.

"Seniman berfungsi untuk menyejahterakan masyarakat, khususnya dalam hal rasa. Selain itu, seniman berperan sebagai media untuk menyuarakan hal-hal yang menjadi kepentingan bersama," jelas Trie Utami.

Ia menambahkan bahwa kesenian menjadi alat untuk memanggil Pancasila yang sudah ada di bumi Indonesia dengan cara halus dan tajam.

"Kami persembahkan karya ini untuk orang lain. Sehingga ada self correction, apakah karya ini akan berdampak baik bagi orang lain dan dampaknya akan seperti apa. Seni juga menjadi alat yang halus dalam membumikan Pancasila," jelas Trie Utami.

Slamet Rahardjo mengungkapkan bahwa keberagaman adalah bagian dari hidup bangsa Indonesia. Membumikan Pancasila, lanjutnya, harus dibarengi dengan deklarasi, merenung, dan rasa syukur. Pancasila disuguhkan dengan cara yang cerdas tidak buta digital.

"Keberagaman sudah menjadi bagian dari hidup kita. Langkah awal dalam membumikan Pancasila adalah membaca. Kita berbeda- beda tapi harus satu chemistry. Mari kita sempurnakan menjadi persatuan dalam keberagaman," tegas Slamet.

Sudut pandang lain dikemukakan musisi Adhie MS. Dalam pandangan Adhie dunia seni merupakan aset yang tidak ternilai.

"Bangsa Indonesia harus dapat menerima perbedaan. Perbedaan adalah aset dalam seni. Berbeda dengan dunia politik yang kadang menganggap perbedaan sebagai musuh," jelas Adhie.

Sedangkan dalam pandangan Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo, seniman merupakan alat diplomasi dan pembangunan karakter bangsa.

“Seniman menjadi penatar yang mengajarkan harmoni kehidupan. Seniman adalah manggala sejati yang menafsirkan Pancasila secara luar biasa lewat karya-karyanya dan tidak doktrinal. Seniman juga mampu menggerakkan jiwa raga kita. Itu tercermin pada perilaku, karya seni seperti film, lagu, estetika. Seni dapat merebut ruang publik yang saat ini dikuasai oleh konten negatif," kata Romo Benny.

Senada dengan Romo Benny, Direktur Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Akbar Hadi Prabowo mengatakan perbedaan menciptakan harmoni bagi seluruh elemen bangsa Indonesia.

"Kita harus rebut dan diisi dengan ruang penuh kebhinekaan, kecintaan ,dan keharmonisan," kata Akbar.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

47 Karyawan United Tractors di Malinau Positif Covid-19

Setelah menjalani swab test, 47 orang pegawai United Tractors di Long Loreh, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, positif Covid-19.

NASIONAL | 25 Juli 2020

Ridwan Kamil: Jabar Masuk Zona Rendah Penularan Covid-19

Menurut Ridwan Kamil, hal itu berdasarkan dari hasil evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

NASIONAL | 25 Juli 2020

Generasi Muda Didorong Wujudkan Inovasi Digital Berdampak Sosial

Unicef berharap para remaja akan terdorong mempelajari keterampilan baru, mencari ide baru, menjawab masalah.

NASIONAL | 25 Juli 2020

Heran Hoax Covid-19 Dipercaya, Bamsoet Minta Sekolah Ajari Siswa Bernalar Kritis

Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong agar siswa-siswi sekolah untuk lebih menggunakan daya nalar kritis terhadap berbagai misinformasi dan "hoax".

NASIONAL | 25 Juli 2020

Pemerintah Didesak Evaluasi, Ini Daftar Keluhan KBM Online

Pemerintah diminta untuk segera melakukan evaluasi terhadap proses belajar mengajar yang dilakukan sekolah-sekolah saat ini.

NASIONAL | 25 Juli 2020

Tingkatkan Kualitas Taruna, BPSDM Perhubungan Gandeng MPA Singapura

BPSDMP menyelenggarakan kuliah umum secara virtual bekerja sama dengan Maritime and Port Authority (MPA) of Singapore untuk taruna Sekolah Pelayaran Kemhub.

NASIONAL | 25 Juli 2020

PDIP Tuding Akhyar Nasution Pengkhianat

PDIP menganggap Akhyar Nasution sebagai pengkhianat partai setelah bergabung dengan Partai Demokrat.

NASIONAL | 25 Juli 2020

RUU Cipta Kerja Jadi Solusi Pengurangan Pengangguran

RUU Cipta Kerja dinilai bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak.

NASIONAL | 25 Juli 2020

LPSK: Tangkap dan Masukkan Djoko Tjandra ke Penjara

LPSK mendukung aparat penegak hukum memburu Djoko Tjandra agar kasus-kasus nya dapat dibongkar secara tuntas.

NASIONAL | 25 Juli 2020

Gabung Partai Demokrat, Akhyar Disebut Sempat Ikut Rapat PDIP Medan

Akhyar Nasution masih mengikuti rapat PDI Perjuangan Sumatera Utara, Minggu (19/7/2020).

NASIONAL | 25 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS