Pakai Dana Desa, Kades di Jateng Atasi Problem Kuota dengan Internet Gratis
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Pakai Dana Desa, Kades di Jateng Atasi Problem Kuota dengan Internet Gratis

Rabu, 29 Juli 2020 | 20:28 WIB
Oleh : Stefy Thenu / JAS

Semarang, Beritasatu.com - Pembelajaran daring saat pandemi sering menjadi problem masyarakat yang tinggal di area blank spot atau tak punya kuota.

Namun di Jawa Tengah, Desa Sepakung mampu menyiasati problem tersebut. Desa Sepakung terletak di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Meski terpencil dan tidak ada sinyal, namun proses belajar mengajar secara daring di desa itu berjalan lancar.

Kepala Desa Sepakung, Ahmad Nuri, saat rapat bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membahas problematika pembelajaran jarak jauh di Gedung A lantai 2 kantor Pemprov Jateng, Rabu (29/7/2020), menjelaskan, pihaknya mengoptimalkan dana desa untuk menjadikan desa Sepakung menjadi desa pintar lengkap dengan jaringan internet yang tersedia.

Tidak hanya di kantor kelurahan, jaringan internet bahkan sudah masuk ke seluruh wilayah RW di desa itu. Tahun depan, rencananya jaringan internet akan bisa dinikmati di tingkat RT.

"Jadi meskipun area kami susah sinyal, anak-anak tetap bisa belajar dengan nyaman saat proses belajar daring saat ini. Semua anak-anak di desa kami bisa belajar dengan nyaman, dengan fasilitas internet yang lancar," kata Ahmad Nuri.

Tak tanggung-tanggung, kuota sebesar 30 Mbps disiapkan untuk menjamin kelancaran berselancar masyarakatnya di dunia maya. Khusus siswa, pihaknya memperbolehkan mereka mengakses secara cuma-cuma.

"Itu dikelola BUMDes Pak, jadi sementara yang siswa gratis. Tapi tahun depan kalau sistem daring masih berjalan, kami akan kenakan tarif 50 persen dari tarif biasanya. Kalau biasanya per kepala rumah tangga Rp 50.000 perbulan, maka diminta membayar Rp 25.000 saja," ujar Nuri kepada Ganjar.

Bagi siswa yang tidak memiliki gawai, pihak sekolah lanjut Ahmad Nuri menerjunkan gurunya ke desa untuk melakukan proses belajar mengajar dengan cara tatap muka. Siswa yang tidak memiliki peralatan daring, dikumpulkan dengan jumlah maksimal 10 orang untuk diajari guru yang datang.

"Tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat. Kami kerahkan Satgas Jogo Tonggo untuk mengawal program ini, sekaligus memastikan protokol kesehatannya berlangsung dengan baik," ungkapnya.

Paparan Ahmad Nuri itu membuat Ganjar takjub. Ia mengatakan, cara yang dilakukan desa Sepakung adalah cara jitu menyelesaikan persoalan daerah blank spot saat belajar jarak jauh berlangsung.

"Ini contoh keren, pak Kades membuat jaringan wifi di mana-mana bahkan bisa meng-cover 100 persen sampai wilayah RW. Sekarang mau ditingkatkan lagi sampai ke RT. Hebat ini," kata Ganjar.

"Ini sudah jalan dan bagus banget. Dana desa dioptimalkan untuk hal positif, satgas Jogo Tonggo bisa berjalan maksimal, ini keren dan menurut saya, ini solutif. Saya sih yakin, pasti ada solusi dari setiap persoalan yang ada, tinggal kita mau atau tidak menemukan solusi itu," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

MUI: Pelaksanaan Salat Id Harus Pertimbangkan Kondisi

Pelaksanaan salat Iduladha 1441 Hijriah harus mempertimbangkan kondisi faktual suatu zona terpapar Covid-19 atau tidak.

NASIONAL | 29 Juli 2020

Beri Opini WTP, BPK Minta Kemhub Tindaklanjuti Temuan

BPK masih menemukan kelemahan dalam SPI maupun permasalahan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

NASIONAL | 29 Juli 2020

11 Ibu Hamil di Surabaya Positif Covid-19

11 orang ibu hamil tersebut terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil dari swab test.

NASIONAL | 29 Juli 2020

Erick Thohir Akan Berhasil Laksanakan Tugas di Komite Penanganan Covid-19 dan PEN

Kepercayaan yang cukup tinggi ini merupakan modal sosial-politik yang penting bagi komite untuk dapat menjalankan tugasnya.

NASIONAL | 29 Juli 2020

Peninjauan Kembali JPU Soal Hak Tagih Bank Bali Dinilai Inkonstitusional

Yang punya hak PK berdasarkan Pasal 263 KUHAP adalah terpidana atau keluarga ahli warisnya, tidak ada dasar hukum bahwa jaksa PK, yang ada hanya yurisprudensi

NASIONAL | 29 Juli 2020

Update, Positif Covid-19 Bertambah 2.381, Kenaikan di Gorontalo Drastis

Terlihat kenaikan secara drastis pada minggu terakhir dari 72 menjadi 369 kasus positif.

NASIONAL | 29 Juli 2020

Kasus Djoko Tjandra, Pengamat: Kritik ICW Salah Alamat Soal BIN

Secara hukum, BIN bukan Lembaga penegak hukum sehingga tidak tepat ICW menuntut pertanggungjawaban dalam kasus buronan korupsi tersebut.

NASIONAL | 29 Juli 2020

PN Jaksel Kandaskan Upaya PK Djoko Tjandra

Pengadilan menetapkan tidak menerima upaya PK yang diajukan oleh Djoko Tjandra.

NASIONAL | 29 Juli 2020

PN Jaksel Tolak PK Djoko Tjandra

PN Jaksel menetapkan tidak menerima permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Djoko Tjandra.

NASIONAL | 29 Juli 2020

Pemprov Jateng Siapkan Skenario Sekolah Tatap Muka

Ganjar telah meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng segera menyiapkan skenario sekolah tatap muka.

NASIONAL | 29 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS