Sidak, Ganjar Temukan Pipa Siluman dan Bangkai Babi di Bengawan Solo
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Sidak, Ganjar Temukan Pipa Siluman dan Bangkai Babi di Bengawan Solo

Kamis, 6 Agustus 2020 | 15:45 WIB
Oleh : Stefy Thenu / JAS

Karanganyar, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Karanganyar, Kamis (6/8/2020). Sidak dilakukan untuk memastikan tidak ada pencemaran yang dilakukan perusahaan-perusahaan di bantaran sungai dengan cara membuang limbah ke sungai.

Dalam sidak tersebut, Ganjar harus berjalan kaki menyusuri sawah-sawah dan kebun petani untuk melihat secara langsung kondisi sungai Bengawan Solo dan Sungai Sroyo, yang merupakan anak sungai Bengawan Solo. Menggunakan pakaian adat beskap dan memakai sarung batik, tak menghalangi langkah Ganjar Pranowo blusukan sampai ke tepian sungai.

Dari pantauannya di Sungai Sroyo, Ganjar menemukan adanya pipa siluman dari perusahaan yang langsung membuang limbah ke sungai. Bau yang ditimbulkan di sungai itu tercium cukup pekat dan busuk. Sementara di Bengawan Solo, Ganjar menemukan adanya bangkai babi yang mengambang di sungai dengan warna hitam itu.

Beberapa perusahaan besar maupun ternak babi yang ada di bantaran sungai langsung didatangi Ganjar. Kepada manajemen perusahaan maupun peternak babi, Ganjar meminta mereka menghentikan pembuangan limbah secara langsung ke sungai dan segera memperbaiki pengelolaan limbahnya.

"Tadi ada satu yang belum memperbaiki, terus saya minta ke perusahaan, ya jangan pakai pipa siluman. Dia mengelak, tapi saya sudah melihat secara langsung di lapangan. Mereka berjanji akan memperbaiki besok, dan saya minta laporannya setiap hari," kata Ganjar Pranowo.

Sidak itu, lanjut Ganjar Pranowo, dilakukan untuk menagih komitmen para perusahaan besar maupun peternak babi yang ada di bantaran sungai Bengawan Solo untuk tidak membuang limbah ke sungai. Komitmen itu ditandatangani secara bersama pada Desember 2019 lalu dan batas waktunya sampai Desember akhir tahun ini.

"Sebelum sampai Desember, ini sudah saya tagih dan lihat progresnya. Tadi ketemu sama perusahaan alkohol, dia berjanji akan menghentikan produksi sebentar untuk perbaikan pengelolaan IPAL dan kita hormati," terangnya.

Memang permasalahan terjadi pada peternak babi. Menurut Ganjar, banyak peternak yang tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sehingga membuang kotoran hingga bangkai babi ke sungai.

"Tadi saya lihat genjik-nya (bangkai anak babi) mengambang di sungai. Itu jangan, maka peternak ini perlu pembinaan agar bisnisnya tetap jalan, tapi pencemarannya tidak dilakukan," ucapnya.

Ganjar Pranowo menegaskan, pihaknya belum akan melakukan penegakan hukum pada perusahaan-perusahaan yang melakukan pelanggaran itu. Namun, ia mengingatkan agar segera memperbaiki dan mematuhi komitmen untuk perbaikan IPAL yang sudah ditandatangani bersama.

"Tapi kalau seandainya tidak memperbaiki, ya mohon maaf, terpaksa nanti kita ambil tindakan hukum kepada mereka," tegasnya.

Sementara itu, salah satu petinggi perusahaan yang masih membuang limbah ke sungai, Edy mengatakan, pihaknya akan segera memperbaiki proses pembuangan limbah di perusahannya.

"Besok akan langsung kami perbaiki pak, laporannya nanti akan kami serahkan," katanya kepada Ganjar.

Sementara itu, salah satu peternak babi, Haryanto mengakui kesalahannya kepada Ganjar. Ia mengatakan masih membuang limbah ternaknya langsung ke sungai.

"Mohon maaf pak, saya mengaku salah. Solanya saya belum punya IPAL," terangnya.

Tak hanya pelanggaran, dalam sidak tersebut, Ganjar Pranowo juga menemukan ada satu perusahaan tekstil besar yang sudah memenuhi komitmen untuk pengelolaan IPAL. Perusahaan tekstil tersebut sudah membeli alat dan memasangnya, sehingga limbah yang dibuang sudah memenuhi standar batas baku mutu air.

"Yang komitmen-komitmen ini kami acungi jempol, dan akan kami jadikan contoh. Ini lho ada perusahaan yang komitmen soal limbah dan bisa berhasil, maka semoga yang lain terinspirasi," pungkas Ganjar Pranowo.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Gubernur Sumut Gandeng Provider Dukung Kelancaran Belajar Daring

Gubernur belum memberikan izin kepada seluruh sekolah untuk melaksanakan proses belajar dengan pola tatap muka di sekolah.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

Doni Monardo: Kepatuhan Warga Soal Protokol Kesehatan di Bawah 50 Persen

Angka kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan Covid-19 didapatkan berdasarkan hasil survei berbagai lembaga.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

KPK Akan Maksimalkan Pasal Pencucian Uang pada Korporasi

KPK berkomitmen memaksimalkan pemulihan kerugian keuangan negara akibat tindak pidana korupsi salah satunya dengan mengusut dugaan korupsi dari korporasi.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

Cegah Covid-19, Pemkot Palu Perketat Pemeriksaan Orang Keluar Masuk Palu

Salah satunya adalah terdeteksinya delapan orang dari Makassar, Sulawesi Selatan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

DPR Dukung Percepatan Pemerataan Listrik

DPR mendukung percepatan pemerataan listrik di seluruh wilayah Tanah Air.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

Ketua OJK Kawal Implementasi Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional di Jateng

Wimboh menyampaikan hingga 20 Juli 2020 nilai restrukturisasi kredit yang sudah dilakukan perbankan mencapai Rp 784,36 triliun.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

Ombudsman Ungkap Persoalan Terkait Benda Sitaan Negara

Menurut Ombudsman RI, persoalan itu di antaranya belum adanya standardisasi pengelolaan barang sitaan dan barang rampasan di masing-masing Rupbasan.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

Polisi: Pengacara Djoko Tjandra Janji Datang Jumat

Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, mengaku akan datang pada panggilan kedua sebagai tersangka di Mabes Polri, Jumat (4/8/2020) besok.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

Rencana PK Ulang Djoko Tjandra Dinilai Wajar

Upaya hukum dalam bentuk PK yang rencanya akan diajukan lagi pihak Djoko Tjandra sebagai sesuatu yang wajar.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

Polri Temukan Aliran Dana di Balik Hilangnya Red Notice Djoko Tjandra

Adanya indikasi uang pelicin dari hilangnya red notice Djoko Tjandra ini a setelah penyidik meminta keterangan 15 orang saksi.

NASIONAL | 6 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS