Otsus Dihadirkan untuk Kesejahteraan Rakyat Papua
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Otsus Dihadirkan untuk Kesejahteraan Rakyat Papua

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 15:26 WIB
Oleh : Jaja Suteja / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) Papua merupakan titik temu, jalan tengah untuk menguatkan integrasi Papua sekaligus jembatan untuk meniti perdamaian dan membangun kesejahteraan di Tanah Papua.

Otsus sendiri masih berlangsung sesuai UU Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Sejauh ini, sejak dilaksanakan selama 20 tahun besaran dana Otsus untuk Papua mencapai Rp 126,9 triliun yang difokuskan terutama 30 persen untuk sektor pendidikan dan 15 persen untuk sektor kesehatan dan gizi. Besaran dana Otsus tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah RI untuk pembangunan Papua.

Melalui otsus, orang asli Papua juga menjadi syarat sebagai kepala daerah berdasarkan pasal 12 pada UU 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua, Gubernur dan Wakil Gubernur wajib orang asli Papua (OAP).

Tidak dapat dimungkiri ada kelebihan dan kelemahan dalam pelaksanaan otsus. Yang diperlukan Papua dan Papua Barat di masa depan adalah meningkatkan akuntabilitas serta transparansi otsus agar memberi manfaat kesejahteraan bagi rakyat Papua.

Ketua DPRD Kabupaten Maybrat Ferdinando Solossa menjelaskan, kehadiran otsus Papua dari awal sejak 2001 merupakan sebuah tuntutan orang Papua yang merasa tertinggal dari berbagai aspek. Menurut dia, dalam kurun waktu 20 tahun sampai saat ini, kehadiran otsus diakui memang memberi manfaat yang begitu besar.

“Manfaat Otsus sangat besar bagi Papua, bahkan dari sisi anggaran setiap tahun terus meningkat," katanya saat diskusi “Otonomi Khusus Papua dan Kesejahteraan Orang Asli Papua", Jumat (14/8/2020) malam.

Ia menjelaskan, anggaran otsus yang dikucurkan pemerintah pusat dari tahun 2000 hingga 2020 sekarang, yang besaran dananya terus meningkat, juga diprioritaskan untuk empat program prioritas. Seperti, aspek pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal itu, menjadi bukti, bahwa perhatian pemerintah pusat ke Papua begitu besar.

Ia berharap, dalam implementasi ke depan, pemerintah daerah diberikan ruang sebesar-besarnya dari sisi kewenangan agar otsus makin memberi manfaat optimal. Juga, agar implementasi otsus itu terakomodasi secara baik sehingga anggaran yang begitu besar bisa direalisasikan sesuai dengan peruntukannya. “Dengan begitu, dari sisi manfaatnya bisa lebih dirasakan oleh masyarakat," tuturnya.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Cendrawasih Hendrik Krisifu mengingatkan bahwa masyarakat Papua jangan keliru memaknai otsus. Menurutnya, otsus itu tidak akan berakhir pada tahun depan.

Ia menjelaskan, Undang-Undang Otsus itu sebanyak 78 pasal, tidak ada satu pasal pun yang menyatakan akan berakhir tahun 2021. Yang jelas, di pasal 34 ayat 6, disebut bahwa yang berakhir pada tahun 2021 adalah dana otonomi khusus. Jadi, kata Hendrik, harus ada satu pemahaman di masyarakat, bawah bukan otsus yang akan berakhir. Namun, dana otsusnya yang akan berakhir. Papua akan tetap mendapat keistimewaan.

“Jadi jangan bikin kebingungan kepada masyarakat bahwa otsus itu akan berakhir. Itu keliru, yang berakhir itu dana otonomi khusus pada pasal 34 ayat 6. Dana otonomi khusus berakhir tahun depan sedangkan otonomi khususnya terus berlanjut," jelasnya.

Dia menilai bahwa sejauh ini pelaksanaan otsus memang ada yang menggembirakan, namun tentu saja masih ada yang harus diperbaiki. Jika pun ada yang kurang, semua pihak mestinya bersama-sama memperbaiki.

Dia mencontohkan pelaksanaan otsus dalam hal pembentukan partai politik. Menurut Hendrik, dalam hal tersebut, agak berbeda dengan Aceh.

Hal lain, yang perlu diperbaiki, soal evaluasi otsus yang perlu diperbaki agar hasilnya bisa lebih dilihat masyarakat sehingga bisa dilihat dan juga masyarakat bisa berkontribusi memberi masukan. Harapannya, dengan lebih terbuka, bisa mendapat gambaran utuh tentang otonomi khusus di Papua.

Meski demikian, dia mengakui bahwa otsus juga membuahkan hasil positif. Misal, terjadi daerah pemekaran, distribusi kewenangan di daerah, distribusi ekonomi dan potensi di daerah lebih optimal dengan adanya pemekaran.

“Karena otonomi khusus itu jadi ada pemekaran-pemekaran di Papua,ini contoh yang berhasil menggembirakan," ucapnya.

Staf khusus Presiden Joko Widodo, Billy Mambrasar menjelaskan, dari survei dengan sampel 500 orang milenial Papua, pandangan mereka sejalan bahwa otsus merupakan proses dan perlu perbaikan yang terus menerus. Misal penggunaan anggaran yang harus diperbaiki.

Ia menyebut otsus merupakan proses membangun jiwa raga. Karena itu, hal baik yang sudah didapat dari otsus, seperti ke sektor pendidikan yang merupakan investasi sumber daya manusia, terus ditingkatkan. Di sisi lain, ia sepakat bahwa agar semakin baik, perlu dengarkan aspirasi dari AOP agar otsus bisa berjalan lebih baik.

Musisi Edo Kondologit melihat, masalah Papua saat ini sangat komplek, otsus sebenarnya dilakukan tujuannya untuk kesejahteraan, meningkatkan taraf hidup meningkat. Kalau pun masih ada penilaian otsus gagal, menurut dia karena sebagian pihak juga terlalu banyak bersandiwara.

Ibarat kata, dalam satu rumah besar Indonesia, masih ada sebagian yang menilai bahwa ketidakadilan menjadi pemicu utama. Ia mendorong, semua pihak, para tokoh adat, tokoh politik kompeten Papua, hadir duduk bersama-sama membahas masa depan Papua agar lebih baik.

“Otonomi khusus tujuannya baik sekali, sementara sekarang banyak ditolak. Kalau ada yang salah, itu salah di mana? Karena itu cari penyebabnya lalu perbaiki," ucap Edo.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Boneftar-Waluyo Didukung Petani hingga Mama-mama Pedagang Pasar

Mama-mama pedagang pasar (pedagang pidang dan sayuran) ingin pemimpin yang punya hati.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Kembangkan Daya Saing, P3AU Dukung Indonesia Maju

P3AU agar memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara sehingga ada warna di setiap kegiatan baik bersifat nasional maupun internasional.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Daftar Dana Hibah, UMKM Terganjal IUM

Dana hibah untuk UMKM tak sampai terkendala aturan.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Tanpa SLO, Gubernur Bengkulu Tegaskan Tidak Akan Keluarkan Izin Operasi PLTU Teluk Sepang

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah tidak mengeluarkan izin operasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Sepang.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Petani di Bengkulu Diminta Tidak Bakar Lahan di Musim Kemarau

Petani jangan bakar lahan.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Ganjar Ground Breaking Obyek Wisata Jateng Valley

Ganjar Pranowo melakukan ground breaking pembangunan obyek wisata Jateng Valley di hutan Penggaron, Desa Ungaran, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Dorong Kemerdekan Pangan, Dompet Dhuafa Perluas Sawah Produktif Jadi 1.000 Ha

Dompet Dhuafa semakin konsen dengan upaya optimalisasi potensi lokal dalam rangka antisipasi pandemi berkepanjangan serta kemerdekaan pangan

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Kepala BNPT Resmikan Rusun di Ponpes Islam Amanah Putra Poso

Saat ini Kempupera juga sedang menyelesaikan pembangunan rusun di pesantren lain di Sulawesi Tengah, salah satunya di Ponpes Walisongo I Poso.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Situasi Memanas, Musda Golkar Banjarmasin Ditunda

Musda Partai Golkar Kota Banjarmasin ditunda lantaran situasi perebutan kursi Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kota Banjarmasin 2020-2025 yang semakin memanas.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Ganjar Lepas Puluhan Dokter Buka Ajang "Tour de Borobudur"

Tour de Borobudur tahun ini diikuti oleh 1.000 peserta.

NASIONAL | 15 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS