KPK Dalami Aliran Uang dan Aset Desi Arryani Melalui Direktur Waskita Beton Precast
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

KPK Dalami Aliran Uang dan Aset Desi Arryani Melalui Direktur Waskita Beton Precast

Kamis, 10 September 2020 | 21:14 WIB
Oleh : Fana Suparman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa Direktur PT Waskita Beton Precast, Antonius Yulianto Tyas Nugroho, Kamis (10/9/2020). Antonius diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi terkait pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Dirut PT Jasa Marga Desi Arryani. Saat kasus korupsi ini terjadi, Desi merupakan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Selain Antonius Tyas Nugroho, penyidik juga memeriksa 13 saksi lainnya yakni, SVP Accounting Waskita Karya, Inggir Elerida Lumbantoruan; Kepala Kantor Cabang Riau, Tri Hartanto; Kabag SDM Waskita, Raden Bambang Widhyantoro; Kasie Keuangan Proyek Padamaran, Joni Putra; Ketua Koperasi Waskita, Ari Wibowo; Staf Admin, Agus Winarno.

Kemudian, mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Fakih Usman; Kabag Dal Sipil, Mohamad Indrayana; Dirkeu Waskita Toll Road, Rudi Purnomo; Manager Human Capital Waskita, Riftan Wisesa; Staf Bagian Keuangan, Tri Yuharlina; mantan Auditor PT Waskita, M Noor Utomo; serta Kapro Proyek Benoa 4, Julizar Kurniawan.

Dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mencecar para saksi, termasuk Antonius Tyas Nugroho mengenai penerimaan uang dan aset yang dinikmati oleh Desi Arryani yang juga mantan Direktur I Operasi PT Waskita Karya. Uang dan aset itu diduga terkait dengan kasus korupsi pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya.

"Para saksi ini diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DSA (Desi Arryani) dkk. Penyidik mendalami pengetahuan para saksi tersebut terkait dengan dugaan penerimaan sejumlah uang dan beberapa aset yang dinikmati oleh tersangka DSA dkk dan juga pihak-pihak lainnya," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (10/9/2020).

Diketahui, KPK telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pekerjaan subkontraktor fiktif dalam proyek-proyek yang terjadi di PT Waskita Karya (Persero). kelima tersangka itu, yakni mantan Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga, Desi Arryani; Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana; Wakil Kadiv II PT Waskita Karya, Fakih Usman.

Kemudian, Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman; serta Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar.

Saat kasus korupsi ini terjadi, Desi Arryani menjabat sebagai Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Jarot Subana selaku Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, sementara Fakih Usman sebagai Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Kasus ini bermula pada 2009. Saat itu, Desi yang menjabat sebagai Kepala Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk menyepakati pengambilan dana dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.

Dalam rangka melaksanakan keputusannya tersebut, Desi kemudian memimpin rapat koordinasi internal terkait penentuan subkontraktor, besaran dana, dan lingkup pekerjaannya. Selanjutnya, kelima tersangka melengkapi dan menandatangani dokumen kontrak dan dokumen pencairan dana terkait dengan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut.

Kemudian pada tahun 2011, Desi mendapatkan promosi menjadi Direktur Operasional PT. Waskita Karya (Persero) Tbk. Fathor Rachman juga dipromosikan menjadi Kepala Divisi III/Sipil/II menggantikan Desi.

Atas permintaan dan sepengetahuan dari kelima tersangka, kegiatan pengambilan dana milik PT. Waskita Karya melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut, dilanjutkan, dan baru berhenti pada tahun 2015.

Seluruh dana yang terkumpul dari pembayaran terhadap pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut selanjutnya digunakan oleh pejabat dan staf pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya (Persero) untuk membiayai pengeluaran di luar anggaran resmi PT Waskita Karya (Persero).

Pengeluaran di luar anggaran resmi tersebut di antaranya untuk pembelian peralatan yang tidak tercatat sebagai aset perusahaan, pembelian valuta asing, pembayaran biaya operasional bagian pemasaran, pemberian fee kepada pemilik pekerjaan (bowheer) dan subkontraktor yang dipakai, pembayaran denda pajak perusahaan subkontraktor, serta penggunaan lain oleh pejabat dan staf Divisi III/Sipil/II.

Selama periode 2009-2015, setidaknya ada 41 kontrak pekerjaan subkontraktor fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk. Sedangkan perusahaan subkontraktor yang digunakan untuk melakukan pekerjaan fiktif tersebut adalah PT Safa Sejahtera Abadi, CV. Dwiyasa Tri Mandiri, PT. MER Engineering dan PT. Aryana Sejahtera.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) total kerugian keuangan negara yang timbul dari kegiatan pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut sekitar Rp 202 miliar.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPU Jambi Konsisten Batasi Kampanye Pengerahan Massa

Komisi Pemilihan Umum (KPU) se-Provinsi Jambi secara konsisten akan membatasi pelaksanaan kampanye rapat umum di ruang terbuka dan tertutup.

NASIONAL | 10 September 2020

Marwan Jafar Minta PLN Transparan dan Desentralisasi Pembangkit Listrik

Pembangkit tenaga listrik di PLN harus dilakukan secara desentralisasi.

NASIONAL | 10 September 2020

Kejati Papua Diharapkan Usut Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Puncak Jaya

Para kepala kampung berharap Kejati segera memeriksa Bupati Puncak Jaya, karena dinilai telah menyalahgunakan kewenangannya.

NASIONAL | 10 September 2020

Wapres Harap BPIP Ambil Peran Besar Dorong Implementasi Pancasila

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta agar BPIP bisa mengambil peran yang lebih besar dalam rangka mengimplementasikan Pancasila.

NASIONAL | 10 September 2020

Wapres: Pahami Pancasila Secara Utuh

Pancasila tidak boleh didorong ke arah pemahaman yang menyimpang seperti liberalisme, komunisme, hingga radikalisme keagamaan.

NASIONAL | 10 September 2020

SKB Netralitas ASN dalam Pilkada Resmi Diteken

Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengawasan netralitas aparatur sipil negara (ASN) dalam Pilkada Serentak 2020 telah ditandatangani.

NASIONAL | 10 September 2020

Pembeli Soto Positif Covid-19 di Yogya Bertambah

Berdasar laporan mandiri yang dilakukan para konsumen Soto Lamongan di Umbulharjo Yogyakarta, pembeli terpapar virus Covid-19 bertambah.

NASIONAL | 10 September 2020

PDIP Harap Seluruh Fraksi Pendukung Segera Loloskan dan Sahkan RUU PKS

RUU PKS ini mengatur mulai dari hulu sampai hilir, mulai pencegahan sampai pemulihan, dan bahkan hak-hak korban ada di situ.

NASIONAL | 10 September 2020

Penundaan Pembangunan IKN Dinilai Keputusan Bijaksana

Rencana pembangunan ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) ditunda. Sebab pemerintah masih fokus menyelesaikan pandemi Covid-19.

NASIONAL | 10 September 2020

Gubernur Sulut Doakan Menteri Kelautan dan Perikanan Segera Pulih

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey mendoakan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo segera pulih dari positif Covid-19.

NASIONAL | 10 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS