Soal Rekrut Preman, Ini Kata Wakapolri
INDEX

BISNIS-27 511.575 (0.17)   |   COMPOSITE 5759.92 (15.54)   |   DBX 1054.23 (5.86)   |   I-GRADE 169.662 (0.03)   |   IDX30 501.412 (0.34)   |   IDX80 131.739 (0.22)   |   IDXBUMN20 371.622 (1.68)   |   IDXG30 135.832 (0.42)   |   IDXHIDIV20 450.213 (1.08)   |   IDXQ30 146.619 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 244.641 (1.76)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (2.32)   |   IDXV30 126.958 (0.5)   |   INFOBANK15 989.895 (1.2)   |   Investor33 430.473 (-0.27)   |   ISSI 168.725 (0.14)   |   JII 619.114 (-0.81)   |   JII70 212.184 (0)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.57)   |   LQ45 920.779 (1.37)   |   MBX 1601.16 (3.66)   |   MNC36 321.923 (-0.05)   |   PEFINDO25 313.689 (1.08)   |   SMInfra18 292.004 (0.76)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-0.06)   |  

Soal Rekrut Preman, Ini Kata Wakapolri

Minggu, 13 September 2020 | 21:18 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengatakan tidak ada maksud untuk merekrut preman pasar dalam menegakkan disiplin mematuhi aturan protokol kesehatan Covid-19. Yang ada yakni melakukan kegiatan membangun kesadaran kolektif komunitas.

“Denda saja (dari pelanggar) sudah Rp 4 miliar lebih. Kemudian dikenakan sanksi sosial. Tapi kan tetap angka Covid-19 ini terus meningkat,” kata Gatot.

Sudah tentu untuk itu Polri perlu mengambil langkah-langkah yang harus dklakukan. Langkah yang pertama adalah akan melakukan operasi yustisi secara masif yang akan dilakukan secara terus-menerus di seluruh Indonesia.

“Sehingga menimbulkan satu dampak yang besar. Yang kedua, melakukan kegiatan yang namanya membangun kesadaran kolektif komunitas. Bagaimana membangun kesadaran kolektif komunitas? Di dalam kepolisian ada namanya konsep community policing,” lanjut Gatot.

Maksudnya jika ada satu masalah, ada dua komponen yang bisa dilakukan di sana. Yang pertama kemitraan, yang kedua adalah problem solving atau memecahkan masalah.

“Nah kita tahu di masyarakat kita banyak komunitas-komunitas. Seperti komunitas perkantoran. Di sini kita membangun kedisiplinan dari pemilik gedung dan petugas-petugas keamanannya. Komunitas lain, komunitas di pasar,” urainya.

Ada pasar modern seperti di mal, pasar yang punya pemerintah kemudian pasar yang informal. Jadi di sini Polri memberdayakan tokoh formal maupun tokoh-tokoh informal. Tokoh-tokoh informal di pasar itu ada yang mengatakan sebagai kepala keamanan, ada yang mandor, ada yang mengatakan preman.

“Itu istilahnya. Jadi bukan kita merekrut (preman). Jadi di komunitas itulah nanti, yang mereka sudah saling kenal, biasanya mereka tidak melakukan pendekatan disiplin seperti yang dilakukan oleh aparat, Satpol PP yang didampingi oleh Polri dan TNI,” tambahnya.

Tugas mereka menyampaikan kalau tak pakai masker, ayo pakai masker. Kalau tak jaga jarak, ya jaga jarak. Karena kalau dalam komunitas itu lebih mudah. Contoh, ada komunitas ojek pangkalan. Di situ ada ketua ojeknya mungkin, siapa yang mereka anggap pemimpin, dialah yang nanti mengingatkan teman-temannya untuk menjaga jarak dan memakai masker.

“Jadi tidak ada rencana kita merekrut preman terus kita taruh di pasar-pasar, tidak ada. Jadi kita merangkul semua siapapun yang mau menyosialisasikan, siapapun yang mau mengajak untuk kita menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, saya kira akan kita rangkul semua,” tegasnya.

Tetapi mereka juga tidak akan melakukan penindakan dan denda. Mereka hanya membangun kesadaran kolektif komunitas yang akan lebih mudah.

“Sehingga jangan sampai nanti salah pengertian seperti kita akan merekrut preman-preman untuk ditaruh di pasar. Nah ini nanti menimbulkan konflik baru dan sebagainya. Tidak. Ini mereka-mereka tetap di lingkungan mereka sendiri, mereka saling kenal dan tugasnya mengingatkan saja dan dengan cara-cara yang humanis dan persuasif,” sambung Gatot.

"Lebih baik kalau memang ada, untuk memberikan kebanggaan mereka mereka bisa diberikan rompi."

Ucapan Gatot tentang memberdayakan jeger pasar untuk membantu pengawasan dan mendisiplinkan masyarakarat pada protokol kesehatan memang berbuah jadi kontroversi.

Kalimat Gatot itu adalah, “Kita juga berharap penegak disiplin internal di klaster pasar, di situ kan ada jeger-jeger-nya di pasar, kita jadikan penegak disiplin," kata Gatot di Mako Polda Metro Jaya, Kamis (10/9/2020).




BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dokumen Pakta Integritas Beredar, Ini Tanggapan UI

Pihak pimpinan UI sangat menyayangkan penyebaran dokumen yang menyangkut kepentingan mahasiswa tersebut.

NASIONAL | 13 September 2020

Bobby Nasution Soroti Minimnya RTH di Medan

Bakal Calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution, menyoroti masalah minimnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

NASIONAL | 13 September 2020

Sedang Isi Tabligh di Lampung, Syeikh Ali Jaber Ditusuk Orang Tidak Dikenal

Syekh Ali Jaber mengalami luka tusuk di bagian bahu kanan dan pelaku sudah berhasil ditangkap.

NASIONAL | 13 September 2020

Penegakan Protokol Kesehatan, Polri Tidak Berencana Rekrut Preman

Wakapolri menjelaskan bahwa pihaknya hanya berupaya merangkul seluruh elemen masyarakat, khususnya di komunitas-komunitas.

NASIONAL | 13 September 2020

JP2GI dan Gain Terus Berupaya Atasi Susut Pangan Bergizi

Ravi Menon, County Director Gain Indonesia mengatakan setiap tahun, hampir sepertiga pangan yang diproduksi atau sekitar 1,3 miliar ton susut dan menjadi limbah

NASIONAL | 13 September 2020

Terinfeksi Covid-19, Istri Ketua PN Medan Meninggal Dunia

Rahmi Sutio, istri dari Ketua PN Medan Sutio Jumagi Akhirno meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Royal Prima Medan, Minggu (13/9/2020).

NASIONAL | 13 September 2020

Pandemi Covid-19, Objek Wisata di Bengkulu Masih Ramai Didatangi Wisatawan Lokal

Sejumlah obek wisata di Bengkulu, tetap ramai dikunjung wisatawan lokal pada libur akhir pekan meski masih dalam suasana pamdemi virus "corona" atau Covid-19.

NASIONAL | 13 September 2020

Sport Tourism Jadi Andalan Bangkitkan Pariwisata Indonesia

Ajang olahraga internasional bisa menjadi daya tarik pariwisata Indonesia.

NASIONAL | 13 September 2020

Enam Ibu Hamil di Yogya Dinyatakan Positif Covid-19

Seluruh ibu mengandung yang terkonfirmasi positif Covid-19, tidak menunjukkan gejala demam, flu maupun batuk.

NASIONAL | 13 September 2020

Danau Toba dan Berastagi Ramai Dikunjungi Wisatawan

Wisatawan lokal dari Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai dan Aceh, masih mendominasi datang ke sejumlah lokasi pariwisata di Tanah Karo.

NASIONAL | 13 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS