KPK Analisis Laporan Gratifikasi SGD100 Ribu dari MAKI
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

KPK Analisis Laporan Gratifikasi SGD100 Ribu dari MAKI

Senin, 5 Oktober 2020 | 17:06 WIB
Oleh : Fana Suparman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman melaporkan pemberian gratifikasi sebesar SGD 100.000. Uang tersebut dilaporkan Boyamin ke KPK lantaran diduga terkait dengan skandal terpidana perkara korupsi Bank Bali Djoko Tjandra.

Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan, tim dari Direktorat Gratifikasi bakal memverifikasi dan menganalisis laporan yang disampaikan Boyamin tersebut.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, benar yang bersangkutan sudah melaporkan hal tersebut kepada KPK. Berikutnya nanti akan kami verifikasi dan analisis," kata Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (5/10/2020).

KPK mengapresiasi Boyamin maupun masyarakat lainnya yang melaporkan dugaan korupsi dan gratifikasi. Perkembangan mengenai pelaporan gratifikasi ini bakal diinformasikan lebih lanjut.

"KPK apresiasi masyarakat yang melaporkan adanya dugaan korupsi dan gratifikasi kepada KPK. Perkembangannya akan kami informasikan lebih lanjut," katanya.

Sebelumnya, Boyamin Saiman mengaku menyerahkan uang sebesar SGD 100.000 kepada KPK. Boyamin menduga pemberian uang ini terkait dengan perkara Djoko Tjandra.

Boyamin mengaku bukan penyelenggara negara dalam pengertian tekstual. Namun, sebagai orang yang bergerak di bidang pemberantasan korupsi dan membantu aparat negara memberantas korupsi, termasuk dalam perkara Djoko Tjandra, Boyamin merasa tidak berhak menerima uang tersebut.

"Saya berkehendak menyerahkan kepada KPK untuk diperlakukan sebagai gratifikasi yang kemudian uang tersebut diserahkan kepada negara," kata Boyamin dalam keterangannya.

Boyamin menuturkan pada 21 September 2020, terdapat beberapa orang memberinya SGD100.000 setara dengan lebih kurang Rp 1,08 miliar yang diduga terkait dengan kasus Djoko Tjandra. Boyamin telah menolak uang tersebut. Namun, sejumlah orang itu justru menaruh uang tersebut ke dalam tas Boyamin dan langsung pergi. Untuk itu, Boyamin tak mampu mengembalikan uang itu ke pemberi awal.

"Selanjutnya saya memohon untuk dikabulkan penyerahan uang tersebut kepada KPK dan menyerahkan sepenuhnya kepada KPK untuk memperlakukan uang tersebut berdasar ketentuan yang berlaku," katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

HUT 75 TNI, Puan: Teruslah Jadi Kebanggaan Bangsa

Menurut Puan, TNI harus terus menjaga integritas dan profesionalitasnya dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Menperin: Impor Garam Ciptakan Nilai Tambah Besar

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, Indonesia telah berhasil menciptakan nilai tambah yang besar dari impor garam.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Menristek Pacu Inovasi Industri Garam Terintegrasi

Penggunaan teknologi akan diintensifkan untuk mengurangi ketergantungan impor garam industri.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Menko Luhut Sebut Presiden Setuju Industri Impor Garam Langsung

Luhut Pandjaitan mengatakan Presiden Jokowi telah setuju industri untuk makanan dan industri yang membutuhkan garam industri, bisa langsung mengimpor garam.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Belum Satu Tahun Menjabat, Jaksa Agung Berhasil Tangkap Seratus Lebih Buronan

Hingga September 2020, tercatat sebanyak 101 buronan ditangkap oleh Tim Tangkap Buronan Kejaksaan Agung.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Anies: TNI Terdepan Jaga Keutuhan NKRI

Apalagi saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Kapolri Keluarkan Telegram, Buruh: Kami Disekat

Rencana aksi besar-besaran kaum buruh untuk melakukan mogok nasional bersama sebagai bentuk penolakan terhadap omnibus law RUU Cipta Kerja tak berjalan mulus.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

KPU: Sudah Tiga Calon Meninggal Akibat Covid-19

Komisioner KPU Evi Novida Ginting mengemukakan hingga Minggu (4/10/2020), sudah tiga calon yang maju dalam Pilkada Serentak 2020 meninggal akibat Covid-19.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Dugaan "Mengcovidkan" Pasien, IPW Apresiasi Polri yang Telah Bentuk Tim Khusus

IPW berharap Bareskrim bisa bekerja cepat untuk menangkap para mafia kesehatan yang sudah merampok uang negara dalam mengcovidkan pasien.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Peringatan HUT Ke-75 TNI, Sinergi Jadi Kunci Bangun Kekuatan Pertahanan

Jokowi mengatakan, sinergi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan berbagai elemen bangsa menjadi kunci untuk membangun pertahanan yang kokoh dan efektif.

NASIONAL | 5 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS