Produksi Keripik Tempe dan Rempeyek Jambi, Menggeliat Kembali di Masa Pandemi
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Produksi Keripik Tempe dan Rempeyek Jambi, Menggeliat Kembali di Masa Pandemi

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 14:38 WIB
Oleh : Radesman Saragih / JAS

Jambi, Beritasatu.com - Aroma sedap langsung terasa begitu memasuki rumah produksi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Ilham Snack di Lorong Teladan, Nomor 58, RT 31, Kelurahan Payolebar, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Jumat (23/10/2020) siang. Tebaran aroma tersebut berasal dari kuali-kuali penggorengan ibu-ibu rumah tangga yang bekerja di rumah produksi makanan ringan tersebut.

Begitulah suasana keseharian yang ditemui ketika melongok rumah produksi makanan ringan, Ilham Snack Kota Jambi. Kesibukan usaha keripik tempe dan rempeyek milik Zaitun (40) tersebut bergairah kembali menyusul naiknya permintaan keripik tempe dan rempeyek beberapa bulan terakhir.

“Ya, kami menaikkan produksi kembali karena permintaan keripik tempe dan rempeyek produksi Ilham Snack mulai meningkat. Usaha kami ini sempat lesu sejak awal pandemi Covid-19, Maret hingga Juli lalu,” kata Zaitun kepada Beritasatu.com di rumah produksi Ilham Snack.

Menurut Ketua Asosiasi Makanan dan Minuman (Asmami) Kota Jambi tersebut, ketika pembatasan sosial dan ekonomi dilakukan akibat Covid-19 sejak Maret lalu, produksi keripik tempe dan rempeyek Ilham Snack Kota Jambi sempat anjlok.

Kondisi tersebut membuat pengiriman tempe goreng dan rempeyek Ilham Snack ke Provinsi Lampung, Palembang, Sumatera Selatan dan Pekanbaru, Riau tersendat.

“Permintaan keripik tempe dan rempeyek produksi Ilham Snack di Kota Jambi juga sempat lesu karena banyak pusat perbelanjaan dan toko tutup. Selain itu warga masyarakat juga enggan berbelanja ke toko karena menerapkan stay at home (tetap di rumah),”ujarnya.

Menurut Zaitun, di masa awal pandemi Covid-19, produksi Ilham Snack Kota Jambi turun dari rata-rata 1.000 bungkus per hari menjadi 500 bungkus per hari (turun 50%). Omset penjualan pun anjlok dari rata-rata Rp 100 juta per bulan menjadi Rp 25 juta per bulan.

Menyikapi kesulitan tersebut, Zaitun pun mengubah jalur pemasaran melalui aplikasi digital (online). Untuk itu Zaitun menjalin kerja sama dengan toko online, yakni Bukalapak dan Tokopedia. Zaitun berjuang menerobos pemasaran digital tersebut agar usaha hanya tetap eksis. Dia tidak ingin usahanya tutup agar ibu-ibu rumah tangga yang selama ini membantunya tidak sampai kehilangan pekerjaan.

Setelah membuka jalur pemasaran melalui aplikasi digital tersebut, UMKM yang sudah lama dikelola Zaitun pun tampak bisa bertahan. Pemasaran melalui aplikasi digital yang mulai jalan memberi sebuah harapan baginya.

“Setelah bergabung dengan toko online, produk kami tetap ada yang memesan. Pengiriman pesanan banyak dilakukan menggunakan ojek online (ojol),”katanya.

Menurut Zaitun, saat ini produksi keripik tempe dan rempeyek Ilham Snack Kota Jambi mulai meningkat hingga 60%. UMKM tersebut kini sudah bisa menghasilkan arata-rata 600 bungkus keripik tempe dan rempeyek per hari. Pada masa awal hingga bulan kelima pandemi Covid-19, Juli 2020, Ilham Snack Kota Jambi sempat hanya mampu memproduksi keripik tempe dan rempeyek hanya 400 bungkus keripik tempe per hari.

Ibu rumah tangga dan remaja putri bisa kembali bekerja di UMKM pengolahan keripik tempe dan rempeyek, Ilham Snack.

“Omset penujalan kami juga kini naik dari rata-rata Rp 3 juta per hari menjadi Rp 4,5 juta per hari. Sedangkan pekerja yang sempat hanya tinggal dua orang, kini sudah bertambah menjadi rata-rata tujuh orang per hari,” katanya.

Zaitun mengatakan, pengiriman keripik pun meningkat kembali mulai September lalu. Pengiriman ke Palembang, Sumatera Selatan, Lampung, dan Riau saat ini sudah bisa dilakukan dua kali seminggu. Kemudian permintaan melalui pemesanan aplikasi digital juga semakin meningkat.

“Saya bersyukur UMKM ini bisa bertahan di tengah badai Covid-19. Para pelanggan atau konsumen pun masih tetap bisa menikmati renyahnya keripik dan rempeyek kami. Yang lebih penting lagi, beberapa orang ibu rumah tangga yang sempat menganggur bisa kembali bekerja di tempat usaha saya,” kata Zaitun.

Butuh Bantuan

Zaitun mengatakan, UMKM pengolahan makanan dan minuman yang bernaung di bawah Asmami Kota Jambi masih banyak yang membutuhkan bantuan modal dan pemasaran. Dari 1.700 unit UMKM yang bergerak di bidang pengolahan makanan dan minuman di Kota Jambi, sekitar 1.600 unit masih tutup.

Sedangkan sekitar 100 unit UMKM pengolahan makanan dan minuman yang masih bertahan juga masih banyak yang membatasi kegiatan produksi hanya dua sampai tiga kali seminggu.

Terkait bantuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebesar Rp 2,4 juta untuk setiap UMKM, Zaitun mengatakan, belum semua anggota Asmami Kota Jambi yang mendapat bantuan tersebut. Padahal sebagian besar UMKM anggota Asmami Kota Jambi sudah mendaftar dan membuat rekening untuk mendapatkan bantuan tersebut.

“Usaha saya sendiri belum mendapatkan bantuan UMKM dari Presiden Jokowi tersebut,” katanya.

Sementara itu, Yusti (45), pengelola UMKM pembuatan kue bolu di kawasan Talang Banjar, Kota Jambi juga masih mengaku kesulitan modal dan pemasaran untuk membangkitkan kembali usahanya.

Yusti masih kesulitan modal karena usaha tidak bisa berproduksi normal setiap hari. Hal tersebut disebabkan masih banyaknya pelanggan utama yang tutup seperti sekolah dan kantor.

“Bantuan Presiden Jokowi untuk UMKM juga belum kami terima. Karena usaha saya saat ini hanya beproduksi dua kali seminggu dan pegawai yang bekerja hanya dua orang,” katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

MCMI Riau Resmi Dibentuk

Kepengurusan Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI) Kepulauan Riau resmi terbentuk. Sabtu (24/10/2020).

NASIONAL | 24 Oktober 2020

Berkali-Kali Hina NU, Nasib Gus Nur Berakhir di Balik Terali Besi

Laporan dilakukan lantaran Gus Nur disebut telah berkali-kali menghina NU.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

Sebarkan Ujaran Kebencian, Gus Nur Ditangkap Bareskrim Polri

Gus Nur ditangkap atas tuduhan menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

Jalan Metro Tj Bunga Makassar Akan Selevel Thamrin-Sudirman Jakarta

Jika pembangunan jalur pedestrian ini rampung, Jalan Metro Tanjung Bunga bakal menjadi jalan terlebar di Indonesia.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

Infrastruktur Urat Nadi Pembangunan Kesejahteraan Papua

Pembangunan infrastruktur dinilai menjadi urat nadi pembangunan kesejahteraan di Papua secara berkelanjutan.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

Bawaslu Bengkulu Awasi Kampanye di Pesta Pernikahan

Bawaslu Kota Bengkulu menurunkan tim untuk mengawasi calon kepala daerah (cakada) yang melakukan kampanye di pesta pernikahan.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Pengamat: Lakukan Dialog agar Temuan TGPF Tidak Mereproduksi Kekerasan di Papua

Pemerintah daerah juga harus turut berperan dan tidak hanya bergantung kepada TNI dan Polri.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

Apresiasi Kerja TGPF Penembakan di Intan Jaya, Pengamat: Proses Hukum Harus Transparan

Aparat keamanan juga bisa melakukan kesalahan dalam tugas, karena pengetahuan dan pengalaman yang kurang mengenai wilayah Papua.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

Puluhan Wilayah di Malang Disinyalir Gagal Jadi Desa Digital

Dinas Kominfo Pemkab Malang masih berusaha mendorong provider atau penyedia jasa internet supaya bisa menjangkau kawasan perbukitan pesisir pantai selatan.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

KPU Sumut Belum Terima Rekomendasi Diskualifikasi Paslon

KPU Sumut belum menerima rekomendasi dari Bawaslu untuk mendiskualifikasi pasangan calon yang melanggar aturan selama masa kampanye di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 22 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS