Bahaya Laten Radikalisme Masih Perlu Diwaspadai
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.61)   |   COMPOSITE 5822.94 (-13.51)   |   DBX 1088.19 (8.85)   |   I-GRADE 169.852 (-1.36)   |   IDX30 498.88 (-2.67)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.2)   |   IDXG30 135.508 (-0.92)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.7)   |   IDXQ30 145.713 (-1.12)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.62)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (-0.12)   |   IDXV30 130.911 (1.39)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.08)   |   Investor33 428.541 (-2.35)   |   ISSI 170.173 (-0.31)   |   JII 616.286 (-0.44)   |   JII70 212.951 (-0.35)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.98)   |   LQ45 921.176 (-4.87)   |   MBX 1613.76 (-6.24)   |   MNC36 320.851 (-1.79)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.61)   |   SMInfra18 296.861 (-1.11)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.53)   |  

Bahaya Laten Radikalisme Masih Perlu Diwaspadai

Selasa, 27 Oktober 2020 | 16:05 WIB
Oleh : Fana Suparman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra mengatakan, gerakan radikalisme berbasis agama masih tetap menjadi bahaya laten dan perlu tetap diwaspadai. Untuk itu, Azyumardi meminta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88 Antiteror Polri untuk terus bekerja melakukan deradikalisasi dan kontra-radikalisasi.

"Ini tetap harus diwaspadai program deradikalisasi harus tetap jalan kontra-radikalisasi harus tetap berjalan," kata Azyumardi dalam webinar "92 Tahun Sumpa Pemuda: Mengatasi Bahaya Laten" yang digelar Beritasatu Media Holdings, Selasa (27/10/2020).

Azyumardi mengatakan gerakan radikalisme berbasis agama saat ini sedang dorman atau tidur. Saat ini yang tersisa hanya sel-sel kecil yang sedang diburu Densus 88.

Hal itu setidaknya tercermin dari minimnya aksi terorisme besar dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Azyumardi hal ini tidak terlepas dari keberhasilan BNPT dan Polri dalam menjalankan program deradikalisasi, kontra-radikalisasi serta memburu sel-sel kelompok teroris.

Apalagi, sumber gerakan inspirasi kelompok radikal di Timur Tengah, seperti ISIS saat ini semakin lumpuh. Dengan demikian, kalaupun terdapat gerakan radikalisme, tidak sampai membahayakan dalam skala nasional.

"Menurut saya bahaya yang akan muncul tidak dalam skala nasional," katanya.

Selain bahaya laten radikalisme, Azyumardi menyatakan, saat ini Indonesia menghadapi bahaya laten lainnya, yakni kesenjangan sosial dan ekonomi sebagai dampak dari pandemi corona atau Covid-19. Sebelum pandemi, jumlah orang miskin di Indonesia sekitar 26 juta dan saat ini angkanya melonjak menjadi sekitar 40 juta.

Azyumardi mengingatkan pemerintah untuk segera menanggulangi persoalan ini agar tidak merembet menjadi kegaduhan politik.

"Saya kira harus diwaspadai pemerintah yang harus menempuh langkah-langkah untuk menenangkan masyarakat apalagi sekarang ditambah. Saya kira juga bahaya laten itu adalah kegaduhan politik," katanya.

Menurutnya, demo-demo yang berujung rusuh dapat menimbulkan instabilitas kondisi politik. Azyumardi khawatir jika gejolak sosial, ekonomi dan politik ini ditunggangi oleh kelompok-kelompok radikal, baik "kelompok kanan" maupun "kelompok kiri" untuk mencapai tujuan mereka. Untuk itu, Azyumardi meminta pemerintah untuk membuka dialog dengan berbagai kelompok elemen masyarakat secara serius dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang terjadi.

"Saya menyarankan kepada pemerintah sebetulnya ya, supaya dialog-dialog yang serius begitu jadi tidak hanya sekadar basa-basi supaya ini masalah bisa diselesaikan," katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BNPT: Jumlah Masyarakat Berpaham Radikal Capai 20.000

Sekitar 700 karyawan berstatus tenaga kerja kontrak itu sejak Mei 2020 telah menjalani kebijakan di rumahkan tanpa digaji.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Menpora Ajak Pemuda Kreatif dan Berjiwa Kewirausahaan

Menpora Zainudin Amali mengajak pemuda Indonesia untuk kreatif, inovatif, dan berjiwa kewirausahaan untuk menghadapi tantangan bonus demografi.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

BNPT Tangkap Lebih dari 100 Terduga Teroris di Masa Pandemi Covid-19

Menurut Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Ahmad Nurwahid ada lebih dari 100 pelaku teror yang telah dibekuk selama wabah Covid-19.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Sambut Sumpah Pemuda, PDIP Gelorakan Semangat Anak Muda Hadapi Pandemi Covid-19

Generasi muda mempunyai tanggung jawab yang besar membawa bangsa Indonesia lebih baik lagi.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Bawaslu Harus Terus Awasi dengan Ketat Protokol Kesehatan saat Kampanye

Pelanggar dapat secara otomatis berbenah diri karena mendapat sorotan tajam.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Food Estate Sumut Akan Dibangun di Lahan Seluas 30.000 Hektare

Dari luas lahan 60.000 hektare yang telah disediakan, untuk tahap awal akan digunakan sebagai Food Estate di atas lahan seluas 30.000 hektare.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Pakar Politik: Hormati Kesakralan Sumpah Pemuda

Masyarakat diharapkan tidak melakukan aksi anarkis yang bisa mencoreng kesakralan peringatan Sumpah Pemuda.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Sebut Izin Usaha Rumit, Mahfud MD Contohkan Kesulitan Anaknya Buka Klinik Dokter

Menko Polhukam Mahfud MD menyebut perizinan untuk berusaha di Indonesia begitu rumit. Diapun mencontohkan kesulitan anaknya membuka klinik dokter.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Mahfud Ungkap “Sistem Kearsipan” Malaikat Raqib dan Atid

Menko Polhukam Mahfud MD menganalogikan sistem kearsipan digital dengan sosok malaikat yaitu Raqib dan Atid.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Kasus Korupsi E-KTP, KPK Periksa Eks Ketua Komisi II DPR

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi megaproyek e-KTP.

NASIONAL | 27 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS