Peneliti Utama LIPI Mochtar Pabottingi Dukung Jokowi dan PSI di Pemilu 2019
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Peneliti Utama LIPI Mochtar Pabottingi Dukung Jokowi dan PSI di Pemilu 2019

Rabu, 3 April 2019 | 13:32 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti utama bidang politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mochtar Pabottingi, memberi dukungan kepada Jokowi dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Pemilu 2019. Dukungan itu ia sampaikan dalam video yang beredar luas di dunia maya.

Menurut doktor ilmu politik University of Hawaii, Amerika Serikat, itu Jokowi banyak menorehkan prestasi dalam pembangunan, terutama fokus membangun wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang seolah tidak terjamah oleh rezim-rezim sebelumnya.

“Dari kelima Presiden pasca Reformasi, Presiden Jokowi yang terbanyak menghasilkan prestasi nyata dalam pembangunan, dan perbaikan perikehidupan ekonomi, sosial rakyat, hingga ke wilayah-wilayah pinggiran Tanah Air yang praktis selalu diabaikan atau tak sempat diurus selama masa-masa Reformasi sebelumnya,” kata dia dalam video berdurasi 05:27 menit itu.
.
Lebih jauh, dari tokoh-tokoh yang pernah menjadi presiden Indonesia, ia mengatakan hanya Jokowi yang layak disandingkan dengan ketokohan Presiden Soekarno dalam hal transparansi dan melawan korupsi.

Tak hanya itu, kesahajaan hidup dalam pribadi Jokowi dan keluarganya, dan yang selalu mengutamakan kerja keras bagi sesama patut dijadikan teladan.

“Dari seluruh Presiden yang pernah memerintah dalam republik kita, mungkin hanya dengan Presiden Sukarno, Presiden Jokowi bisa disejajarkan dalam hal kebersihan dan keterjauhannya dari praktik korupsi, dan KKN pribadi,” tambahnya.

“Dan bisa dipastikan Presiden Jokowi yang telah mengukuhkan teladan hidup yang tak hanya bersahaja, melainkan juga sarat kerja dan prestasi,” pujinya dalam video itu.

Ancaman Kebangkitan Orde Baru

Selanjutnya, Mochtar Pabottingi mengingatkan kondisi bangsa Indonesia hari ini yang masih di bawah bayang-bayang kebangkitan Orde Baru. Ia bahkan menyebut dengan tegas rezim Orde Baru sebagai pembawa malapetaka politik Indonesia.

“Bahaya terbesar yang terus membayangi dan bisa kembali menimpa bangsa kita adalah kembalinya sistem pemerintahan Orde Baru. Dari keempat rezim yang sudah berkiprah di Tanah Air, Orde Baru tersimpul sebagai pembawa malapetaka, maha bencana atas bangsa serta segenap sendi-sendi kenegaraan kita,” kata dia.

Dalam penuturannya, cara mengelola negara ala rezim Orde Baru sangat berbahaya bila diterapkan di Indonesia. Hal itu dikarenakan logika politik dan doktrin keamanan di balik rezim Orba sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai demokrasi Indonesia pasca kemerdekaan.

“Orde Baru ditandai dengan pemerintahan monopolistik, militeristik yang nihil akuntabilitas dan prinsip checks and balances, yang sarat diskriminasi dan kesewenang-wenangan tak bertara di sepanjang sejarah kemerdekaan kita,” tutur pria yang genap 74 tahun pada Juli nanti.

Tak hanya gagal merawat nilai demokrasi dengan melanggengkan kekuasaan monopolistik dan militeristik. Rezim Orde Baru, menurut Mochtar, juga mencederai sila kedua, ketiga, keempat dan kelima dalam Pancasila.

Menurut Mochtar, “Setidaknya 4 sila dari Pancasila, yaitu sila kedua hingga kelima diinjak-injak dan/atau dicampakkan selama Orde Baru, dan semua itu dibiarkan dengan impunitas.”

Namun, setelah kejatuhan rezim Orde Baru dan ditandai dengan terbukanya gerbang Reformasi, kondisi politik Indonesia tak serta-merta terlepas dari pengaruh orang-orang Orde Baru yang mencoba memasuki kembali gelanggang politik. Mochtar Pabottingi pun memakai istilah tarik tambang antara barisan Reformasi dan barisan Orde Baru.

“Maka terjadi dan berlanjutlah kerusakan parah atas perikehidupan bangsa kita sungguh-sungguh secara multidimensi, yang terjadi adalah tarik tambang atau tug of war antara barisan Reformasi dengan barisan Orde Baru, hingga detik ini.” dia memaparkan pemikiran politiknya.

Kondisi politik di bawah pengaruh dan ancaman kebangkitan Orde Baru itu, bagi Mochtar Pabottingi, sedang dipraktikkan lewat pencapresan mantan Pangkostrad era Orba Prabowo Subianto. Ia khawatir, kemenangan Prabowo di Pilpres 2019 ini, bisa membangkitkan gaya politik Orde Baru.

“Berdasarkan fakta-fakta kondisi di sekitar capres Prabowo, saya melihat peluang dan potensi kembalinya sistem pemerintahan Orde Baru secara utuh. Jika capres Prabowo terpilih, tarik tambang antagonistik antarbarisan Reformasi dengan barisan bablasan Orde Baru akan selesai seketika. Digantikan oleh kebangkitan kembali sistem politik Orde Baru secara utuh,” kata Mochtar.

Terkait PSI, sikap profesor LIPI kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan, berangkat dari kekagumannya terhadap PSI sebagai partai modern dan berharkat. Selain itu pula, ia menilai PSI berhasil menjadi wadah pergerakan politik kaum muda berintegritas dan cerdas.

“Dalam usia mudanya itu, PSI telah menampilkan visi kepartaian modern dan berharkat. Ia (PSI) juga berhasil menampilkan tokoh-tokoh muda berintegritas dan berwawasan cerdas,” ujar dia.

Mochtar juga menegaskan bahwa masa depan Indonesia layak dipercayakan layak dipercayakan kepada partai-partai dengan prinsip-prinsip seutama PSI. Menurutnya, gairah politik PSI yang setia menjaga demokrasi dan merawat keberagaman tanpa diskriminasi terlihat jelas dalam dua tahun belakangan.

“Hanya di pundak partai-partai demikian, masa depan Indonesia bisa dipercayakan,” terangnya.

“Sila simak kebangkitan mereka dalam tempo dua tahun terakhir. Kita merindukan partai-partai politik bermartabat, nirkorupsi dan tidak setengah-setengah dalam mengusung demokrasi dan keberagaman tanpa diskriminasi,” lanjut ia.

Lantas, ia pun meminta publik juga mendukung PSI dengan memilih kader-kader PSI di Pileg 2019 mendatang. Baginya, PSI tidak hanya urusan politik semata, tapi bagian dari kebajikan publik.

“Berilah mereka (PSI) kesempatan, luangkan jalan bagi kaum milenial sebagai eksponen kebajikan publik,” pungkas Mochtar Pabottingi.

Ketua Umum PSI, Grace Natalie, menyambut gembira dukungan Mochtar untuk partainya dan Jokowi.

“Dukungan dari sosok senior berintegritas seperti Prof Mochtar sungguh membesarkan hati. Dalam perjuangan PSI yang tak ringan ini, dukungan beliau kian meningkatkan motivasi kami untuk memperbaiki Indonesia,” kata Grace.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Jokowi: Kartu Sembako Beri Kemudahan

"Nanti dengan kartu ini ibu-ibu bisa dapat harga yang didiskon tetapi untuk beli sembako, beras, telur, minyak, gula kira-kira itu," ungkap Jokowi.

POLITIK | 3 April 2019

Konsolidasi Dukungan, Kiai Ma'ruf Lanjutkan Safari ke Sukabumi

Jabar adalah provinsi yang padat penduduk, tapi peta dukungan masih bisa berubah.

POLITIK | 3 April 2019

Facebook Buat Fitur Info Caleg untuk Pemilu 2019

Facebook tidak terlibat dalam pembuatan konten video para kandidat, sepenuhnya diproduksi oleh kandidat.

POLITIK | 3 April 2019

PSI Pecat Kader yang Gelapkan Uang Koperasi

Saat PSI mengetahui bahwa ada kasus hukum penggalapan dana yang dilakukan Sudar, maka dengan cepat PSI mengambil tindakan.

POLITIK | 3 April 2019

Jokowi Promosikan Kartu Prakerja di Ngawi

Setelah mereka lulus kuliah, bisa langsung diterima di pekerjaan.

POLITIK | 3 April 2019

Jokowi: KIP Kuliah Bisa Digunakan Hingga Studi ke Luar Negeri

"Nanti dengan kartu ini akan dicetak sarjana sebanyak-banyaknya. Kita akan geser ke pengembangan SDM," ucap Jokowi.

POLITIK | 3 April 2019

KPU: Kampanye Rapat Umum saat Isra Mikraj Opsional

KPU mengimbau para peserta pemilu tidak melakukan kampanye rapat umum pada peringatan Isra Miraj tersebut.

POLITIK | 3 April 2019

Prabowo-Sandi Targetkan Kemenangan 80% di Jabar

Jawa Barat merupakan salah satu lumbung suara bagi pasangan nomor urut 02.

POLITIK | 3 April 2019

Erick Janjikan Konser Akbar 01 di Hari Terakhir Kampanye

"Konser itu akan digelar besar-besaran. Saya tidak mau bicara angka."

POLITIK | 3 April 2019

Janjikan 13 Menteri PAN dan PKS, Kubu Prabowo Disebut Nggege Mongso

"Bagaimana mau bagi-bagi kursi menteri kalau pemilu saja belum?"

POLITIK | 3 April 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS