Waketum Gerindra Sebut Sistem Demokrasi Indonesia Kesasar
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Waketum Gerindra Sebut Sistem Demokrasi Indonesia Kesasar

Jumat, 19 Juli 2019 | 15:49 WIB
Oleh : Hotman Siregar / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Puyuono menyebut sistem demokrasi Indonesia sudah kesasar. Menurutnya, para politisi sering mengucapkan kalau sistem demokrasi Indonesia mengenal oposisi padahal itu keliru.

"Padahal sudah jelas-jelas di konstitusi kita bukan sistem parlementer. Supaya pada melek semua ya, yang namanya anggota DPR dari mulai pusat hingga kabupaten/kota ya harus selalu berseberangan dengan pemerintah untuk menjadi pengawas jalan pemerintahan dan mitra kerja pemerintah," kata Arief di Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Menurut Arief, yang namanya Dewan Perwakilan Rakyat harus mewakili suara rakyat bukan suara pemerintah. Menurutnya, pemerintah memiliki tugas mengurus negara dan rakyat yang harus diawasi oleh DPR.

"Kalau di legislatif itu dikenal adanya oposisi, ya DPR diganti saja jadi Dewan Perwakilan Rakyat yang saat ini 40 persen kursinya dan Dewan Perwakilan Pemerintah yang 60 persen kursinya," ucapnya.

Ia mencontohkan pemerintah dalam hal penggunaan APBN melewati batasan defisit anggaran yang ditentukan tidak akan bisa dimakjulkan oleh DPR karena di badan legislatif karena suara "Dewan Perwakilan Pemerintah" lebih banyak .

"Jadi tambah kesasar tuh sistem demokrasi kita," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Penggunaan Politik Identitas di Indonesia Dinilai Kebablasan

Penggunaan politik identitas berlabelkan agama menyebabkan persoalan toleransi dan kemajemukan.

POLITIK | 19 Juli 2019

Rapat Dewan Pembina Gerindra Bahas Evaluasi Internal Partai

Rapat juga menyetujui rekomendasi untuk dilakukannya konsolidasi partai secara menyeluruh, baik di tingkat legislatif, kader dan struktur partai.

POLITIK | 19 Juli 2019

Wujud Rekonsiliasi, Gerindra Inginkan Kursi Ketua MPR

"Komposisi terbaik adalah Ketua MPR dari Gerindra, dan Ketua DPR dari PDIP," kata Sodik.

POLITIK | 19 Juli 2019

Prabowo Akan Jelaskan Langkah Rekonsiliasi

Prabowo akan menjelaskan langkah rekonsiliasi yang sudah dilakukan pasca-Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

POLITIK | 19 Juli 2019

PSI Berkomitmen Dukung Jokowi "Sampai Titik Darah Penghabisan"

Grace Natalie memperkenalkan anak-anak muda yang selama ini membantu kampanye Jokowi-Ma'ruf.

POLITIK | 19 Juli 2019

Prabowo Akan Pimpin Rapat Dewan Pembina Gerindra

"Rapat besok adalah bagian dari rapat rutin biasa yang diselenggarakan oleh dewan pembina,” kata Ahmad Muzani, Kamis (18/7/2019).

POLITIK | 19 Juli 2019

Temui Jokowi, Grace Natalie Bantah Bahas Calon Menteri

Ketua Umum PSI Grace Natalie membantah pertemuan membahas kandidat calon menteri.

POLITIK | 19 Juli 2019

Parpol Diminta Umumkan Nama Calon Menteri ke Publik

Publik perlu dilibatkan dalam proses pengisian kabinet Jokowi-Ma'ruf dengan mengetahui nama calon-calon menteri di dalamnya.

POLITIK | 18 Juli 2019

DPD RI Akan Kawal Aspirasi Daerah Sampai Masa Bakti Berakhir

DPD akan terus produktif dalam menghasilkan output lembaga di sisa pengabdian.

POLITIK | 18 Juli 2019

PSI: Preseden Buruk, PAN Pertahankan Taufik Kurniawan di DPR

Rekan-rekan di PAN sama sekali tidak sensitif pada isu korupsi.

POLITIK | 18 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS