Anak dan Menantu Jokowi Maju Pilkada, Budiman Anggap Beban Moral
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Anak dan Menantu Jokowi Maju Pilkada, Budiman Anggap Beban Moral

Minggu, 22 Desember 2019 | 07:29 WIB
Oleh : JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko menilai majunya anak Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka dan menantu Bobby Nasution adalah suatu beban moral bagi keduanya.

Ditambah lagi, sebagai ayah kandung dan mertua, Presiden Jokowi mesti harus memikirkan hal ini supaya menangnya Gibran dan Bobby tidak menjadi beban moral dirinya.

"Beban berat dia, menang enggak dianggap hebat, kalau kalah memalukan," ujar Budiman saat ditemui wartawan di Jakarta, Sabtu (21/12/2019) malam.

Beban itu seharusnya dijawab oleh Gibran, karena dia yang memutuskan untuk maju menjadi kepala daerah. Menurut Budiman, Gibran harus keluar dari bayang-bayang bapaknya dan kalau menang jangan sampai dianggap karena dikatrol oleh Presiden.

Gibran harus mematahkan tantangan itu. Karena pekerjaan terbesar dia bukan memenangkan pertarungan kepala daerah.

Bagi Budiman, memenangkan itu soal relatif lebih mudah bagi seorang Gibran yang dianggap cukup populer bagi sebagian kalangan.

"Seorang seperti Gibran mudah memenangkan pertarungan itu. Dia boleh lah, dia cukup populer. Sebagai pendatang baru dia populer lah ya," ujar Budiman.

Ia menambahkan kemenangan Gibran juga akan tergantung Dewan Pimpinan Pusat PDI-P memutuskan bagaimana strateginya.

"Saya tidak tahu apakah dia punya ide-ide tertentu atau kita (PDI-P) juga memikirkan itu," ujar Budiman.

Namun yang jadi masalah justru ketika kompetisi itu berakhir, entah berakhir dengan kemenangan atau kekalahan Gibran, hasil apapun akan membuat beban moral yang mengerikan untuk putra sulung Presiden Jokowi itu.

Budiman mengatakan jika dirinya hanya berempati, karena jika dinilai proses politiknya secara prosedural tidak melanggar hukum.

Budiman mengatakan setiap warga negara punya hak mencalonkan diri dalam pemilihan umum secara hukum.

"Anaknya Soeharto saja boleh kok ikut pemilu. Ya kan? Itu hak ya. Hak dia enggak boleh dilarang," kata Ketua Inovator 4.0 itu.

Apalagi Gibran sungguh-sungguh memenangkan pemilu tapi kemudian orang mengatakan bukan karena Gibran yang hebat. Itu secara psikologis mengerikan menurut Budiman.

"Saya enggak tahu karena saya bukan anak seorang tokoh, tapi saya belum tentu sanggup seperti dia menanggung beban itu. Tapi kalau menurut saya, dia harus keluar dari bayang-bayang bapaknya (Presiden Jokowi) dan sanggup tidak mengalami beban kemenangannya sendiri," kata Budiman.

Begitu pula dengan Bobby, menurut Budiman bebannya kurang lebih sama karena itu diperlukan suatu strategi luar biasa cerdas untuk membuktikan diri telah lepas dari bayang-bayang tersebut.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Rakernas PDIP Bakal Hadirkan Semangat Nusantara

Rakernas PDIP kali ini adalah "Solid Bergerak Mewujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional".

POLITIK | 21 Desember 2019

Gibran: Saya Siap Mengabdi pada Partai

Putra sulung Presiden Jokowi itu, mendapat pertanyaan oleh panitia cukup lama, sedikitnya selama satu jam.

POLITIK | 21 Desember 2019

LP3ES Soroti Kemunduran Demokrasi dan Pelemahan Civil Society

Kemunduran demokrasi dan pelemahan masyarakat sipil bisa berujung pada oligarki kekuasaan.

POLITIK | 21 Desember 2019

Regulasi Ibu Kota Negara Baru Diajukan ke DPR Januari 2020

Naskah akademik dan drafnya telah rampung.

POLITIK | 20 Desember 2019

Jokowi: Pembangunan Ibu Kota Baru Bukan Semata-mata Pindah Lokasi

Terdapat lima desain hasil sayembara, dari 755 peserta yang mengikuti sayembara, yang dipresentasikan kepada Presiden.

POLITIK | 20 Desember 2019

Ketua Komisi III Ucapkan Selamat Bertugas bagi Pimpinan Baru KPK dan Dewas

Herman berharap pimpinan baru KPK dapat bertugas dengan baik dalam menjalankan agenda pemberantasan korupsi.

POLITIK | 20 Desember 2019

Membaik, Adian Dirawat di RS Siloam Kebon Jeruk

Adian kini menjalani perawatan di RS Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (20/12/2019).

POLITIK | 20 Desember 2019

Vladimir Putin akan Berkunjung ke Indonesia

Putin ingin merayakan 70 tahun hubungan itu di Indonesia.

POLITIK | 20 Desember 2019

Pemerintah Diminta Kaji Mendalam Pilkada Asimetris

Pemerintah diminta mengkaji secara mendalam dan komprehensif sebelum memutuskan untuk menerapkan pilkada asimetris di sejumlah wilayah, seperti Papua

POLITIK | 19 Desember 2019

Pengamat: Peraturan KPU No 18 Tahun 2019 Ambigu

PKPU No 18 Tahun 2019 tentang pencalonan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, cenderung ambigu dan mengoyak rasa keadilan masyarakat.

POLITIK | 20 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS