Elektabilitas AHY 4,8%, Ini Kata Politisi Demokrat
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Elektabilitas AHY 4,8%, Ini Kata Politisi Demokrat

Senin, 8 Juni 2020 | 19:54 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Elektabilitas Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mencapai 4,8 persen berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia. Temuan ini ditanggapi positif oleh Wakil Sekretaris Jenderal PD, Irwan.

"Survei ini bagi saya menarik dan menguntungkan AHY sebagai ketum Partai Demokrat, karena walaupun bukan sebagai kepala daerah yang berhadapan langsung dengan penanganan Covid -19, tetapi mampu meraih 4,8 persen," kata Irwan, Senin (8/6/2020).

Menurut Irwan, masyarakat Indonesia tentu mengapresiasi kebijakan AHY untuk melaksanakan Gerakan Nasional Demokrat Lawan Corona serta Gerakan Nasional Demokrat Peduli dan Berbagi. Irwan menilai elektabilitas para tokoh untuk digadang-gadang sebagai pemimpin Indonesia ke depan akan dinamis.

"Tentu survei ini akan terus dinamis apalagi pasca-Covid-19. Para kepala daerah yang beruntung secara elektabilitas karena Covid-19 akan kehilangan momentum politik dan tentu membuat semua menjadi dinamis lagi untuk meraih simpati masyarakat," ungkap anggota DPR dari Daerah Pemilihan Kalimantan Timur tersebut.

Di sisi lain, Irwan mengatakan hasil survei elektabilitas tokoh secara keseluruhan sangat prematur. Sebab lebih menguntungkan beberapa kepala daerah yang melonjak karena disorot menangani Covid-19 di daerahnya masing-masing.

"Elektabilitas Pak Anies (Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan) turun tetapi tidak signifikan dan kemungkinan dipengaruhi beberapa pemberitaan perbedaan kebijakan dengan pemerintah pusat. Jadi bagi saya survei di tengah pandemi Covid-19 ini tidak bisa jadi acuan untuk meneropong pemilihan presiden yang akan datang," demikian Irwan.

Sekadar diketahui, survei Indikator Politik Indonesia dilakukan melalui wawancara via sambungan telepon. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei digelar pada 16-18 Mei 2020 terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Maret 2020. Survei ini menggunakan pertanyaan, "Jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih sebagai presiden di antara nama-nama berikut ini?".

Berikut hasil survei tersebut:

1. Prabowo Subianto 14,1% (Februari 22,2%)

2. Ganjar Pranowo 11,8% (Februari 9,1%)

3. Anies Baswedan 10,4% (Februari 12,1%)

4. Ridwan Kamil 7,7% (Februari 3,8%)

5. Sandiaga Uno 6,0% (Februari 9,5%)

6. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,8% (Februari 6,5%)

7. Khofifah Indar Parawansa 4,3% (Februari 5,7%)

8. M Mahfud Md 3,3% (Februari 3,8%)

9. Gatot Nurmantyo 1,7% (Februari 2,2%)

10. Erick Thohir 1,6% (Februari 1,9%)

11. Puan Maharani 0,8% (Februari 1,4%)

12. Tito Karnavian 0,6% (Februari (0,8%)

13. Budi Gunawan 0,4% (Februari 0,4%)

14. Muhaimin Iskandar 0,0% (Februari 0,3%)

Tidak tahu/tidak jawab 32,3% (Februari 20,3%)



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 

AHY

BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Wapres: Kunci Hadapi New Normal Adalah Patuhi Protokol Kesehatan

Menurut Wapres, situasi sekarang ini relatif sudah bisa terkontrol sehingga sudah bisa memasuki new normal.

POLITIK | 8 Juni 2020

Dukungan DPD Gerindra ke Prabowo Berkorelasi dengan Skenario Pemilu 2024

Pergulatan politik dalam waktu 4 tahun mendatang bisa mengubah keadaan karena berbagai kemungkinan masih bisa terjadi.

POLITIK | 8 Juni 2020

Gelar Pilkada di Tengah Covid 19, Indonesia Minta Masukan dari Korsel

Mendagri Tito Karnavian menerima Duta Besar Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia Kim Chang-beom untuk meminta masukan menyelenggarakan pemilu.

POLITIK | 8 Juni 2020

Gerindra Diyakini Siapkan Prabowo Kembali Bertarung di Pilpres 2024

Prabowo Subianto merupakan magnet elektoral paling dominan dari Partai Gerindra yang belum tergantikan hingga saat ini.

POLITIK | 8 Juni 2020

Jokowi Gelar Ratas Perdana Tatap Muka, Peserta Dikurangi 50 Persen

Kepa Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono membenarkan hal tersebut. Bahwa ratas bertatap muka akan dilakukan kembali mulai hari ini.

POLITIK | 8 Juni 2020

ASN Diminta Pegang Teguh dan Amalkan Pancasila

ASN harus pedang teguh Pancasila.

NASIONAL | 8 Juni 2020

MPR: Tak Ada Ruang untuk Rasisme Tumbuh di Indonesia

Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat menegaskan, tidak ada ruang untuk rasisme tumbuh dan berkembang di Tanah Air

POLITIK | 8 Juni 2020

Golkar: Program Kartu Prakerja Berhasil

Partai Golkar mengklaim kartu prakerja yang diluncurkan pemerintah berhasil.

POLITIK | 7 Juni 2020

Pilkada Serentak Jaga Muruah Demokrasi

Pelaksanaan pilkada juga untuk menjaga muruah Indonesia sebagai negara demokrasi di hadapan dunia internasional

POLITIK | 7 Juni 2020

Pandemi Covid-19, Elektabilitas Ganjar dan Ridwan Kamil Terkerek

Dukungan kepada Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil kini cenderung meningkat dibandingkan temuan Februari lalu.

POLITIK | 7 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS