Pengamat: Parpol di Solo Bernyali Kecil, Gibran Bakal Lawan Kotak Kosong
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Pengamat: Parpol di Solo Bernyali Kecil, Gibran Bakal Lawan Kotak Kosong

Selasa, 21 Juli 2020 | 19:58 WIB
Oleh : Stefy Thenu / JAS

Semarang, Beritasatu.com – Calon Wali Kota Solo yang diusung PDI Perjuangan (PDIP) Gibran Rakabuming Raka berpeluang besar melawan kotak kosong dalam Pilkada Solo atau Pilwalkot Solo 9 Desember mendatang. Hal itu dikarenakan tidak ada partai politik yang berani mengusung calon lain untuk melawan Gibran.

‘’Parpol di Solo bernyali kecil untuk mengusung calon lain sebagai lawan tanding Gibran dalam kontestasi Pilkada, akibatnya Gibran melenggang bebas menjadi calon tunggal dan berpeluang besar melawan kotak kosong,’’ tegas pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, M Yulianto, kepada Beritasatu.com, Selasa (21/7).

Menurut Yulianto, ciutnya nyali parpol di Solo bukan tanpa sebab. Secara historis, kekuatan politik di Solo sejak tahun 1950-an selalu didominasi oleh partai nasionalis. Sehingga, tak heran, saat PDIP menetapkan calon yang akan diusung dalam Pilkada, maka praktis parpol-parpol lainnya ikut merapat dan memberi dukungan pada calon yang diusung partai berlambang moncong putih tersebut.

Dikatakan, kalau pun ada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang melawan arus sendirian karena tak memiliki rekan koalisi, menurut Yulianto, hal itu tidak lebih sebagai pencitraan dari partai tersebut, yang mencoba selalu tampil beda dan mengambil posisi berseberangan dengan pemerintah atau partai pendukung pemerintah, dalam kapasitas sebagai partai oposisi.

Yulianto menegaskan, dipilihnya Gibran untuk maju dalam Pilkada Solo merupakan bagian dari membangun dinasti politik baru di Solo, yakni keluarga Jokowi. Fenomena Gibran adalah efek domino dari kharisma politik sang ayah yang juga presiden. Namun, Gibran harus membuktikan kapabilitas manajemen politik dan pemerintahan dalam proses Pilkada, juga kapasitas personal dalam membangun komunikasi sosial dengan masyarakat Solo yg amat beragam.

‘’Hal itu bukan perkara mudah bagi Gibran, yang amat minim pengalaman. Meski bisa berargumentasi bahwa kepemimpinan bisa dipelajari dalam perjalanan nanti, tapi dia akan menghadapi dinamika sosial politik Kota Solo yang cukup tinggi dan dinamis, sebagai salah satu barometer kota di Indonesia selama ini,’’ tegas dosen Fisip Undip itu.

Menurut Yulianto, Gibran berpeluang menjadi calon tunggal dan bakal melawan kotak kosong. Pertanyaannya sekarang, bukan berapa persen suara yang bakal diperoleh Gibran, tapi berapa persen suara yang diperoleh kotak kosong.

"Jumlah suara dalam kotak kosong itu yang akan membuktikan seberapa besar Gibran diterima oleh masyarakat Kota Solo. Persentase suara di kotak kosong menjadi antitesa dari realitas politik saat ini, dengan hadirnya dinasti politik, yang sejatinya kurang baik bagi demokrasi,’’ tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Gara-gara M Nasir, Partai Demokrat Bisa Terperosok di Pilkada Serentak

Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono harusnya mampu menertibkan kader-kader yang berulah dan memperburuk citra partainya.

POLITIK | 21 Juli 2020

Ketua Komisi II DPR Pastikan Jadwal Pilkada 2020 Tak Berubah

Hasil survei Indikator Indonesia menemukan fakta mayoritas masyarakat ingin Pilkada Serentak2020 ditunda.

POLITIK | 21 Juli 2020

Mendagri Sebut Pencairan Dana Pilkada Sudah 85%

Tito optimistis Pilkada Serentak 2020 mampu membangkitkan sektor ekonomi dan UMKM.

POLITIK | 21 Juli 2020

Azis Syamsuddin Dilaporkan ke MKD DPR

Azis Syamsuddi dianggap melanggar kode etik, karena tidak memberi izin RDP)Komisi III DPR yang rencananya membahas kasus terpidana Djoko Tjandra.

POLITIK | 21 Juli 2020

Tingkat Kepuasan Publik terhadap Pencegahan Covid-19 Pemerintah Meningkat

Jika di survei Mei 2020 ditemukan 56,4 persen responden menyatakan cukup puas dan sangat puas, maka di survei Juli 2020, terdapat 60,2 persen.

POLITIK | 21 Juli 2020

Rapat Perdana Komite Penanganan Covid-19 dan PEN Rumuskan Kebijakan Strategis

Tim y bertugas merumuskan sejumlah kebijakan, serta memantau dengan seksama perkembangan perekonomian nasional.

POLITIK | 21 Juli 2020

PKB Dukung Keputusan Jokowi Bubarkan 18 Lembaga

Anggota Fraksi PKB DPR RI, Abdul Kadir Karding, menyatakan pihaknya mendukung langkah Presiden Jokowi membubarkan 18 lembaga nonstruktural.

POLITIK | 21 Juli 2020

Azis Syamsuddin: Komisi III Lebih Baik Turun ke Lapangan daripada Rapat Djoko Tjandra

Azis Syamsuddin minta Komisi III berkunjung ke mitra kerjanya, seperti Kepolisian, Kejaksaan, Kemkumham, dalam rangka melakukan fungsi pengawasan.

POLITIK | 21 Juli 2020

Hasto PDIP: Pancasila Berbeda dengan Marxisme atau Kapitalisme

Bila Marxisme-Komunisme dan Kapitalisme-Liberalisme mengandung benih-benih imperialisme kolonialisme, Pancasila justru bertujuan membangun persaudaraan dunia.

POLITIK | 21 Juli 2020

Ahmad Sahroni: Tetap Fokus di Sosok Djoko Tjandra

Kasus keluar dan masuknya buronan Bank Bali, Djoko Tjandra ke Indonesia, memunculkan isu mengenai keterlibatan aparat penegak hukum (APH)

POLITIK | 20 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS