Ketua DPR: Perempuan Butuh Berpolitik, Politik Butuh Perempuan
INDEX

BISNIS-27 503.122 (3.27)   |   COMPOSITE 5724.74 (38.65)   |   DBX 1066.46 (5.9)   |   I-GRADE 166.255 (1.33)   |   IDX30 491.004 (3.79)   |   IDX80 129.735 (1.18)   |   IDXBUMN20 364.991 (2.88)   |   IDXG30 133.352 (1.26)   |   IDXHIDIV20 441.973 (3.34)   |   IDXQ30 143.512 (0.71)   |   IDXSMC-COM 247.38 (2.02)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (4.18)   |   IDXV30 127.096 (1.4)   |   INFOBANK15 976.214 (3.91)   |   Investor33 422.656 (2.94)   |   ISSI 167.54 (1.34)   |   JII 607.336 (5.33)   |   JII70 209.626 (2)   |   KOMPAS100 1162.4 (9.2)   |   LQ45 904.834 (7.73)   |   MBX 1587.29 (11)   |   MNC36 315.598 (2.2)   |   PEFINDO25 317.232 (0.51)   |   SMInfra18 287.626 (3.29)   |   SRI-KEHATI 361.444 (2.42)   |  

Ketua DPR: Perempuan Butuh Berpolitik, Politik Butuh Perempuan

Selasa, 20 Oktober 2020 | 20:26 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan bahwa kaum perempuan jangan ragu terjun ke dunia politik. Pasalnya, perempuan memiliki karakteristik yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi situasi krisis.

“Saya menegaskan bahwa perempuan butuh berpolitik karena politik butuh perempuan,” kata Puan, pada pembukaan Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Selasa (20/10/2020), di Jakarta.

Dalam kongres yang digelar secara virtual itu, Puan menjelaskan bahwa kaca pembatas peran perempuan dalam berpolitik di Indonesia sudah runtuh saat Megawati Soekarnoputri menjadi perempuan pertama yang dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 23 Juli 2001.

“Saat ada yang bicara bahwa peran perempuan di politik selalu dibatasi oleh glass ceiling, sesungguhnya glass ceiling politik bagi perempuan Indonesia sudah diruntuhkan di hari Ibu Megawati dilantik menjadi Presiden,” ungkap Puan.

Sejak saat itu, kata Puan, peran perempuan di Indonesia terus berkembang pesat. Saat ini banyak perempuan yang memegang peran strategis dalam setiap kegiatan pembangunan di bidang ekonomi, sosial, lingkungan hidup, olahraga, ilmu pengetahuan, riset, dan lain sebagainya.

Puan menyampaikan, dalam bidang politik sudah banyak yang dicapai perempuan Indonesia. Di antaranya adalah peningkatan jumlah perempuan yang terpilih menjadi anggota DPR. Pada periode 2014-2019 sekitar 17 persen anggota DPR adalah perempuan, periode 2019-2024 jumlah perempuan yang menjadi anggota DPR meningkat menjadi sekitar 21 persen.

“Sekarang banyak anggota perempuan DPR-RI yang menempati posisi pimpinan Alat Kelengkapan Dewan,” ujar Puan.

“Banyak perempuan Indonesia juga sudah berhasil menjadi kepala daerah selama ini, seperti Bu Risma (Tri Rismaharini) di Surabaya yang saat maju di Pilkada diusung oleh PDI Perjuangan,” sambung wakil rakyat dari dapil Jawa Tengah V tersebut.

Puan mengatakan, banyak negara menghormati apa yang perempuan Indonesia telah capai dalam politik. Salah satu buktinya, kata Puan, saat dia menghadiri acara Asia-Pacific Parliamentary Forum di Australia pada Januari 2020.

“Semua negara peserta acara tersebut bertepuk tangan saat saya sebutkan bahwa Indonesia pernah memiliki presiden perempuan dan sekarang memiliki Ketua DPR perempuan yang pertama,” ungkapnya.

Puan melanjutkan, meski banyak kemajuan yang telah dicapai oleh perempuan Indonesia di berbagai bidang, namun perempuan masih menghadapi berbagai kendala yang dapat berasal dari kehidupan sosial, budaya, ekonomi, maupun politik.

Untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi perempuan tersebut, dibutuhkan keputusan-keputusan politik serta kebijakan-kebijakan politik.

“Itulah mengapa perempuan butuh berpolitik,” ujarnya.

Saat ini pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan. Puan menilai perempuan bukan saja terdampak, tetapi juga berperan besar dalam usaha menangani pandemi Covid-19.

Hal itu dia sampaikan karena secara global 70 persen tenaga medis terdiri dari perempuan yang saat ini menjadi ujung tombak penyelamatan nyawa manusia. Puan mengungkapkan bahwa pemerintah menyebut 60 persen UMKM di Indonesia yang memproduksi hand sanitizer atau masker dimiliki atau dikelola oleh perempuan.

“Bahwa perempuan bukan hanya kelompok yang terdampak besar Covid-19, namun perempuan juga memiliki peran besar dalam menangani Covid-19. Inilah contoh nyata dari yang saya maksud dengan politik membutuhkan perempuan,” pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jokowi Sebut Kunjungan PM Suga Makin Kokohkan Kemitraan Strategis Indonesia-Jepang

Menurut Presiden Jokowi, kunjungan tersebut akan semakin memperkokoh kemitraan strategis antara Indonesia dan Jepang.

POLITIK | 20 Oktober 2020

Mendagri: Pembagian Masker Lebih Efektif Katrol Elektabilitas Paslon

Tito juga mengimbau para paslon agar berkompetisi secara sehat dengan cara-cara yang cerdas.

POLITIK | 20 Oktober 2020

Tokoh Indonesia Dijadikan Nama Jalan di Negara Lain

Proklamator kemerdekaan Indonesia Soekarno juga menjadi nama salah satu jalan di Maroko. Begitu pula dengan Pakistan.

POLITIK | 20 Oktober 2020

Mendagri Tegaskan KPU dan Bawaslu Harus Bersikap Netral

Menurut Tito, tindakan penyelenggara yang tidak netral dapat merusak pelaksanaan Pilkada dan bisa melahirkan konflik di daerah.

POLITIK | 20 Oktober 2020

Komisi I DPR: Jepang Melihat Indonesia Sebagai Negara Strategis

unjungan Perdana Menteri (PM) Jepang, Yoshihide Suga, ke Tanah Air dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kerja sama yang sudah lama terjalin antara RI-Jepang.

POLITIK | 20 Oktober 2020

Mendagri Sebut Realisasi Pencairan Dana Pilkada Dekati 100%

Tito meminta daerah-daerah yang belum lunas hingga 100 persen agar segera menyelesaikan utangnya.

POLITIK | 20 Oktober 2020

Mendagri: Pelaksanaan Kampanye Pilkada Relatif Aman

Menurut Tito, selama 25 hari pelaksanaan kampanye pilkada relatif aman.

POLITIK | 20 Oktober 2020

1 Tahun Pemerintahan Jokowi, Demokrasi Tertekan Pandemi

Secara umum banyak negara demokrasi terjebak dalam negara ototarianisme seperti India dan Filipina. Kalau di Indonesia relatif terjaga.

POLITIK | 20 Oktober 2020

PKS: Penegakan Hukum Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Belum Sesuai Harapan

Mardani berharap pemerintah dapat memperhatikan aspek penegakan hukum, termasuk situasi politik dan keamanan.

POLITIK | 20 Oktober 2020

Anggota DPD Sarankan Tunda Pilkada di Zona Merah dan Hitam

Risiko terpapar virus corona bagi petugas dan pemilih sangat tinggi karena terjadi kerumunan massa.

POLITIK | 20 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS