Gandeng Ajinomoto, Pemkab Bogor Berdayakan Petani Kangkung

Gandeng Ajinomoto, Pemkab Bogor Berdayakan Petani Kangkung
General Manager CFSD Ajinomoto Indonesia Koji Tamakoshi, Kepala Departemen CFSD, dan Kepala PR M. Fachrurozy, saat menghadiri acara Kampung Kangkung Saori di Bogor, Rabu (13/12). ( Foto: Beritasatu Photo/Vento Saudale )
Vento Saudale / FER Kamis, 14 Desember 2017 | 16:39 WIB

Bogor - Kabupaten Bogor dijadikan sebagai satu dari tiga daerah sentra pertanian sayur kangkung di Indonesia. Terlebih, kangkung saat ini sudah menjadi menu utama di setiap restoran, sehingga kondisi tersebut membuat tingginya permintaan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor, Siti Nurianty, mengatakan saat ini luas lahan pertanian kangkung sudah mencapai 1.537 hektar (ha).

"Saat ini potensi komoditas kangkung di Kabupaten Bogor cukup luar biasa. Khususnya di wilayah kecamatan Leuwiliang, Ciaruteun dan Parung. Bahkan, kualitas dan kuantitas kangkung yang diproduksi petani Kabupaten Bogor tidak diragukan," kata Siti disela-sela acara Kampung Kangkung Saori di Bogor, Rabu (13/12).

Dalam kesempatan yang sama, sebanyak 150 petani kangkung dari tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor, mendapat kesempatan untuk mengikuti seminar peningkatan kapasitas dan kualitas melalui program Kampung Kangkung Saori.

Kampung Kangkung Saori merupakan program Ajinomoto Shared Valeu (ASV) sebagai bentuk apresiasi terhadap petani kangkung yang menjadi mitra dari indutsri bumbu masak PT Ajinomoto Indonesia.

General Manager CFSD Ajinomoto Indonesia, Koji Tamakoshi, mengatakan, Saori dan kangkung memiliki hubungan erat. Karena selama ini Saori konsisten mensosialisasikan tumis kangkung sejak 2005. "Peningkatan penjualan Saori berdampak positif dengan penjualan kangkung," katanya.

Koji menambahkan, pihaknya tidak hanya fokus pada penjualan saja, tetapi bagaimana memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Indonesia menyangkut aspek sosial dan kesehatan. Ia berharap, petani kangkung yang hadir di kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas dan jumlah produksi kangkung sehingga kangkung sebagai isi sayuran bergizi bisa dihasilkan lebih baik dan optimal.

"Kami akan mengevaluasi efek positif kegiatan ini terhadap petani kangkung dan Saori untuk mempertimbangkan pelaksanaan kegiatan Kampung kangkung Saori selanjutnya," tambahnya.



Sumber: BeritaSatu.com