"Jakarta Memanggil": Senjata Dinkes untuk Melawan HIV
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

"Jakarta Memanggil": Senjata Dinkes untuk Melawan HIV

Rabu, 12 Februari 2020 | 14:48 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com -Angka Orang dengan HIV-AIDS (ODHA) yang tinggi di Jakarta kian menyita perhatian pemerintah.

Sebab, data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan adanya 109.676 ODHA namun hanya 65.606 penderita yang terdeteksi. Jakarta pun disebut sebagai empat besar provinsi dengan jumlah ODHA tertinggi bersama Papua, Bali, dan Jawa Timur.

Dengan angka ODHA yang tinggi, Jakarta turut andil dalam inisiatif global Fast Track yang bertujuan untuk membebaskan kota-kota besar di dunia dari HIV-AIDS di tahun 2030. Adapun inisiatif ini dikenal dengan tujuan 90-90-90 (90 persen deteksi ODHA, 90 persen ODHA dalam tahap pengobatan, 90 persen supresi viral load).

Guna mempercepat pencapaian Fast Track, Pemprov DKI Jakarta bersama USAID dan FHI 360 meluncurkan program 'Jakarta Memanggil' yang mengajak para petugas kesehatan untuk menanggulangi HIV-AIDS.

Diikuti oleh 42 puskesmas dan 4 klinik mitra khususnya unit layanan tes HIV-AIDS dan PDP (Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan), program ini dikemas secara menarik yakni melalui gamifikasi.

Layaknya sebuah permainan, semakin banyak program aksi-aksi penanggulangan HIV/AIDS, semakin tinggi level yang diraih dan insentif yang diberikan. Dengan total lima level, program ini berlangsung hingga bulan April mendatang. Seterusnya hingga September 2020, program ini akan diterapkan sesuai dengan kebutuhan.

"Mengatasi HIV/AIDS khususnya mempersempit angka ODHA dan pengobatan tidak dapat dilakukan tanpa adanya kontribusi yang proaktif. Dengan gamifikasi yang dikemas menarik, para petugas kesehatan akan termotivasi untuk mencapai tujuan Jakarta bebas HIV/AIDS," ujar Kepala Dinas Kesehatan Jakarta Widyastuti pada peluncuran Jakarta Memanggil di Gedung RRI, Jakarta, Selasa (12/2/2020).

Widyastuti menyatakan, program Jakarta Memanggil juga meliputi metode notifikasi pasangan atau penerapan tes HIV/AIDS pada pasangan ODHA. Dikarenakan penyakit ini menular melalui pertukaran cairan, metode ini dianggap efektif dalam mendeteksi ODHA.

"Namun, mengajak pasangan agar ingin diperiksa menjadi tantangan sendiri. Sering kali keduanya saling menyalahkan karena penyebaran HIV-AIDS. Dengan adanya Jakarta Memanggil, petugas kesehatan akan semakin terdorong untuk menemukan penyampaian yang bersifat sangat humanis," ujarnya.

Adapun Windra Waworuntu selaku Direktur Pemberantasan Penyakit Langsung menyatakan akselerasi penanggulangan ini harus segera dilakukan.

"Jakarta adalah tulang punggung Indonesia dengan jumlah penduduk yang menyentuh sekiranya 10 juta jiwa. Dengan angka ODHA yang tinggi, maka kami harus segera mengakselerasi penanggulangan HIV/AIDS. Apabila semakin banyak ODHA yang berobat, maka risiko penularannya akan semakin rendah," ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Begini Alur Pemeriksaan Virus Korona di Laboratorium Kemkes

Hingga Selasa, 10 Februari 2020 pukul 18.00 WIB, 62 spesimen negatif nCoV dan dua spesimen dalam proses pemeriksaan.

KESEHATAN | 12 Februari 2020

BKKBN Ungkap Dua Tantangan Turunkan Angka Kelahiran

Program Keluarga Berencana (KB) tidak lagi didukung oleh lingkungan yang strategis sejak otonomi daerah.

KESEHATAN | 11 Februari 2020

Angka Kelahiran Naik Buat BKKBN Galau

BKKBN menargetkan angka kelahiran total (TFR) turun di angka 2,1 yang menandakan penduduk tumbuh seimbang.

KESEHATAN | 11 Februari 2020

Ini Penyebab Indonesia Belum Ada Kasus Korona Kata Menkes

Meski kasus korona belum ada di Indonesia, bukan berarti Kemkes bisa lengah.

NASIONAL | 11 Februari 2020

Cegah Virus Korona, Jokowi Apresiasi Kemkes

Meski sempat ada 62 orang yang berstatus suspect, tetapi setelah dicek semuanya dinyatakan negatif.

KESEHATAN | 11 Februari 2020

Wapres Soroti Sistem Perlindungan Sosial

Wapres Ma'ruf Amin juga meminta agar setiap kegiatan yang menyangkut percepatan penanggulangan kemiskinan dilaksanakan di daerah hingga desa.

KESEHATAN | 11 Februari 2020

Wapres Minta Upaya Turunkan Prevalensi Stunting Digenjot

Ma'ruf Amin mempertanyakan efektivitas anggaran tersebut yang belum cukup tercermin dalam penurunan stunting.

KESEHATAN | 11 Februari 2020

Kemkes : 59 Kasus Diduga Virus Korona di Indonesia Negatif

Sebanyak 59 pasien sudah keluar hasilnya dan negatif. Sementara tiga spesimen lainnya masih dalam proses pemeriksaan.

KESEHATAN | 10 Februari 2020

Kondisi Membaik, Pasien di Tulungagung Diprediksi Negatif Korona

Setelah ditangani dokter spesialis paru-paru, suhu badannya turun normal, batuk-batuknya sudah sembuh.

KESEHATAN | 10 Februari 2020

Satu WNI di Natuna Sakit Karena Air Kotor, Bukan Virus Korona

WNI yang sakit dikarenakan air tangki yang kotor. Namun semua itu sudah teratasi, dan kabar terakhir yang bersangkutan sudah kembali sehat.

KESEHATAN | 10 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS