Yuk, Jaga Kesehatan Reproduksi: "Pahami dan Rencanakan dengan Nyaman" Kontrasepsimu
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

Yuk, Jaga Kesehatan Reproduksi: "Pahami dan Rencanakan dengan Nyaman" Kontrasepsimu

Sabtu, 26 September 2020 | 06:00 WIB
Oleh : JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Saat ini Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang kemudian berdampak pada seluruh aspek kehidupan termasuk penyelenggaraan pelayanan KB. Berdasarkan data statistik rutin BKKBN, capaian peserta KB baru mengalami penurunan secara signifikan dari 422.315 pada bulan Maret 2020 menjadi 371.292 dan 388.390 pada bulan April dan Mei 2020.

Di samping itu, terdapat beberapa tantangan dalam pelayanan KB pada masa pandemi ini diantaranya keterbatasan akses terhadap pelayanan di fasilitas kesehatan, kebutuhan alat pelindung diri (APD) yang memadai dan memenuhi standar bagi petugas pelayanan KB, serta penerapan pelayanan KB di era new normal dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Adanya pandemi Covid-19 kemudian juga berdampak pada peningkatan kehamilan tidak diinginkan (KTD) di beberapa wilayah sebagai akibat dari penurunan kesertaan KB dan peningkatan angka putus pakai kontrasepsi.

Penurunan akses layanan fasilitas kesehatan berdampak pada terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan yang presentasinya hampir mencapai 17,5%, ungkap Kepala BKKBN DR (HC), dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K). BKKBN juga berkomitmen capai tujuan Family Planning 2020 dan menjamin akses ketersediaan kontrasepsi yang berkualitas dan terus memberikan informasi dan edukasi terkait kesehatan reproduksi dan kontrasepsi kepada masyarakat, imbuh Hasto.

Dalam rangka mengatasi hambatan akses kontrasepsi selama pandemi, BKKBN melakukan beberapa langkah strategis. Seperti, layanan kontrasepsi bagi satu juta akseptor dari rumah ke rumah di seluruh Indonesia, membuat sistem informasi secara masif dengan menggunakan multi-level networking (mencakup 34 provinsi, 514 kabupaten, 23.400 penyuluh lapangan dan 1,2 juta kader), dan memaksimalkan teknologi digital yaitu; KlikKB dalam pemberikan konseling kontrasepsi.

Selain itu, untuk terus meningkatkan komitmen masyarakat Pasangan Usia Subur (PUS) dalam ber-KB diperlukan pula adanya dukungan dari berbagai pihak terkait antara lain stakeholder, provider medis dan mitra kerja baik pemerintah maupun swasta untuk memberikan pelayanan KB yang berkualitas. Karenanya sangat penting untuk terus menjalin kerja sama dalam meningkatkan komitmen dan dukungan dari berbagai pihak untuk percepatan pencapaian program Bangga Kencana.

Oleh karena itu, dipandang perlu dilaksanakan serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia/ World Contraception Day (WCD) Tahun 2020 sekaligus sosialisasi dan publikasi, antara lain: Launching Aplikasi Klik KB,; Bulan Pelayanan KB MKJP; Sertifikasi Kompetensi Bidan Terlatih; Lomba covering jingle BKKBN “ Berencana Itu Keren”; Webinar Series: Gynecology Practice for General Practitioner (GP4GP); Lomba Senam Sajojo dan Sajojo Serentak; Webinar Indeks Kualitas Pelayanan KB; Empowering Women’s Choices for the Next 60 Years APAC Virtual Summit; Peresmian Tugu Kontrasepsi di DIY; dan Webinar dalam Rangka Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2020.

Pada peringatan WCD 2020 ini dengan pesan kunci “Pahami dan Rencanakan dengan Nyaman” penting untuk mengarahkan masyarakat tentang kontrasepsi menjadi lebih dari sekadar alat untuk mencegah terjadinya kehamilan, tetapi untuk mewujudkan kehidupan reproduksi yang sehat agar terhindar dari kehamilan tidak diinginkan serta kesakitan dan kematian karena kehamilan terlalu muda, terlalu tua, terlalu rapat/dekat, dan terlalu sering/banyak.

Hal tersebut diiringi dengan upaya peningkatan pemahaman komprehensif tentang ragam jenis serta kelemahan dan kelebihan masing-masing alat/obat kontrasepsi. Semakin banyak tahu ragam jenisnya, semakin banyak tahu pilihan sesuai dengan yang dibutuhkan. Semakin banyak tahu kelemahan dan kelebihannya, semakin tenang dan nyaman menggunakannya karena terhindar dari rumor, mitos, dan ketakutan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Perempuan Jadi Ujung Tombak Tekan Penularan Covid-19 dalam Klaster Keluarga

Kementerian PPPA sudah melibatkan organisasi kewanitaan dalam menekan persebaran virus Covid-19. Di antaranya adalah PKK dan Dharma Wanita.

KESEHATAN | 25 September 2020

Dokter Diminta Waspada Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

Tenaga kesehatan khususnya dokter yang bekerja di luar RS Covid-19 untuk berhati-hati pada pasien tanpa gejala.

KESEHATAN | 25 September 2020

Kasus Covid-19 Membeludak, Dokter Makin Terancam

Jika kasus Covid-19 bertambah, maka rumah sakit atau fasilitas tidak akan sanggup untuk mengatasi lonjakan pasien.

KESEHATAN | 25 September 2020

Percepat Uji Spesimen, Pyridam Farma Sediakan Mobile PCR Lab

Mobile PCR Lab yang disediakan Pyridam Farma sudah memenuhi standar protokol kesehatan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

KESEHATAN | 25 September 2020

UGM Persiapkan “GeNose” Alat Pendeteksi Covid-19 dari Embusan Napas

GeNose adalah alat yang mampu mendeteksi seseorang terinfeksi Covid-19 hanya dengan embusan nafas.

KESEHATAN | 25 September 2020

PT HOCL Beri Alat Pembuat Cairan Disinfektan ke RSUD Kembangan

PT HOCL telah memberikan lima alat pembuat cairan disinfektan asal Korea Selatan kepada RSUD Kembangan untuk membantu mencegah penularan Covid-19.

KESEHATAN | 25 September 2020

Lagi, Kasus Baru Covid-19 Catat Rekor Baru 4.823

Penambahan harian Covid-19 kembali menorehkan rekor baru pada hari ini, Jumat (25/9/2020), yaitu mencapai 4.823.

KESEHATAN | 25 September 2020

Menkes: Anggap Semua Orang Positif, Bukan Sakit

Ini bertujuan supaya setiap orang menjalankan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan memakai masker.

KESEHATAN | 25 September 2020

Tes Usap Kedua, Rektor IPB Negatif Covid-19

Hanya sepekan setelah tes pertama yang menyatakan positif.

KESEHATAN | 25 September 2020

Cegah Covid-19, GrabCar Protect Kini Hadir di Jayapura

Puluhan armada GrabCar Protect telah resmi diluncurkan di Jayapura untuk mencegah penyebaran virus corona di transportasi.

KESEHATAN | 25 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS