Muhaimin: Sektor Pertanian Perlu Diperkuat untuk Hadapi Krisis Ekonomi
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Muhaimin: Sektor Pertanian Perlu Diperkuat untuk Hadapi Krisis Ekonomi

Selasa, 21 Juli 2020 | 07:39 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Bogor, Beritasatu.com - Wakil Ketua DPR RI Koordinasi Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan penguatan produksi pertanian bisa menjadi kunci dalam menghadapi krisis ekonomi akibat mewabahnya virus corona.

"Pertanian adalah solusi menghadapi krisis. 75% desa-desa kita adalah desa pertanian dan mayoritas penduduk Indonesia pendapatannya bertumpu pada sektor pertanian dan sumber daya alam. Karenanya, dibutuhkan perhatian khusus ke sektor ini," ungkap Muhaimin ini saat melaksanakan kunjungan kerja ke Institut Pertanian Bogor (IPB), Minggu (19/7/2020).

Menurut Muhaimin, Indonesia membutuhkan reorientasi ekonomi baru karena Indonesia sedang menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Orientasi ekonomi baru ini bisa berupa penguatan sektor pertanian. Dengan ini, Indonesia dapat menjadi kekuatan pangan dunia dan tidak bergantung pada bahan impor.

“Kita harus keluar dari ketergantungan global, khususnya dari sektor pertanian dan pangan. Bangsa Indonesia harus berdaulat pangan. Kita tidak boleh menggantungkan nasib pangan 260 jutaan rakyat Indonesia dari luar karena itu sangat berbahaya jika terjadi krisis,” tegasnya.

Pada kunjungan tersebut, Rektor IPB Arif Satria menjelaskan berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh IPB di bidang teknologi pertanian dan pangan berbasis 4.0, serta mendorong regenerasi petani dengan menciptakan sociopreneur. Misalnya, dengan mengembangkan program santrientrepreneur.

Menanggapi inovasi dari IPB, Muhaimin optimis gagasan untuk melakukan reorientasi ekonomi baru ke sektor pertanian dapat diwujudkan dengan adanya dukungan dari perguruan tinggi dan pakar.

"Saya sudah memerintahkan kepada semua calon pimpinan daerah yang diusung oleh PKB untuk melakukan kontrak politik dengan menjalankan reorientasi ekonomi baru ke sektor pertanian dan ekonomi alternatif lainnya yang menyejahterakan rakyat dan tidak merusak lingkungan," tutup Muhaimin.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Organisasi Penggerak Fokus pada Pengembangan Kompetensi Siswa

Total anggaran yang akan dialokasikan untuk Program Organisasi Penggerak sebesar Rp 595 miliar.

NASIONAL | 20 Juli 2020

Menpora Hadiri Penyerahan LHP LKPP 2019 dari BPK kepada Presiden

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) termasuk salah satu kementerian/lembaga yang meraih opini Wajar Tanpa Pnegecualian (WTP) dari BPK.

NASIONAL | 20 Juli 2020

SPIL Dukung Kota Surabaya Keluar dari Zona Merah

SPIL menyalurkan bantuan kepada Satuan Tugas (Satgas) Kampung Tangguh Semeru di sekitar operasional perusahaan.

NASIONAL | 20 Juli 2020

Pemerintah dan Aparat Hukum Diminta Bekukan Aset Djoko Tjandra

Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman meminta pemerintah dan aparat penegak hukum membekukan aset-aset milik Djoko Tjandra

NASIONAL | 20 Juli 2020

Diperiksa KPK Sebagai Tersangka Suap, Bos PT Sharleen Raya: Saya Bukan Penjahat Negara

Penyidik KPK memeriksa Direktur dan Komisaris PT Sharleen Raya (JECO Group), Hong Arta John Alfred sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek Kempupera

NASIONAL | 20 Juli 2020

Djoko Tjandra Manfaatkan Lemahnya Sistem dan Koordinasi Penegakan Hukum

permintaan Djoko Tjandra yang menginginkan sidang PK digelar secara daring, memanfaatkan kelemahan koordinasi penegakan hukum Indonesia

NASIONAL | 20 Juli 2020

Djoko Tjandra Tantang Aparat Penegak Hukum Indonesia

permintaan yang disampaikan Djoko Tjandra sama saja menantang aparat penegak hukum Indonesia

NASIONAL | 20 Juli 2020

Soal Vonis Penyerang Novel Baswedan, Praktisi Hukum: Putusan Hakim Harus Dianggap Benar

Menurut praktisi hukum M Zakir Rasyidi, vonis terdakwa penyerang air keras terhadap Novel Baswedan harus dihormati.

NASIONAL | 20 Juli 2020

Wamenag: Zakat Jadi Solusi Penanggulangan Kemiskinan Era Covid-19

Pendayagunaan zakat secara konsumtif dan produktif bertujuan membangun suatu masyarakat yang hidup tolong-menolong, punya rasa solidaritas sosial yang tinggi.

NASIONAL | 20 Juli 2020

Presiden Bubarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

Presiden Jokowi secara resmi membubarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 tahun 2020.

NASIONAL | 20 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS