Nadiem Akan Evaluasi Program Organisasi Penggerak
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Nadiem Akan Evaluasi Program Organisasi Penggerak

Minggu, 26 Juli 2020 | 15:40 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim akan menindaklanjuti masukan berbagai pihak mengenai Program Organisasi Pendidikan (POP). Kemendikbud akan melakukan evaluasi lanjutan terhadap POP secara intensif selama 3-4 minggu ke depan.

“Saya berterima kasih atas berbagai masukan yang ada. Kita semua sepakat bahwa POP merupakan gerakan bersama masyarakat untuk memajukan pendidikan nasional,” ungkap Mendikbud Nadiem pada taklimat media daring, Jumat (24/7/2020).

Evaluasi lanjutan ini, lanjut Nadiem, bertujuan untuk menyempurnakan terlaksananya POP dan menjaga integritas program. Sejumlah pakar pendidikan, lembaga negara hingga organisasi kemasyarakatan (ormas) akan terlibat dalam evaluasi lanjutan.

Ormas yang dimaksud adalah mereka yang memiliki andil dalam memajukan pendidikan Indonesia.

“Tanpa peran aktif organisasi dengan sejarah perjuangan yang panjang, pencapaian pendidikan kita tidak mungkin sampai pada titik ini. Untuk itu merupakan kehormatan bagi kami untuk bisa berdiskusi dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak demi kesuksesan POP,” kata Nadiem.

Menurut Nadiem, evaluasi lanjutan ini akan memperhatikan tiga hal.

Pertama adalah integritas seleksi. Kemendikbud bersama pihak eksternal lainnya akan melakukan audit terhadap keseluruhan proses seleksi yang sudah berlangsung.

“Kami tidak hanya melihat secara internal, tetapi akan mengundang pihak eksternal untuk melihat proses yang telah dilakukan, (serta) memastikan bahwa integritas dan transparansinya terbaik,” jelas Nadiem.

Kedua adalah kredibilitas dari organisasi yang lolos seleksi. Nantinya, akan terdapat verifikasi dan evaluasi yang lebih ketat terhadap rekam jejak integritas organisasi penggerak.

Ketiga adalah efektivitas pencapaian program organisasi tersebut di tengah mewabahnya virus corona. Nantinya, Kemendikbud juga akan berkoordinasi terkait keamanan dan keselamatan program selama masa pandemi.

Nadiem memastikan agar organisasi penggerak tidak perlu khawatir dengan adanya penyempurnaan program.

Sebab, evaluasi ini dapat memperkuat dukungan masyarakat maupun ormas. Dengan ini, para organisasi penggerak dapat lebih termotivasi pada tahap pelaksanaan program.

“Mereka juga bisa lebih percaya diri membantu menggerakan reformasi pendidikan dan memberikan ide-ide dan terobosan baru yang tadinya tidak terpikirkan oleh pemerintah demi anak-anak bangsa kita,” jelas Nadiem.

“Pemerintah akan terus mengupayakan prinsip gotong royong dalam menyelenggarakan berbagai program dan mencapai tujuan kita bersama,” tutupnya.

Adapun POP dirancang agar Kemendikbud dapat belajar dari inovasi-inovasi pembelajaran terbaik yang digerakan masyarakat. Melalui POP, ormas diberikan kesempatan untuk menggerakkan pendidikan dalam skala yang lebih besar.

Pada kategori POP terbesar atau kategori Gajah, misalnya, organisasi penggerak diharapkan menyasar lebih dari 100 satuan pendidikan.

Sebanyak 4.464 organisasi mendaftar dan mengikuti proses evaluasi proposal yang terdiri atas seleksi administrasi, substansi, dan verifikasi. Dari proses seleksi tersebut, sebanyak 156 ormas dinyatakan lolos.

POP ini juga fokus pada berbagai upaya pengembangan literasi, numerasi, dan karakter di 34 provinsi di seluruh Indonesia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Anies: Pembelajaran Jarak Jauh Perlu Dipandang sebagai Peluang

Kegiatan belajar atau perkuliahan, kata Anies, tidak lagi hanya seluas ruangan kelas, tetapi seluas ruang digital yang bisa menjangkau negara manapun.

NASIONAL | 26 Juli 2020

Lonjakan Kasus Covid-19 Sumut karena Masyarakat Sepelekan Protokol Kesehatan

Penyebaran virus corona masih terus berlangsung karena masyarakat belum juga merubah budaya di tengah pandemi.

NASIONAL | 26 Juli 2020

Pemprov Bengkulu Berikan Sanksi Ringan bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Sanksi yang diberikan kepada warga yang tidak memakai masker saat berada di luar rumah masih ringan, yakni hukumannya diminta membersihkan sampah dan push up.

NASIONAL | 26 Juli 2020

36.000 Pelajar Dapat Bantuan Kuota Internet dari Diknas Kota Bengkulu

Setiap pelajar tingkat SD, SMP dan SMA/SMK sederajat di Kota Bengkulu akan mendapat jatah kuota sebesar Rp 40.000/bulan.

NASIONAL | 26 Juli 2020

Anggota Sindikat Spesialis Pencurian Motor Sport Diciduk

Aparat langsung mengepung dan menggerebek sebuah rumah di Desa Taeng, Gowa yang dijadikan tempat persembunyian pelaku inisial N.

NASIONAL | 26 Juli 2020

23 Rumah Sakit di Jateng Terima Insentif Covid-19

Rumah sakit yang mendapat insentif covid-19 antara lain di Kota Semarang, Klaten, Magelang, Salatiga, Rembang, Surakarta, Kudus, Jepara, dan Cilacap.

NASIONAL | 26 Juli 2020

Sembuh dari Covid-19, Rektor USU Imbau Dosen Periksa Kesehatan

Demi keselamatan bersama keluarga besar USU, Runtung Sitepu tidak mengizinkan adanya aktivitas di dalam kampus selama ditutup.

NASIONAL | 26 Juli 2020

Lima Bupati di Bengkulu Akan Maju Lagi di Pilkada Serentak 2020

Kelima bupati yang bakal kembali mencalon diri itu adalah bupati Kepahiang, Kaur, Bengkulu Selatan, Mukomuko, dan Bengkulu Utara.

NASIONAL | 26 Juli 2020

Gubernur Sumut Belum Izinkan Sekolah Belajar Tatap Muka

"Kita menghindari anak supaya jangan sampai terpapar virus corona," ujar Edy Rahmayadi

NASIONAL | 26 Juli 2020

Menteri LHK: Pemerintah Mendukung Langkah dan Kiprah Profesi Insinyur Indonesia

Siti Nurbaya lebih mengatakan, dengan kondisi pandemi Covid-19 berkembang langkah dan kebijakan New Deal dan orientasi green economy.

NASIONAL | 26 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS