Ini Strategi Ditjen Hubdat Tekan Emisi Gas Rumah Kaca
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Ini Strategi Ditjen Hubdat Tekan Emisi Gas Rumah Kaca

Kamis, 30 Juli 2020 | 20:18 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Bidang transportasi merupakan penyumbang emisi gas buang tertinggi. Untuk itu, Kementerian Perhubungan (Kemhub) terus berupaya untuk menekan emisi gas rumah kaca dengan meningkatkan layanan angkutan umum.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Angkutan Jalan Ahmad Yani ketika memberikan sambutan secara daring pada kegiatan Bimbingan Teknis Rencana Aksi Nasional - Gas Rumah Kaca (RAN-GRK) di Yogyakarta, Rabu (29/7/2020).

Yani menjelaskan, Kemhub saat ini memiliki program peningkatan layanan angkutan umum melalui skema Buy the Service yang tersebar di beberapa kota. Tahun ini, terdapat lima kota yang mendapatkan program tersebut yakni Palembang, Solo, Yogyakarta, Medan, dan Denpasar.

"Tahun depan, kami sudah mulai menggunakan bus listrik. Sudah kami hitung berapa biaya operasinya dan bagaimana pengaruhnya pada penurunan emisi gas rumah kaca," kata Yani.

Yani juga akan membantu penggunaan non-motorized vehicle di daerah. Tak hanya itu, pemerintah daerah (pemda) diharapkan dapat melakukan manajemen rekayasa lalu lintas yang mendukung angkutan umum, sehingga transportasi umum menjadi lebih menarik.

Dengan ini, masyarakat dapat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Adapun Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) telah melakukan sejumlah aksi mitigasi gas rumah kaca. Di antaranya adalah mendorong pembinaan dan pengembangan sistem transit bus rapid transit (BRT), serta memanfaatkan teknologi lalu lintas dengan area traffic control system (ATCS).

Beberapa strategi lainnya adalah pembangunan budaya berkendara yang lebih baik (smart driving), analisis dampak lalu lintas (Andalalin), peremajaan armada angkutan umum hingga penggunaan solar cell pada penerangan jalan umum.

Menurut Kasubdit Angkutan Perkotaan Wahyu Hapsoro, penyelenggaraan Bimtek RAN-GRK ditujukan untuk meningkatkan kualitas inventarisasi gas rumah kaca sub-sektor transportasi darat baik bagi SDM Balai Pengelola Transportasi Darat selalu perwakilan Ditjen Hubdat.

Kegiatan ini juga ditujukan untuk membantu dinas perhubungan (dishub) setempat dalam melaksanakan inventarisasi dan merencanakan kegiatan pendukung aksi mitigasi gas rumah kaca.

Dalam sambutannya, Kadishub DI Yogyakarta Tavip Agus Rayanto menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan Kemhub di Yogyakarta.

"Sudut pandang dari transportasi adalah bagaimana meningkatkan kualitas layanan publik, bukan mengambil keuntungan dari masyarakat pengguna layanan," kata Tavip.

Dishub Yogyakarta, lanjutnya, juga telah melakukan beberapa aksi mitigasi gas rumah kaca seperti membangun ATCS. Hingga saat ini, terdapat 81 simpang di Yogyakarta yang dikontrol dengan ATCS.

Sebagai informasi, kegiatan Bimtek RAN-GRK berlangsung selama 29-30 Juli.

Sejumlah narasumber hadir untuk memberikan paparannya termasuk Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan Kemhub dengan tema “Kebijakan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Transportasi” dan Direktorat Prasarana Transportasi Jalan yang membahas “Program Pengembangan Prasarana Transportasi Darat Pendukung Aksi Mitigasi GRK”.

Subdit Angkutan Multimoda dan Antarmoda juga memberikan presentasi terkait “Program Angkutan Jalan Pendukung Aksi Mitigasi Gas Rumah Kaca”.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Universitas 17 Agustus Gelar Wisuda Secara Daring

Wisuda daring akan digelar Universitas 17 Agustus 1945 telah dilakukan pada 27 Juli.

NASIONAL | 30 Juli 2020

Cegah Covid-19, Gree Indonesia Sumbangkan Penjernih Udara kepada Pemkab Karawang

Penjernih udara yang disumbangkan mampu mencegah penyebaran virus corona dalam ruangan tertutup.

NASIONAL | 30 Juli 2020

Jelang Iduladha, Kemhub Antisipasi Lonjakan Kendaraan

Kemhub telah mempersiapkan personel, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan lalu lintas kendaraan.

NASIONAL | 28 Juni 2020

Ganjar Cek Stasiun Tawang Pantau Pemudik Iduladha

Selama pantauan di Stasiun Tawang, Ganjar belum menemukan adanya peningkatan jumlah penumpang secara signifikan

NASIONAL | 30 Juli 2020

Brigjen Prasetijo Utomo Mulai Diperiksa Sebagai Tersangka

Bareskrim mulai memeriksa mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Kakorwas) PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo sebagai tersangka.

NASIONAL | 30 Juli 2020

Kemhub Raih Opini WTP Tujuh Kali Berturut-Turut

Kemhub berkomitmen untuk menindaklanjuti rekomendasi BPK agar tetap mempertahankan opini WTPnya.

NASIONAL | 30 Juli 2020

Status Tanggap Darurat Covid-19 di DIY Diperpanjang Sebulan Lagi

Perpanjangan status tanggap darurat Covid-19 ini terhitung efektif mulai 1 Agustus hingga 31 Agustus 2020, setelah masa Tanggap Darurat kedua berakhir besok.

NASIONAL | 30 Juli 2020

Ratusan Peserta Antusias Ikuti Jambore Adiwiyata Nasional 2020 Secara Virtual

Jambore Adiwiyata Nasional virtual ini meliputi 10 kegiatan, diantaranya adalah TOT untuk Penggiat Adiwiyata.

NASIONAL | 30 Juli 2020

Mendikbud Diminta Tidak Buka Sekolah di Luar Zona Hijau

Sistem belajar jarak jauh sudah benar. Bahwa ada masalah anak-anak yang tidak punya akses internet maupun gawai, maka hal tersebut harus diatasi.

NASIONAL | 30 Juli 2020

Pelacakan Kasus Covid-19 di Gedung Sate Bandung Mencakup Ratusan Orang

Setiawan menjelaskan, 40 orang terkonfirmasi positif Covid-19 itu terdiri dari 17 pegawai negeri sipil (PNS) dan 23 orang lainnya non-PNS.

NASIONAL | 30 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS