Nadiem Harap Muhammadiyah, NU, PGRI Kembali ke POP
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Nadiem Harap Muhammadiyah, NU, PGRI Kembali ke POP

Jumat, 7 Agustus 2020 | 14:55 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Program Organisasi Penggerak (POP) yang diinisiasi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat ini ramai diperbincangkan.

Terpilihnya organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berafiliasi dengan perusahaan besar yakni Tanoto Foundation dan Yayasan Putera Sampoerna menuai pro dan kontra. Sejumlah lembaga seperti Muhammadiyah, NU, dan PGRI menyatakan mundur dari POP. Walaupun Nadiem telah menyampaikan permintaan maaf, ketiganya belum memutuskan untuk kembali ke POP.

Meski demikian, Nadiem masih berharap partisipasi ketiga organisasi tersebut dalam program yang baru diluncurkan bulan Maret lalu.

“Tiga organisasi yang mundur adalah organisasi yang berpuluh-puluh tahun berjasa di dunia pendidikan. Tanpa partisipasi mereka, program ini tidak mungkin bisa mencapai dampak yang kita inginkan,” kata Mendikbud Nadiem pada acara Mata Najwa di Trans 7, Rabu (5/8/2020).

Nadiem berharap organisasi tersebut dapat memberikan bimbingan agar POP dapat berlangsung dengan sempurna. Pihaknya juga saat ini sedang melakukan proses evaluasi selama beberapa minggu ke depan.

Beberapa masukan yang diterima sudah ditindaklanjuti. Pertama, organisasi yang memiliki pendanaan korporasi tidak menerima dana dari APBN. Kedua, evaluasi selama satu bulan ini terhadap sisi penyerapan anggaran dan kredibilitas organisasi yang lolos.

“Kami mengundang dari luar atau independen. Kami ingin mengajak BPKP dan KPK untuk membimbing kita melakukan evaluasi sebelum program ini dilaksanakan untuk mengecek apakah semuanya sudah mengikuti standar transparansi,” ujar Nadiem.

“Yang terpenting adalah melihat penyerapan anggaran di masa Covid-19 ini apakah bisa dilaksanakan di akhir tahun atau kita patut memulainya di bulan Januari,” lanjutnya.

Namun, penentuan kapan diselenggarakannya akan tergantung pada hasil evaluasi.

Pada kesempatan tersebut, Nadiem menjelaskan melalui POP, merupakan program di mana Kemendikbud bisa menemukan strategi yang telah lama diimplementasikan oleh berbagai institusi pendidikan bahkan selama berpuluh-puluh tahun.

“Program ini agar Kemendikbud bisa mempelajari dari mereka dengan bantuan dana kita agar terlihat lebih jelas hasilnya. Yang sukses, akan kita ambil strategi dan jurus tersebut untuk diimplementasikan secara nasional,” ujarnya.

Nadiem menekankan, semua organisasi yang lolos seleksi akan diukur satu tahun setelah program dimulai berdasarkan asesmen kompetensi numerasi, literasi, dan survei karakter. Dengan ini, proses dapat berlangsung transparan dan kesuksesan setiap organisasi dapat terukur secara kuantitatif dan kualitatif.

“Cara mencapai pencapaian tersebut terserah masing-masing organisasi,” pungkas Nadiem.

Sejak ditunjuk sebagai Mendikbud, Nadiem telah mengeluarkan beberapa kebijakan yang fokus pada peningkatan hasil pembelajaran siswa. Hal ini dilatarbelakangi oleh rendahnya nilai siswa Indonesia untuk Programme for International Student Assessment (PISA). Di tahun 2018, Indonesia bahkan menduduki urutan bawah.

Salah satunya adalah POP yang diluncurkan pada bulan Maret lalu sebagai episode kelima “Merdeka Belajar”.

Dilansir dari laman Kemdikbud, POP ditujukan untuk mendorong hadirnya ribuan sekolah penggerak yang mampu mendemonstrasikan kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) terutama dari kepala sekolah, serta guru di dalamnya. Harapannya, sekolah-sekolah ini akan menjadi penggerak untuk meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.

Dalam berbagai kesempatan, POP juga diperkenalkan sebagai upaya bergotong royong untuk memajukan pendidikan nasional.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Terpapar Covid-19, Seorang Perawat RS Haji Medan Meninggal

Seorang perawat di Rumah Sakit Haji Medan meninggal dunia dalam usia 34 tahun diduga karena terpapar virus corona.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Kasus Obat Covid-19, Muanas Nilai Laporan Hadi Pranoto Sekadar Bela Diri

Muanas merasa bersyukur karena ternyata Hadi tidak melaporkannya terkait ganti rugi.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Uskup Agung Medan Sembuh dari Covid-19

Uskup Agung Medan, Mgr Kornelius Sipayung OFMCap dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan boleh pulang ke komunitasnya.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

8 Tahanan Polsek Medan Area Kabur

Sebanyak tiga orang di antaranya berhasil diringkus, sedangkan lima orang lainnya masih dikejar petugas.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Dugaan Hoax Herbal Covid-19, Hadi Pranoto Polisikan Pelapor

Diketahui sebelumnya, Muanas lebih dulu melaporkan Hadi Pranoto dan Anji pemilik akun youtube @duniamanji.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Diperiksa Polisi, Pengacara Djoko Tjandra Dapat Ditahan

Pengacara Djoko Soegianto Tjandra, Anita Dewi Anggraeni Kolopaking (AK), akhirnya muncul pada panggilan kedua sebagai tersangka di Mabes Polri, Jumat (4/8/2020)

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Banten Dapat Bantuan Ratusan APD dan Paket Sembako dari Super Indo Peduli

"Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan dan sumbangan dari Super Indo dan Benih Baik," ujar Wahidin.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Hasil Swab, 4O Pegawai Staf dan Anggota DPRD Bengkulu Negatif Covid-19

Meski 40 orang staf dan anggota dewan yang hasil uji swab negatif Covid-19, tapi mereka tetap diminta menjalani isolasi mandiri di rumah

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Rektor IAIN Bengkulu Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Saat ini rektor IAIN Bengkulu masih menjalankan tugas kedinasan dari rumah atau work from home (WFH).

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Mendagri Minta Pemda Perbanyak Pengujian Sampel Covid-19

Dalam menyikapi kasus Covid-19, daerah harus aktif bukan pasif.

NASIONAL | 7 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS