Bersama Pakar Olahraga, Kempora Bahas Penerapan Sports Science
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Bersama Pakar Olahraga, Kempora Bahas Penerapan Sports Science

Selasa, 1 September 2020 | 20:19 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Bekasi, Beritasatu.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) menggelar workshop IPTEK olahraga dalam rangka mempersiapkan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-37 pada 9 September mendatang.

Diketahui, Haornas kali ini mengusung tema "Sports Science, Sport Tourism dan Sport Industry”.

Untuk itu, workshop ini diharapkan bisa memaksimalkan penerapan sports science di Indonesia. Tak hanya itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan berdiskusi bersama sejumlah pakar olahraga untuk menyelaraskan antara teori dan penerapan sport science di Tanah Air.

Menurut Staf Khusus Menpora Bidang Pengembangan dan Prestasi Olahraga Mahfudin Nigara, sports science penting dalam mencetak prestasi olahraga Indonesia. Oleh karena itu, semua program latihan para atlet harus memiliki landasan sports science yang kuat.

"Semua harus pakai data, termasuk sports science agar prestasi bisa terukur dan direncanakan dengan baik," ujar Nigara di Hotel Harisson, Bekasi, Selasa (1/9/2020).

Pihaknya berharap sports science dapat mudah diterapkan. Kempora berharap sports science dapat mudah diterapkan. Kemenpora juga mendorong agar kajian-kajian di bidang olahraga semakin banyak dan bisa didistribusikan ke masyarakat-masyarakat olahraga di seluruh Indonesia.

Adapun workshop tersebut membahas mengenai penggunaan teknologi biomekanika untuk menganalisa kemampuan gerak, kajian sports medicine untuk mengakselerasi kemampuan fisiologi dan pemanfaatan instrumen tes yang tepat bagi atlet.

"Itu adalah beberapa isu penting yang harus menjadi perhatian kita, para pemangku kepentingan olahraga di Indonesia. Agar teori-teori tersebut tidak hanya berhenti di lemari akademik dan usang begitu saja tetapi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas," kata Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Hari Setijono.

Jika diterapkan, sports science dianggap bisa mengembangkan dan meningkatkan prestasi olahraga. Sebab, sports science bisa memprediksi dan membandingkan hasil dari tes yang dilakukan.

"Jangan terbalik, tes dulu baru menyusun program. Selama ini, masih menyusun program didahulukan baru tes. Jadi, tidak tepat," tambah Hari.

Ia menambahkan, kelebihan sports science lainnya termasuk memonitor kenaikan dan penurunan performa atlet berdasarkan hasil pelatihan, serta sebagai penentu keputusan seperti terkait promosi dan degradasi berbasis data. Tak hanya itu, sports science juga bisa digunakan untuk mengidentifikasi bakat dana penentuan sasaran, serta sebagai bahan untuk memotivasi.

Hal lainnya yang tak kalah penting, lanjut Hari, adalah adanya pemahaman antara pelatih dan atlet yang sama terkait sports science.

Sementara itu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendorong penelitian dan kolaborasi dari berbagai lembaga peneliti dalam mengembangkan sports science. Dengan ini, sports science bisa segera diterapkan dengan tepat.

"LIPI banyak melakukan penelitian, termasuk bidang sports science, banyak dana di berbagai lembaga peneliti yang bisa dikerjasamakan, bisa dijajaki oleh Kempora," kata Kadek Heri Sanjaya dari LIPI.

Menurut Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Octavianus Matakupan, penerapan sports science membutuhkan komitmen dari pemerintah.

"Sports science sebenarnya sudah ada sejak 1980, tetapi sebatas heboh. Jika ada kegagalan prestasi, lalu dianggap penting harus ada peran sports science," jelas Octavianus.

"Kata kuncinya, jangan berhenti. Ada komitmen pemerintah untuk kontinuitas. Hanya dengan menjaga penerapan secara terus menerus akan ada hasil. Saya melihat hasil Asian Games, SEA Games yang lalu bagus karena ada beberapa cabor yang berkelanjutan menerapkan sports science," tutupnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mekeng: Pemerintah Sudah Tepat Berikan Optimisme, Bukan Hanyut Dalam Resesi

Yang dilakukan pemerintah saat ini adalah mencegah supaya pertumbuhan ekonomi di kuartal III dan IV tidak turun ke minus yang lebih tinggi.

NASIONAL | 1 September 2020

Agustinus Purna Irawan Kembali Dilantik Jadi Rektor Untar

Agustinus akan mendorong sivitas akademika agar dapat menghasilkan karya-karya akademis yang dapat langsung membawa manfaat bagi masyarakat luas.

NASIONAL | 1 September 2020

7 Calon Bersaing Jadi Jubir KPK

Saat ini terdapat tujuh calon yang dinyatakan lulus seleksi administrasi atau memenuhi persyaratan administrasi menjadi juru bicara KPK.

NASIONAL | 1 September 2020

PKK Aceh Sosialisasikan Penggunaan Masker Door to Door

Sosialisasi dilakukan untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat agar menggunakan masker untuk mencegah virus corona.

NASIONAL | 1 September 2020

Plt. Gubernur Aceh Lantik Manajemen BPKS Periode 2020-2025

Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah telah melantik manajemen baru Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) periode 2020-2025.

NASIONAL | 1 September 2020

Paslon Rohidin Mersyah-Rosjonsyah Daftar ke KPU pada 5 September

Rohidin-Rosjonsyah maju di Pilgub Bengkulu, diusung oleh 3 partai politik, yakni PKS, PDIP dan Golkar.

NASIONAL | 1 September 2020

Tanah Milik Keraton Terdampak Tol Diperlakukan Sama

Tanah milik Keraton Yogyakarta dan Paku Alam juga terdampak pembangunan jalan Tol Yogyakarta-Solo. Namun sistem ganti untungnya tetap dilakukan sesuai aturan.

NASIONAL | 1 September 2020

LPSK Tolak Permohonan Perlindungan yang Diajukan Anita Kolopaking

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memutuskan menolak permohonan perlindungan yang diajukan oleh pengacara Joko Soegiarto Tjandra, Anita Kolopaking.

NASIONAL | 1 September 2020

Daftar ke KPU Bengkulu, Bakal Calon Wajib Laksanakan Protokol Kesehatan

Bakal calon kepala daerah yang akan mendaftar ke KPU Bengkulu sebagai peserta Pilkada Serentak 2020 diwajibkan melaksanakan protokol kesehatan Covid-19.

NASIONAL | 1 September 2020

Pandemi, Pers Harus Mampu Membangun Optimisme

Jurnalis sebagai pahlawan bangsa saat melaksanakan tugas menembus risiko tertular demi memberikan informasi akurat kepada masyarakat.

NASIONAL | 1 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS