Lewat Program Baru, Kemendikbud Asah Kemampuan Guru dalam PJJ
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Lewat Program Baru, Kemendikbud Asah Kemampuan Guru dalam PJJ

Rabu, 30 September 2020 | 12:39 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) telah meluncurkan program “Guru Belajar Seri Masa Pandemi Covid-19”.

Program ini bertujuan untuk membantu guru dan tenaga kependidikan meningkatkan kualitas dan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Harapannya, siswa bisa tetap mendapatkan pembelajaran yang bermakna meski berada di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Dirjen GTK Iwan Syahril, para guru menghadapi berbagai tantangan dalam melaksanakan PJJ.

“Survei GTK menunjukkan 53,55% guru mengalami kesulitan dalam manajemen kelas selama PJJ. Sekitar 49,24% guru juga kesulitan melakukan asesmen pembelajaran,” kata Iwan saat peluncuran program Guru Belajar secara daring, Selasa (29/9/2020).

Sebanyak 48,45% guru juga mengalami kesulitan dalam menggunakan teknologi.

Tantangan-tangan ini tentunya akan berdampak pada kualitas pembelajaran siswa. Berdasarkan hasil survei Kemendikbud, 86,6% siswa di Indonesia baik daerah tertinggal maupun non-tertinggal banyak belajar dengan mengerjakan tugas dari guru, sedangkan pembelajaran interaktif hanya mencapai 38,8%.

Pada program Guru Belajar, peserta akan mempelajari bagaimana merancang PJJ berbasis kurikulum yang disederhanakan serta cara mengelola PJJ yang interaktif dengan melibatkan siswa.

Pelatihan daring ini juga bisa mengasah kemampuan teknologi guru, sehingga lebih nyaman saat melaksanakan PJJ. Begitu pula dengan peningkatan kemampuan guru dalam melakukan asesmen yang berdampak pada kualitas pembelajaran.

“Guru Belajar bisa membuat kita berorientasi kepada murid dan memberikan layanan yang lebih baik bagi murid kita semua,” jelas Iwan.

Adapun Guru Belajar terdiri dari berbagai tahap.

Para guru terlebih dahulu akan mengikuti orientasi program di mana peserta akan mempelajari alur dan penggunaan learning management system Guru Belajar.

Dilanjutkan dengan bimbingan teknis (bimtek) yang membahas konsep kunci PJJ. Kemudian, peserta mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) di mana mereka akan ditantang merancang, melakukan dan merefleksikan PJJ.

“Tahap terakhir adalah pengimbasan. Motto pengimbasan ini seperti penggerak. (Peserta) akan mengajak dan mendampingi guru lain untuk mengikuti program ini. Jadi tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi kita juga berbagi dengan guru yang lain,” jelas Iwan.

Program ini terbuka bagi guru yang telah memiliki akun SIMPKB (Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan).

Guru Belajar terbagi menjadi lima angkatan dalam bimtek, tiga angkatan dalam diklat dan tiga angkatan pada tahap pengimbasan.

Informasi lebih lanjut mengenai Guru Belajar dapat dilihat di tautan berikut ini.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Jiwasraya, MAKI Puas Dengan Tuntutan Jaksa

MAKI berharap terdakwa lainnya juga dituntut penjara seumur hidup.

NASIONAL | 30 September 2020

Perburuan Mantan Caleg PDIP, Kinerja KPK Ditagih

Sejak KPK menangkap Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU dalam OTT pada 8 Januari 2020 atau delapan bulan lalu, Harun seolah hilang ditelan bumi

NASIONAL | 29 September 2020

Di Hadapan Komisi III, Kapolri Beberkan Upaya Jajarannya pada Masa Pandemi

Satgas Preventif melakukan operasi Aman Nusa-2 dengan terus melakukan patroli di wilayah rawan penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 30 September 2020

Pinangki Tegaskan Tak Pernah Sebut Nama ST Burhanuddin dan Hatta Ali

Dalam eksepsi itu, Pinangki menegaskan tidak ada hubungan dengan ST Burhanuddin dan Hatta Ali

NASIONAL | 30 September 2020

Kabupaten Ngada, Contoh Penyelenggaraan Pilkada yang Aman dari Covid-19

Caranya dalah mewajibkan para paslon mengucapkan ikrar pakta integritas penerapan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19 selama pilkada

NASIONAL | 29 September 2020

Hakim Minta Pinangki Tak Diborgol Saat Masuk Ruang Persidangan

Borgol dan rompi oranye yang dikenakan Pinangki baru dilepas di hadapan Hakim. Majelis Hakim berharap kejadian serupa tidak terulang dalam sidang berikutnya

NASIONAL | 30 September 2020

Dikritik Kerap "Sunat" Hukuman Koruptor, MA Tegaskan Independensi Hakim

Indenpendensi hakim tak dapat dipengaruhi oleh pihak manapun.

NASIONAL | 30 September 2020

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Jambi Berlakukan Kembali Jam Malam

Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mengintensifkan operasi yustisi untuk meningkatkan ketaatan warga masyarakat dan dunia usaha terhadap protokol kesehatan.

NASIONAL | 29 September 2020

Tamliha: Nilai Film G30S Masih Diperlukan

Pemberontakan PKI harus diterima sebagai fakta sejarah dan tidak boleh terulang kembali. Maka masyarakat perlu mengetahui tentang kekejaman yang pernah terjadi.

NASIONAL | 30 September 2020

Pinangki Bakal Sampaikan Keberatan Dakwaan Jaksa Penuntut Umum

Pinangki merasa keberatan didakwa JPU telah menerima suap US$ 500.000 dari Djoko Tjandra.

NASIONAL | 30 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS