Mendes: Bonus Demografi Jadi Kesempatan Akselerasi Pembangunan

Mendes: Bonus Demografi Jadi Kesempatan Akselerasi Pembangunan

Senin, 19 Oktober 2020 | 18:07 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Menurut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, bonus demografi menjadi kesempatan untuk mengakselerasi pembangunan desa. Tetapi, akselerasi pembangunan ini membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dengan kapasitas dan produktivitas tinggi.

Demikian diungkapkan Mendes PDTT kepada peserta webinar yang digelar oleh Sekolah Tinggi Ilmu Sains Mambaul Falah Bawean pada Senin (19/10/2020). Webinar ini digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional dan mengusung tema "Bonus Demografi, Tantangan Atau Kesempatan Besar Bagi Para Santri".

"Yang sangat penting (dalam) mengisi bonus demografi adalah penguatan di bidang SDM," jelas Gus Menteri, sapaan akrabnya.

Dirinya menyatakan, seseorang dikatakan berkualitas jika berbagai ranah baik itu kognitif, afektif maupun motorik yang ada di dalam diri manusia itu berkembang secara seimbang.

"Ini akan selaras dengan berbagai ajaran di agama Islam bahwa keseimbangan perkembangan itu selalu diupayakan agar menjadi manusia yang sempurna dalam konteks kemanusiaannya," kata Gus Menteri.

Ia menambahkan, ketersediaan lapangan kerja juga dipengaruhi oleh kualitas SDM. Sebab, SDM berkualitas tinggi otomatis mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Pada kesempatan tersebut, Gus Menteri mengingatkan pola-pola yang terjadi dalam bonus demografi.

"Daerah industri dan pusat pertumbuhan akan mengalami bonus demografi lebih cepat dan lebih lama, karena migrasi masuknya tenaga kerja muda. Misalnya, kita berbicara soal industrialisasi dan mekanisasi pertanian yang jelas miliki daya tahan terhadap berbagai goncangan ekonomi dunia dan lokal," katanya.

Dirinya mengingatkan kabupaten atau kota yang lebih maju dan berstruktur ekonomi industri akan mengalami bonus demografi lebih cepat daripada level provinsi.

"Misalnya, Jawa Timur miliki posisi yang sangat bagus dengan bonus demografi yang panjang. Gresik dan Bawean harus melakukan upaya-upaya yang konstruktif dalam mengisi bonus demografi ini," jelas Gus Menteri.

Gus Menteri menyatakan, pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kesempatan meraih keunggulan dalam bonus demografi. Dalam konteks desa, Kemdes PDTT merujuk pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs Desa.

Pada SDGs Desa, aspek ekonomi terdapat pada tujuan ke-8 yakni Pertumbuhan Ekonomi Desa yang Merata. Tercapainya tujuan ini memiliki sejumlah indikator di antaranya minimal 51% pekerja sektor formal.

"Serta adanya akses permodalan formal termasuk untuk UMKM, tingkat pengangguran terbuka 0%, padat karya tunai desa dari dana desa menyerap 50% pengangguran di desa dan tempat kerja miliki fasilitas keamanan 100% dan kontribusi wisatawan tinggi," ungkap Gus Menteri.

Dirinya menuturkan, Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) menetapkan BUMDes sebagai badan hukum sehingga memudahkan badan usaha untuk mengakses permodalan. Kemdes PDTT juga bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) untuk mengembangkan desa wisata.

"Saya tahu Bawean miliki beberapa potensi desa wisata. Tinggal nanti kita bersama-sama agar akses ke Bawean lebih mudah dan cepat dengan meningkatnya fungsi bandara yang belum termanfaatkan secara maksimal," tutup Gus Menteri.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Demo UU Cipta Kerja, Polisi Belum Temukan Keterlibatan Organisasi

Mabes Polri mengatakan bahwa pada ini baru menemukan keterlibatan 8 aktivis KAMI di Medan dan Jakarta terkait demo UU Cipta Kerja.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Cegah Klaster Liburan, Mendagri Minta Kepala Daerah Jaga Wilayahnya dari Covid-19

Warga yang datang dari luar harus dipastikan sudah melakukan tes Covid-19 dan hasilnya negatif, sehingga tidak menjadi penular Covid-19.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Skandal Djoko Tjandra, Komjak Bakal Panggil Kajari Jaksel

Komjak memastikan bakal memanggil dan meminta keterangan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kajari Jaksel) Anang Supriatna.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Lebih dari 78% Santri di Sleman Sembuh dari Covid-19

Dari total 135 santri yang terpapar, hingga Senin (19/10/2020), 106 sudah dinyatakan sembuh.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

KPK Pastikan Usut Keterlibatan Pihak Lain di Kasus Korupsi PT Dirgantara Indonesia

KPK) memastikan sedang mengusut dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan korupsi penjualan dan pemasaran produk PT Dirgantara Indonesia.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Ini Alasan Polisi Tahan Penghina Moeldoko

Penghina Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko ditahan karena ujaran kebencian yang dilontarkannya.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Jelang Libur Panjang, Pengelola Wisata Diingatkan Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan

Komite kebijakan tidak akan segan-segan memberi sanksi bagi pengelola tempat wisata yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Gubernur Sumut Minta Kepala Daerah Aktif Kampanyekan 3M

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menilai protokol kesehatan merupakan kunci utama dalam memutus mata rantai prnyebaran virus corona.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Menjamu 2 Jenderal Tersangka Skandal Djoko Tjandra, Kajari Jaksel Diminta Dievaluasi

Anang Supriatna memberikan perlakuan berbeda seperti jamuan makan kepada Napoleon Bonaparte dan Prasetijo Utomo.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Siap Jalani Sidang, John Kei Tegaskan Tidak Lakukan Penyerangan

John Kei menyatakan dirinya sama sekali tidak menyuruh melakukan penyerangan atau pembunuhan, hanya meminta untuk menagih utang.

NASIONAL | 19 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS