Seleksi Guru Penggerak Angkatan Kedua Resmi Dibuka
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Seleksi Guru Penggerak Angkatan Kedua Resmi Dibuka

Selasa, 20 Oktober 2020 | 13:54 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Seleksi calon peserta dan pengajar praktik (pendamping) Program Guru Penggerak angkatan kedua telah resmi dibuka.

Pendaftaran seleksi guru penggerak sudah dibuka pada 13 Oktober hingga 31 Oktober. Program Guru Penggerak terbuka bagi guru jenjang TK, SD, SMP, dan SMA dari 56 kabupaten/kota dan 22 provinsi. Sebanyak 2.800 peserta akan dipilih untuk mengikuti Program Guru Penggerak angkatan kedua.

Sementara itu, pendaftaran bagi calon pengajar praktik dibuka pada 20 Oktober hingga 7 November. Pengajar praktik terdiri dari kalangan guru berpengalaman kepala sekolah, pengawas sekolah hingga praktisi pendidikan. Nantinya, mereka akan mendampingi proses pendidikan guru penggerak.

Diketahui, program ini diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK).

Program Guru Penggerak merupakan pelatihan bagi guru untuk menjadikan mereka sebagai agen transformasi pendidikan dalam rangka mengakselerasi pembentukan SDM unggul.

Guru penggerak diharapkan mendukung pembelajaran yang berpusat pada murid serta menginspirasi guru lainnya untuk menerapkan pembelajaran yang aktif.

“Guru menggerakkan komunitas belajar di sekolah dan luar sekolah. Guru menerapkan pembelajaran aktif sesuai dengan tahap perkembangan murid yang dapat diikuti oleh guru lainnya sehingga murid dapat meraih kemerdekaannya dalam belajar,” jelas Dirjen GTK Iwan Syahril saat membuka seleksi Program Guru Penggerak Angkatan 2, 3, 4 secara virtual, Rabu (14/10/2020).

Kemendikbud menargetkan adanya 405.900 guru penggerak di tahun 2024.

Pada tahap pertama (13 Oktober-7 November), calon peserta guru penggerak akan mengikuti seleksi administrasi, penilaian biodata dan esai, serta bakat skolastik. Kemudian dilanjutkan dengan tahap kedua yang meliputi simulasi mengajar dan wawancara. Tahap kedua baru akan dimulai pada 13 Januari hingga 11 Maret 2021.

Calon guru penggerak yang berhasil lolos seleksi baru akan diumumkan pada 20 Maret 2021. Jika lolos, mereka akan mengikuti program pendidikan yang terdiri dari kelas pelatihan daring, lokakarya, dan pendampingan.

Adapun proses seleksi bagi calon pengajar praktik berlangsung lebih cepat.

Penilaian seleksi tahap pertama akan dilakukan pada 23 November hingga 4 Desember. Calon pendamping yang lolos seleksi tahap pertama akan diumumkan pada 10 Desember.

Pada tahap kedua, calon pendamping juga wajib mengikuti simulasi mengajar dan wawancara pada 5 hingga 25 Januari 2021. Hasil akan diumumkan pada 29 Januari 2021.

Informasi lebih lanjut mengenai Program Guru Penggerak dapat diakses melalui tautan berikut ini.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPPU Dukung Pengembangan UMKM di NTB

KPPU mendukung pengembangan usaha kecil mikro menengah (UMKM) di provinsi Nusa Tenggara Barat.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Klaster Baru Kantor Perusahaan Pembiayaan, 16 Karyawan Positif Covid-19

Pemkot Solo langsung turun ke lapangan untuk melakukan tracing hingga penutupan kantor sementara waktu.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Vaksinasi di Jateng Diprioritaskan untuk Nakes dan Petugas Lapangan

Meski bulan depan Jawa Tengah baru mendapat kuota vaksin sedikit, namun pada tahap kedua Jawa Tengah akan mendapat dalam jumlah cukup besar.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Bareskrim Kebut Berkas Tersangka KAMI

Polisi memiliki masa penahanan terbatas maksimal 120 hari untuk melengkapi berkas.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Fenomena La Nina, BMKG Palu Terus Pantau Kondisi Cuaca

"Kami terus memantau dan menginformasikan kepada semua pihak kondisi cuaca di wilayah Sulteng," kata Afandi.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Gugatan Danah Hibah dan Bansos di Pengadilan Negeri Serang Dinilai Tak Miliki Dasar

Agus Rahmat menilai, apa yang dilakukan Kholid selaku penggugat, menunjukkan ketidakpahaman tentang bagaimana mekanisme untuk mengajukan gugatan.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

53 SD dan SMP di Bengkulu Tengah Diizinkan Belajar Tatap Muka

Jika selama ini satu kelas diisi 30 orang, maka saat ini hanya diisi 15 orang saja.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Abaikan Protokol Kesehatan, Perusahaan Telekomunikasi di Sleman Terancam Kena Sanksi

Berdasarkan data Satgas Covid-19 DIY, hingga saat ini sudah 92 orang terpapar virus corona dari klaster tersebut.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Muncul Klaster Demo di Semarang, Ganjar: Tahan Diri, Jangan Bikin Kerumunan

"Demonya diganti dengan cara yang lebih baik saja. Tidak di jalan dan berkerumun, tapi datang ke kami untuk menyampaikan aspirasi," ucap Ganjar.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Pengamat: Tak Mudah bagi Jokowi Memimpin pada Masa Pandemi

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik (Puskapol) FISIP UI Aditya Perdana menilai tidak mudah bagi Jokowi dalam satu tahun pemerintahannya di periode kedua

NASIONAL | 19 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS