PJJ Bisa Dibuat Menyenangkan agar Siswa Tak Jenuh
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

PJJ Bisa Dibuat Menyenangkan agar Siswa Tak Jenuh

Minggu, 22 November 2020 | 19:43 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Sudah delapan bulan lamanya sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat pandemi Covid-19.

Tidak jarang siswa merasa jenuh karena rindu suasana sekolah dan bermain dengan teman di kelas. PJJ juga menjadi tantangan tersendiri bagi guru maupun orang tua karena belum terbiasa dengan metode belajar ini.

Menurut psikolog sekaligus pemilik sekolah Taman Kreativitas Anak Indonesia (TKAI) Rose Mini Agoes Salim, kegiatan PJJ sebenarnya bisa dibuat menyenangkan bagi anak.

“Belajar itu harus menyenangkan untuk anak. (Guru) bisa merampingkan kurikulum agar siswa tidak bosan. Pemerintah bahkan juga sudah membuat kurikulum khusus situasi darurat,” kata Rose dalam acara “People & Inspiration” yang disiarkan langsung oleh BeritaSatu TV, Sabtu (21/11/2020).

Ia menambahkan, guru-guru juga bisa melibatkan permainan-permainan di sela-sela pelajaran.

“Misalnya, di pertengahan kelas, kami mengajak anak-anak untuk mengambil gelas di dapur. Ice-breaking seperti ini penting karena anak tidak bisa dipaksakan konsentrasi selama berjam-jam di depan layar. Saya selalu meminta guru di sekolah agar kreatif sehingga mereka tidak jenuh,” kata Rose.

Sementara itu, tidak kalah penting juga bagi guru untuk mengasah keterampilan mengajar mereka. Setiap dua minggu, guru di TKAI menggelar bedah buku atau penelitian jurnal yang sekiranya bisa membantu mereka dalam menyelenggarakan PJJ. Tak hanya itu, guru juga memanfaatkan platform dinas pendidikan (diknas) setempat untuk mendapatkan informasi-informasi tentang PJJ.

“Ilmu di luar sana terus berkembang. Jika tidak belajar dan tidak up-to-date dengan informasi, pendidik akan ketinggalan kereta,” kata Rose.

Guru-guru, lanjut Rose, juga harus mendukung orang tua dalam PJJ. Di TKAI, guru-guru memberikan modul yang bisa digunakan oleh orang tua saat mendampingi anaknya belajar. Pihak sekolah juga menggelar webinar bagi orang tua.

Orang tua, lanjut Rose, juga diharapkan untuk tidak mengubah kebiasaan-kebiasan persiapan sekolah anak. Misalnya, seperti bangun tidur di pagi hari. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika sekolah kembali menggelar kelas tatap muka.

“Anak-anak harus tetap bangun pagi. Jangan ubah jam di mana mereka harus bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Jadi ketika kita sudah kembali ke sekolah, mereka lebih siap,” kata Rose.

Ia menuturkan banyak orang tua sering kali cemas dengan adanya kebijakan PJJ, sedangkan kecemasan orang tua sebenarnya ditularkan kepada anak. Sementara itu, orang tua perlu mengajarkan anak mereka agar berpikir positif bahwa suatu saat mereka akan kembali ke sekolah seperti semula. Untuk sementara waktu, anak-anak harus diajak untuk menikmati adanya PJJ. Apalagi kegiatan PJJ bisa dibuat menyenangkan.

“Beberapa waktu lalu, kami (di TKAI) menggelar kegiatan berkemah secara virtual. Anak-anak diminta untuk membangun tenda dari sprei. Mereka diminta untuk membangun suasana seperti di hutan dan bisa menggunakan pot bunga di rumah,” kata Rose.

“Itu sesuatu yang mereka belum pernah lakukan tetapi sekarang mereka bisa lakukan,” imbuhnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polisi Terus Lakukan Penyelidikan Unsur Pidana Pelanggaran Protokol Kesehatan di Petamburan

Penyidik telah memeriksa 16 orang untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan tindak pidana pelanggaran protokol kesehatan kegiatan Rizieq Syihab, di Petamburan.

NASIONAL | 22 November 2020

Kasusnya Akan Digelar, FPI: Kita Ikuti Proses Ketidakadilan Ini

Yanuar mengingatkan setiap orang memiliki hak memperoleh perlakuan yang sama dalam penyelanggaran kekarantinaan—apapun alasannya.

NASIONAL | 22 November 2020

Tim Supervisi KPK Kaji Keterlibatan Pihak Lain di Skandal Djoko Tjandra

Tim supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi pada saat ini sedang menelaah dan mengkaji berkas dokumen skandal Djoko Tjandra.

NASIONAL | 22 November 2020

Gubernur Sumut Kembali Tegaskan Bakal Bubarkan Kerumunan Massa

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi kembali menegaskan akan membubarkan aksi kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 22 November 2020

UMK Seluruh Kabupaten/Kota di Banten Naik 1,5%

Gubernur Banten Wahidin Halim telah resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) penetapan UMK 2021.

NASIONAL | 22 November 2020

Pengungsi Merapi Akan Jalani Rapid Test

Rapid test antigen akan dilakukan kepada seluruh pengungsi, relawan dan petugas yang berada di lokasi pengungsi Merapi.

NASIONAL | 22 November 2020

Sungai Cimanggu Meluap, Sejumlah Rumah di Lebak Rusak

Curah hujan akan meningkat pada November-Desember 2020.

NASIONAL | 22 November 2020

3M dan 3T, Cara Memutuskan Penularan Covid-19

Penerapan praktik 3T (Tracing, Testing, Treatment) sama pentingnya dengan penerapan perilaku 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak). Kedua hal tersebut adalah upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19

NASIONAL | 22 November 2020

IPW: Di Luar Operasi Perang TNI Bisa Bergerak Mengendalikan Situasi Demi Keutuhuhan NKRI

Ketika Satpol PP dan Polri tidak berani bertindak mencabut baliho Rizieq, sangat wajar TNI bergerak melakukannya.

NASIONAL | 22 November 2020

Tekan Penyebaran Covid-19, Habib di Solo Lakukan Ini

Pengurus masjid memiliki risiko tinggi terpapar Covid-19 karena didatangi jemaah dari berbagai kota.

NASIONAL | 22 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS