Duterte Sebut Hitler “Pemimpin Gila”
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-19.05)   |   COMPOSITE 5783.33 (-170.92)   |   DBX 1064.04 (-1.68)   |   I-GRADE 168.858 (-6.97)   |   IDX30 499.932 (-21.14)   |   IDX80 131.904 (-5.19)   |   IDXBUMN20 373.781 (-18.36)   |   IDXG30 136.463 (-5.44)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-18.14)   |   IDXQ30 146.101 (-6.28)   |   IDXSMC-COM 248.411 (-4.72)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-9.61)   |   IDXV30 127.988 (-5.5)   |   INFOBANK15 983.467 (-36.67)   |   Investor33 429.105 (-16.64)   |   ISSI 169.797 (-4.69)   |   JII 620.069 (-22.27)   |   JII70 213.196 (-7.01)   |   KOMPAS100 1177.3 (-42.41)   |   LQ45 920.112 (-37.05)   |   MBX 1606.46 (-54)   |   MNC36 321.125 (-12.61)   |   PEFINDO25 316.867 (-8.64)   |   SMInfra18 295.49 (-13.73)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-13.72)   |  

Kunjungi Monumen Holocaust di Israel

Duterte Sebut Hitler “Pemimpin Gila”

Selasa, 4 September 2018 | 14:32 WIB
Oleh : Jeanny Aipassa / JAI

Yerusalem - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menyebut Pemimpin Nazi, Adolf Hitler, sebagai “pemimpin gila”, saat berkunjung ke Monumen Nasional Holocoust Israel, di Yerusalem, Senin (3/9). Duterte sedang melakukan kunjungan negara selama empat hari ke Israel, mulai 2-5 Septermber 2018.

“Saya tidak dapat membayangkan sebuah negara mematuhi seorang pemimpin gila, dan saya tidak dapat membayangkan kerumunan manusia pergi menonton pembunuhan massal orang tua, perempuan dan anak-anak. Saya harap hal ini tidak akan terjadi lagi,” ujar Duterte.

Pernyataan itu menandai perubahan dramatis Duterte yang pernah mengumpamakan dirinya seperti Hitler, saat meluncurkan kampanya anti-narkoba yang memberikan kewenangan bagi petugas untuk menembak atau membunuh langsung pengedar dan pecandu narkoba.

Kala itu, Duterte yang dikenal vokal dan meledak-ledak, mengatakan “akan dengan senang hati membantai” tiga juta pencandu dan pengedar narkoba di Filipina. Namun Duterte kemudian minta maaf atas pernyataannya itu, karena mendapat kritik meluas dari dalam dan luar negeri.

Saat mengungunjungi Monumen Nasional Holocoust Israel, Duterte yang didampingi puterinya, berbicara dengan tenang dan penuh hormat. Ia mengatakan holocaust seharusnya tidak terulang dan bahwa “penguasa yang memiliki kekuasaan absolut tidak terbatas” tidak seharusnya ada di dunia modern ini.

Duterte adalah presiden pertama Filipina yang mengunjungi Israel, sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada 1957. Dia mendapat sambutan hangat dari pemerintah Israel, diantaranya jamuan makan siang dengan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu.

sumber : AFP/Reuters/CNN



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Cegah Demam Babi Afrika, Tiongkok Musnahkan 38.000 Babi

Lebih dari 38.000 babi telah dimusnahkan di seluruh wilayah Tiongkok yang menjadi produsen daging babi terbesar dunia.

DUNIA | 4 September 2018

Diancam Sanksi AS, India Tetap Beli Rudal S-400 Rusia

India pastikan akan tetap membeli sistem rudal pertahanan udara S-400 dari Rusia.

DUNIA | 4 September 2018

Kematian Akibat Penembakan Senjata Api Capai 250.000 per Tahun

Satu penelitian baru menemukan kasus kematian akibat senjata api secara global telah mencapai jumlah 250.000 kasus per tahun.

DUNIA | 4 September 2018

Usulan Kanal Raksasa Saudi Akan Ubah Qatar Jadi Pulau

Kerajaan Arab Saudi sedang mempertimbangkan usulan proyek kanal raksasa yang akan memisahkan Qatar dari daratan

DUNIA | 3 September 2018

Militer Myanmar Bebaskan Puluhan Tentara Anak

Angkatan bersenjata Myanmar membebaskan 75 anak-anak dan pemuda muda dari dinas militer pada Jumat (3/8).

DUNIA | 3 September 2018

Pascabanjir, Biaya Rekonstruksi Kerala Capai US$ 3 Miliar

Pihak berwenang Kerala di India memperkirakan anggaran untuk rekonstruksi setelah bencana banjir akan menelan biaya US$ 3,73 miliar atau sekitar Rp 54,7 triliun

DUNIA | 3 September 2018

Ratusan Tahanan Kabur dari Penjara Libia

Sekitar 400 tahanan telah melarikan diri dari satu fasilitas penjara di dekat ibu kota Libia, Tripoli, Minggu (2/9).

DUNIA | 3 September 2018

Pemakaman McCain, Trump Tidak Diundang

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, tidak diundang dalam acara ibadah pemakaman mendiang Senator McCain, pada Sabtu (1/9).

DUNIA | 1 September 2018

Doa dan Air Mata di Penghormatan Terakhir untuk McCain

Kesedihan mendalam mewarnai upacara penghormatan terakhir bagi mendiang Senator John McCain, di Ruang Rotunda, Gedung Parlemen, Washington, Amerika Serikat.

DUNIA | 1 September 2018

Indonesia-Australia Tingkatkan Kerja Sama

RI-Australia menandatangani deklarasi selesainya negosiasi IA-CEPA.

DUNIA | 1 September 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS