Tiongkok Siap Akhiri Perang Dagang Melawan AS
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.76)   |   COMPOSITE 4917.96 (-77.25)   |   DBX 928.196 (-9.36)   |   I-GRADE 130.286 (-2.47)   |   IDX30 412.166 (-7.81)   |   IDX80 107.727 (-2.12)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.52)   |   IDXG30 115.773 (-2.54)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.14)   |   IDXQ30 120.761 (-2.28)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.04)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-5.64)   |   IDXV30 101.893 (-1.72)   |   INFOBANK15 773.605 (-10.83)   |   Investor33 359.92 (-6.33)   |   ISSI 144.524 (-2.78)   |   JII 524.265 (-12.36)   |   JII70 177.451 (-4.14)   |   KOMPAS100 962.885 (-18.61)   |   LQ45 754.177 (-13.97)   |   MBX 1360.94 (-22.51)   |   MNC36 269.191 (-4.8)   |   PEFINDO25 256.961 (-3.11)   |   SMInfra18 232.003 (-3.38)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.01)   |  

Tiongkok Siap Akhiri Perang Dagang Melawan AS

Kamis, 4 Oktober 2018 | 15:24 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAI

Washington - Duta Besar Tiongkok untuk Amerika Serikat (AS), Cui Tiankai, menyatakan negaranya siap membuat kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang melawan AS.

Menurut Cui, perang dagang antara Tiongkok dan AS dapat diselesaikan melalui itikad baik kedua pihak. Namun, Cui menyalahkan AS yang terus mengubah posisinya dan melewatkan kesempatan untuk bernegosiasi dan mencapai kesepakatan.

“Kami siap membuat beberapa kesepakatan. Tapi dalam perundingan terakhir, posisi AS tetap berubah sepanjang waktu, jadi kami tidak tahu pasti apa yang diinginkan AS sebagai prioritas,” kata Cui dalam wawancara khusus dengan National Public Radio (NPR) di Washington, Rabu (3/10).

Dia mengatakan, pemerintah Tiongkok ingin mengambil langkah terkait keluhan utama Trump yaitu mengurangi defisit perdagangan kedua negara. Tiongkok juga siap berkomitmen untuk mereformasi perekonomian, dimana perusahaan-perusahaan yang didukung negara sudah sering berkompetisi melawan saingan asing. Tapi dia menegaskan AS harus mengklairifkasi kemauannya.

“Lebih dari sekali dalam beberapa bulan terakhir. Kami memiliki beberapa kesepakatan tentatif antara dua tim kerja, lalu hanya dalam semalam, kesepakatan tentatif itu ditolak, dan permintaan dari AS berubah. Jadi ini sangat membingungkan,” ujar Cui.

Perang dagang AS dan Tiongkok dimulai saat Presiden AS Donald Trump mengeluarkan kebijakan untuk menaikan tarif impor baja dan aluminium dan sejumlah barang produksi Tiongkok, karena merasa dirugikan dengan kebijakan investasi bagi perusahaan asing yang diberlakukan Tiongkok. Tiongkok melakukan negosiasi perdagangan, dmembalasnya dengan kenaikan pajak untuk barang-barang AS.

Cui menambahkan,seperti diplomat lainnya, dia sudah berusaha menggunakan berbagai cara untuk memahami Trump secara lebih baik. Cui juga mendesak Gedung Putih agar tidak menindaklanjuti sebuah usulan untuk melarang para pelajar Tiongkok masuk ke universitas-universitas Amerika.

“Situasi itu (larangan bagi pelajar Tiongkok, Red) sangat berbahaya karena hubungan orang ke orang merupakan dasar dari pertemanan,” ujarnya.

Namun di sisi lain Cui menolak menjawab saat ditanyakan apakah Tiongkok juga akan mengizinkan keterbukaan lebih besar antara lain menerima lebih banyak wartawan atau sarjana ke wilayah-wilayahnya yang sensitif seperti kawasan Xinjiang, yaitu rumah dari mayoritas Muslim Uighur dan warga Buddha Tibet.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Istri Najib Hadapi 17 Dakwaan di Sidang Perdana

Rosmah Mansor, istri dari mantan perdana menteri (PM) Malaysia, Najib Razak, menghadapi 17 dakwaan di sidang perdana skandal 1MDB.

DUNIA | 4 Oktober 2018

KBRI Riyadh Selamatkan Jamaah dari Hukuman Mati

Jamaah ditangkap pada 3 Februari 2010.

DUNIA | 4 Oktober 2018

Indonesia Boyong Empat Medali Emas di Olimpiade Matematika Tiongkok

Tim Indonesia berhasil meraih empat medali emas di ajang Olimpiade Matematika dan Ilmu Pengetahuan Internasional yang digelar di Zhejiang, Tiongkok.

DUNIA | 4 Oktober 2018

AS Serahkan Bantuan Melalui USAID

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Amerika Serikat (AS) memberikan bantuan penanggulangan pascabencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, melalui USAID.

DUNIA | 3 Oktober 2018

Kepala Yayasan Nobel Kecewa pada Suu Kyi

Kepala Yayasan Nobel Perdamaian, Lars Heikensten, mengatakan sangat kecewa dengan beberapa tindakan Aung San Suu Kyi, dalam menegakkan demokrasi di Myanmar.

DUNIA | 3 Oktober 2018

Najib Geram Dituduh Sewa Pembunuh Bayaran

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, geram karena terlibat dalam kasus pembunuhan Wakil Jaksa Penuntut Umum (JPU), Anthony Kevin Morais.

DUNIA | 3 Oktober 2018

Barham Salih Terpilih Jadi Presiden Irak

Politikus veteran Kurdi, Barham Salih, terpilih sebagai presiden baru Irak.

DUNIA | 3 Oktober 2018

Rusia Siap Jual Rudal S-400 ke India

Rusia siap menjual rudal S-400 senilai US$ 5 miliar atau sekitar Rp 73,3 triliun ke India.

DUNIA | 3 Oktober 2018

Korsel: Korut Miliki Sekitar 60 Bom Nuklir

Menteri Unifikasi Korea Selatan (Korsel), Cho Myoung-gyon, mengatakan Korea Utara (Korut) diperkirakan memiliki sekitar 20-60 bom nuklir.

DUNIA | 3 Oktober 2018

Bahas Denuklirisasi, Menlu AS Terbang ke Korut Temui Kim Jong Un

AS bantah bahwa pembicaraan dengan Korut telah mengalami kebuntuan.

DUNIA | 3 Oktober 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS