Modi Hadapi Penantang Tangguh dari Dinasti Gandhi
INDEX

BISNIS-27 496.112 (7.49)   |   COMPOSITE 5571.66 (81.11)   |   DBX 1025.31 (6.73)   |   I-GRADE 161.222 (3.23)   |   IDX30 481.63 (9.32)   |   IDX80 126.239 (2.53)   |   IDXBUMN20 347.718 (10.77)   |   IDXG30 131.769 (1.75)   |   IDXHIDIV20 428.361 (9.36)   |   IDXQ30 139.975 (2.43)   |   IDXSMC-COM 236.298 (3.68)   |   IDXSMC-LIQ 285.496 (7.48)   |   IDXV30 117.12 (3.63)   |   INFOBANK15 959.319 (10)   |   Investor33 418.313 (5.87)   |   ISSI 162.317 (3.18)   |   JII 593.683 (14.31)   |   JII70 203.182 (4.77)   |   KOMPAS100 1131.88 (19.93)   |   LQ45 884.897 (16.77)   |   MBX 1547.61 (24.33)   |   MNC36 311.774 (4.65)   |   PEFINDO25 293.783 (7.19)   |   SMInfra18 273.756 (10.1)   |   SRI-KEHATI 356.906 (5.42)   |  

Modi Hadapi Penantang Tangguh dari Dinasti Gandhi

Selasa, 26 Maret 2019 | 14:09 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

New Delhi, Beritasatu.com - Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, akan menghadapi penantang tangguh dari dinasti Gandhi dalam pemilihan umum (pemilu) negara itu, yang digelar pada April dan Mei 2019.

Rahul Gandhi (48), yang terpilih sebagai presiden partai Kongres Nasional India (INC) pada 2017, secara perlahan mulai menarik perhatian pemilih dan mengancam keunggulan Narendra Modi dengan partai nasionalis Hindu yang dipimpinnya, Bharatiya Janata Party (BJP).

Di bawah kepemimpinan Rahul Gandhi, INC kembali meraih kemenangan dalam pemilihan umum negara bagian pada akhir 2018, termasuk di wilayah yang dikuasai BJP selama bertahun-tahun, seperti Madhya Pradesh, Rajasthan dan Chhattisgarh.

Pada Senin (25/3/2019), Rahul Gandhi mengatakan, akan meluncurkan skema pendapatan minimum bagi 50 juta keluarga miskin di India, jika terpilih sebagai PM. Lewat skema tersebut, pemerintahannya akan menjamin penghasilan bagi keluarga termiskin di India yang sekaligus menjadi skema pendapatan minimum terbesar di dunia.

“Ini adalah skema 'bijaksana secara fiskal' yang akan menghilangkan kemiskinan di India,” kata Rahul Gandhi.

Menurut Rahul Gandhi, skema yang diperkirakan menelan biaya sekitar US$ 52 miliar (Rp 730 triliun) akan menjamin 20% kepala keluarga (KK) termiskin di India menerima sekitar 72.000 rupee atau (Rp 15 juta) setiap tahun. Sekitar 50 juta KK atau 250 juta jiwa akan secara langsung mendapat manfaat dari skema tersebut.

“Kami akan menghapuskan kemiskinan dari negara ini. Kongres (partai INC, Red) telah mendapat masukan dari banyak ekonom,” ujar Rahul Gandhi.

Ekonom Prancis, Thomas Piketty, yang terkenal karena karyanya tentang mengatasi “ketimpangan pendapatan”, dikabarkan akan menjadi penasihat INC terkait skema pendapatan minimum tersebut, meski tidak terlibat langsung dalam desain proposalya.

“Saya tentu saja mendukung semua upaya untuk mengurangi ketimpangan pendapatan di India, dan terutama untuk mengalihkan debat politik dari politik berbasis kasta ke redistribusi pendapatan dan kekayaan berbasis kelas masyarakat,” kata Thomas Piketty.

Ada banyak diskusi dalam beberapa tahun terakhir tentang apakah India dapat memperkenalkan Penghasilan Dasar Universal (UBI), yakni skema pembayaran tunai reguler dari negara untuk semua atau sebagian besar warga negara tanpa persyaratan apa pun.

Pada 2017, survei ekonomi pemerintah India menunjukkan bahwa skema yang menguntungkan 75% dari populasi secara signifikan dapat mengurangi kemiskinan. Skema semacam itu telah diuji coba pada skala kecil di seluruh dunia, termasuk di Finlandia, Kenya, dan Belanda.

Thomas Piketty mengatakan, kebijakan INC terkait skema pendapatan minimum, dipandang sebagai versi terbatas dari UBI. Meskipun berpotensi merugikan produk domestik bruto, namun skema ini dapat dimulai pada skala kecil.

Menanggapi pernyataan Rahul Gandhi, partai BJP mengatakan rakyat miskin India telah menerima lebih dari dukungan yang dijanjikan dalam skema pendapatan minimun yang dirancang partai INC.

Sejauh ini, rakyat India sudah menerima lebih dari 900 skema kesejahteraan yang didanai pemerintah federal, termasuk makanan murah, subsidi pupuk, jaminan pekerjaan pedesaan dan beasiswa bagi rakyat miskin.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Trump Resmi Akui Dataran Tinggi Golan Milik Israel

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, resmi mengakui Dataran Tinggi Golan, sebagai milik Israel.

DUNIA | 26 Maret 2019

National Sword, Sampah Plastik Impor Bakal "Serbu" Indonesia

Malaysia kewalahan menerima sampah impor dan mencabut izin impor dari 114 perusahaan.

NASIONAL | 26 Maret 2019

Kecelakaan Pesawat Ethiopia dan Lion Air Sama Pemicunya

MCAS secara otomatis memaksa hidung pesawat bergerak turun untuk mencegah terjun bebas atau stall.

DUNIA | 26 Maret 2019

Kok Bisa? Pesawat Tujuan Dusseldorf Salah Mendarat di Edinburgh

Pilot mengatakan tidak paham kenapa ini bisa terjadi, karena belum pernah terjadi sebelumnya.

DUNIA | 26 Maret 2019

Uni Eropa Selesaikan Persiapan Brexit Tanpa Kesepakatan

Inggris kemungkinan besar meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan pada 12 April.

DUNIA | 25 Maret 2019

"Kacamata Kombat" Harus Dilepaskan untuk Bantu Perdamaian Korea

Dalam studi konflik, perjanjian perdamaian membutuhkan elemen penting, yakni kesabaran.

DUNIA | 25 Maret 2019

Parlemen Pecah, Dorongan Referendum Kedua Brexit Menguat

Perpecahan di Parlemen Inggris semakin melebar seiring dengan menguatnya dorongan untuk melakukan referendum kedua keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit.

DUNIA | 25 Maret 2019

Pemerintahan Militer Thailand Akan Sulit Hadapi Koalisi Oposisi

Pemerintahan militer Thailand tidak akan berjalan mulus, meskipun Partai Palang Pracharath yang dibentuk junta militer unggul dalam pemilihan umum.

DUNIA | 25 Maret 2019

Jutaan Warga Net Dukung Petisi Pembatalan Brexit

Jutaan netizen (warga net) mendukung petisi online untuk membatalkan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE) atau Brexit.

DUNIA | 25 Maret 2019

Buntut Pembantaian Massal, Presiden Mali Pecat Dua Jenderal

Presiden Mali, Ibrahim Boubacar Keita, memecat dua jenderal serta membubarkan kelompok anti-jihad yang main hakim sendiri, pada Minggu (24/3/2019).

DUNIA | 25 Maret 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS