Mahathir Janji Pulihkan Masalah Keuangan Malaysia dalam 3 Tahun
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Mahathir Janji Pulihkan Masalah Keuangan Malaysia dalam 3 Tahun

Selasa, 26 Maret 2019 | 14:29 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAI

Kuala Lumpur, Beritasatu.com - Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, berjanji memulihkan masalah keuangan yang ditinggalkan pemerintahan sebelumnya dalam tiga tahun.

Menurut Mahathir Mohamad, pemerintahan saat ini dari Pakatan Harapan (PH) mempunyai banyak rencana yang bisa mengatasi persoalan administratif dan keuangan yang ditinggalkan pemerintahan mantan Perdana Menteri Najib Razak.

“Insya Allah, jika situasi negara ini tetap damai tanpa insiden pelanggaran hukum, dalam tiga tahun, kita bisa membawa pemulihan,” kata Mahathir Mohamad, di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (25/3/2019).

Mahathir Mohamad yang memimpin koalisi PH, berhasil meraih kemenangan mengejutkan dalam pemilu bulan Mei 2018, sehingga mengakhiri 61 tahun pemerintahan incumbent Barisan Nasional (BN).

Dalam pernyataannya, Mahathir Mohamad menegaskan bahwa untuk menghidupkan kembali negara itu lewat kekuatan politik tidaklah cukup.

Untuk itu, Mahathir Mohamad menginginkan semua elemen masyarakat memahami sejarah kami dan tahu apa yang telah dilakukan oleh pemerintahan baru, sehingga bisa memperluas kerja sama erat demi kepentingan negara, agar Malaysia tetap berada di jalur menuju negara maju pada 2025.

Mahathir Mohamad juga meminta para pegawai negeri sipil (PNS) supaya bersabar dan bekerja sama mengatasi persoalan yang dihadapi negara, termasuk utang sebesar 1 triliun ringgit (Rp 3.484 triliun) yang ditinggalkan pemerintahan Najib Razak.

“Itu sebabnya kami terpaksa membatalkan program-program besar yang dibuat, dijadwalkan, atau diterapkan pemerintah sebelumnya. Kami harus mengurangi pengeluaran untuk proyek-proyek besar ini. Jika kami menghentikan kontrak-kontrak lama, kami harus membayar kompensasi,” ujar Mahathir Mohamad.

Akibat membayar utang negara, pemerintah kurang dapat memperhatikan pembangunan nasional. Untuk itu, Mahathir Mohamad mengajak semua pihak mengencangkan ikat pinggang untuk mengurangi pengeluaran-pengeluaran normal dan membayar utang negara.

Mahathir mengatakan, pendapatan tinggi bisa tidak ada artinya jika harga barang-barang lebih tinggi daripada kenaikan upah. Baginya, apa yang lebih penting adalah menyediakan gaji yang memungkinkan masyarakat memiliki daya beli lebih dari sebelumnya.

"Atas alasan ini, pemerintah sedang mengevaluasi prosedur keuangan negara,” kata Mahathir Mohamad.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Modi Hadapi Penantang Tangguh dari Dinasti Gandhi

Perdana Menteri India, Narendra Modi, akan menghadapi penantang tangguh dari dinasti Gandhi dalam pemilihan umum negara itu, yang digelar April dan Mei 2019.

DUNIA | 26 Maret 2019

Trump Resmi Akui Dataran Tinggi Golan Milik Israel

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, resmi mengakui Dataran Tinggi Golan, sebagai milik Israel.

DUNIA | 26 Maret 2019

National Sword, Sampah Plastik Impor Bakal "Serbu" Indonesia

Malaysia kewalahan menerima sampah impor dan mencabut izin impor dari 114 perusahaan.

NASIONAL | 26 Maret 2019

Kecelakaan Pesawat Ethiopia dan Lion Air Sama Pemicunya

MCAS secara otomatis memaksa hidung pesawat bergerak turun untuk mencegah terjun bebas atau stall.

DUNIA | 26 Maret 2019

Kok Bisa? Pesawat Tujuan Dusseldorf Salah Mendarat di Edinburgh

Pilot mengatakan tidak paham kenapa ini bisa terjadi, karena belum pernah terjadi sebelumnya.

DUNIA | 26 Maret 2019

Uni Eropa Selesaikan Persiapan Brexit Tanpa Kesepakatan

Inggris kemungkinan besar meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan pada 12 April.

DUNIA | 25 Maret 2019

"Kacamata Kombat" Harus Dilepaskan untuk Bantu Perdamaian Korea

Dalam studi konflik, perjanjian perdamaian membutuhkan elemen penting, yakni kesabaran.

DUNIA | 25 Maret 2019

Parlemen Pecah, Dorongan Referendum Kedua Brexit Menguat

Perpecahan di Parlemen Inggris semakin melebar seiring dengan menguatnya dorongan untuk melakukan referendum kedua keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit.

DUNIA | 25 Maret 2019

Pemerintahan Militer Thailand Akan Sulit Hadapi Koalisi Oposisi

Pemerintahan militer Thailand tidak akan berjalan mulus, meskipun Partai Palang Pracharath yang dibentuk junta militer unggul dalam pemilihan umum.

DUNIA | 25 Maret 2019

Jutaan Warga Net Dukung Petisi Pembatalan Brexit

Jutaan netizen (warga net) mendukung petisi online untuk membatalkan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE) atau Brexit.

DUNIA | 25 Maret 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS