Iran Tak Ingin Perang dengan AS
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-0.93)   |   COMPOSITE 5059.22 (-2.2)   |   DBX 933.73 (-1.46)   |   I-GRADE 135.366 (-0.22)   |   IDX30 427.201 (-1.58)   |   IDX80 111.513 (-0.34)   |   IDXBUMN20 284.629 (-0.94)   |   IDXG30 118.405 (-0.38)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-1.35)   |   IDXQ30 125.347 (-0.55)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-0.23)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-0.84)   |   IDXV30 105.043 (-0.22)   |   INFOBANK15 803.622 (1.06)   |   Investor33 371.182 (-0.18)   |   ISSI 148.056 (-0.17)   |   JII 539.107 (-2.74)   |   JII70 182.679 (-0.71)   |   KOMPAS100 996.599 (-1.36)   |   LQ45 780.316 (-2.62)   |   MBX 1404.61 (-0.38)   |   MNC36 278.843 (-0.12)   |   PEFINDO25 265.576 (-2.48)   |   SMInfra18 242.356 (-1.44)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-0.13)   |  

Iran Tak Ingin Perang dengan AS

Kamis, 16 Mei 2019 | 14:59 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Teheran, Beritasatu.com - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, menyatakan negaranya tidak menginginkan perang, termasuk dengan Amerika Serikat (AS), karena akan menghancurkan kawasan Timur Tengah.

Pernyataan itu, disampaikan Ayatollah Khamenei, saat mengadakan pertemuan darurat dengan para elit politik negara itu, termasuk Presiden Iran, Hassan Rouhani dan Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani, di Teheran, Rabu (15/5/.2019).

Ayatollah Khamenei menampik kemungkinan bahwa AS dan Iran akan berperang, dengan menyatakan bahwa AS sangat memahami bahwa konflik semacam itu tidak akan memenuhi kepentingan AS di Timur Tengah, setelah penarikan pasukan AS dari pertempuran di Suriah.

Pada kesempatan itu, Ayatollah Khamenei, juga menegaskan kembali pendiriannya bahwa dialog dengan pemerintah AS mengenai program nuklir Iran, bukanlah sebuah pilihan terbaik dalam waktu dekat.

Ayatollah Khamenei bahkan memuji program nuklir Iran yang telah disesuaikan dengan kepentingan negara dan persyaratan dalam Perjanjian Nuklir Iran yang ditandatangani pada 2015.

"Selama Amerika Serikat seperti sekarang, negosiasi hanyalah racun, dan dengan pemerintahan (Amerika Serikat, AS) saat ini, racun itu dua kali (lebih mematikan, red)," kata Ayatollah Khamenei, di Teheran, Iran, Rabu (15/5/2019).

Meski demikian, Khamenei mengakui bahwa tekanan dari AS yang keluar dari Perjanjian Nuklir Iran pada Mei 2018, telah membawa kesulitan pada kondisi perekonoian Iran, terutama terhadap warga miskin dan kelas menengah. Namun Ayatollah Khamenei menolak gagasan bahwa ekonomi Iran berada dalam kondisi menemui jalan buntu.

“Amerika benar, ketika mereka menyebut bahwa sanksi yang diberikan belum pernah terjadi sebelumnya. Tapi perlu kami tegaskan bahwa Republik Islam Iran adalah logam yang kuat,” ujar Ayatollah Khamenei.

Pidato Ayatollah Khamenei adalah reaksi publik pertamanya terhadap tekanan AS, termasuk pengiriman kapal perang AS baru-baru ini ke kawasan Teluk, yang memicu spekulasi bahwa kedua pihak semakin mendekati perang.

Kelompok garis keran Iran bangga dengan pernyataan Khamenei, dan menafsirkannya sebagai tanda kekuatan Iran dalam melawan tekanan AS.

"Ini adalah pertama kalinya dalam 230 tahun terakhir bahwa kita menghadapi negara adikuasa yang tidak memiliki keberanian untuk serangan militer terhadap Iran," tulis Abdollah Ganji.

Namun pesimisme masih berlaku di kalangan kritikus Republik Islam Iran, yang berpendapat bahwa konfrontasi terus-menerus tidak akan menguntungkan Iran.

"Tidak akan ada perang, tidak ada pembicaraan, tetapi kami akan mati kelaparan," tulis seorang pengguna Twitter, merujuk pada kesulitan ekonomi Iran.

Per 15 Juni 2015, Iran juga mulai meninggalkan persyaratan dalam Perjanjian Nuklir Iran, yang antara lain membatasi cadangan uranium negara itu.

Tasnim, sebuah kantor berita konservatif, melaporkan bahwa Organisasi Energi Atom Iran kini telah mulai mempraktikkan tindakan-tindakan untuk meningkatkan cadangan uranium Iran yang telah diratifikasi oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Di bawah pengaturan baru, Iran tidak akan lagi mematuhi batas pada persediaan uranium yang diperkaya rendah, yang sebelumnya harus diekspor setelah melebihi batas 300 kilogram pada uranium hexafluoride. Terkait persediaan air beratnya, Iran tidak akan lagi berkomitmen untuk mengirimkan kelebihan air untuk penyimpanan di Oman ketika melewati ambang batas 130 ton.



Sumber:Suara Pembaruan/Al Jazeera/CNN


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Was-was Jaringan Komputer Diserang, Trump Umumkan Darurat Nasional

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan darurat nasional demi melindungi segenap jaringan komputer AS dari "musuh-musuh asing".

DUNIA | 16 Mei 2019

Diserang Teroris, 17 Tentara Niger Tewas

Sedikitnya 17 tentara Niger tewas dan 11 tentara lainnya hilang dalam serangan kelompok bersenjata di dekat perbatasan Mali.

DUNIA | 16 Mei 2019

Berdalih Uji Coba, Pria Jerman Bawa Kabur Ferrari Antik

Seorang pria Jerman membawa kabur sedan Ferrari senilai US$ 2,2 juta atau Rp 31,8 miliar dengan dalih uji kendara di Dusseldorf, Jerman.

DUNIA | 16 Mei 2019

Jenderal Venezuela Serukan Militer Kudeta Maduro

Seorang jenderal angkatan udara Venezuela telah menyerukan angkatan bersenjata negaranya untuk bangkit melawan Presiden Nicolas Maduro.

DUNIA | 16 Mei 2019

Remaja Malaysia Tewas Setelah Unggah Poling di Instagram

Seorang remaja perempuan asal Malaysia (16 tahun) dilaporkan tewas bunuh diri setelah mengunggah poling di Instagram.

DUNIA | 15 Mei 2019

Para Ahli dari 40 Negara Gelar Konferensi Keanekaragaman Hayati dan Pegunungan

Konferensi ini digelar bersama oleh Universitas Kaspia Barat dan Lembaga Penelitian Peradaban dan Lansekap Gunung.

DUNIA | 15 Mei 2019

AS Diduga Gunakan Laporan Intelijen Palsu

Amerika Serikat (AS) diduga menggukanan laporan intelijen palsu atau berlebihan tentang ancaman Iran terhadap kepentingan AS di Timur Tengah.

DUNIA | 15 Mei 2019

Ratusan Simbol Seperti Emoji Digunakan di Pemilu India

Ratusan simbol seperti emoji digunakan partai-partai dalam pemilihan umum (Pemilu) India yang digelar secara e-voting (pemungutan suara elektronik).

DUNIA | 15 Mei 2019

Petinggi OIR Bantah Klaim AS tentang Ancaman Iran

Petinggi Operation Inherent Resolve (OIR), membantah klaim Amerika Serikat (AS) tentang ancaman militer Iran yang meningkat di kawasan Timur Tengah.

DUNIA | 15 Mei 2019

PM May Ajukan Voting Brexit Keempat Kalinya

Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May, Selasa 914/5/2019), telah mengajukan voting terbaru atas kesepakatan keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit.

DUNIA | 15 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS