Perbatasan Dibuka, Warga Venezuela Berobat ke Kolombia
INDEX

BISNIS-27 425.322 (6.54)   |   COMPOSITE 4870.04 (49.07)   |   DBX 940.805 (-0.47)   |   I-GRADE 127.855 (2.45)   |   IDX30 401.317 (7.5)   |   IDX80 105.56 (1.71)   |   IDXBUMN20 265.398 (6.32)   |   IDXG30 112.997 (1.91)   |   IDXHIDIV20 357.483 (6.59)   |   IDXQ30 117.699 (2.06)   |   IDXSMC-COM 210.149 (1.14)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (2.69)   |   IDXV30 100.238 (0.88)   |   INFOBANK15 757.481 (12.51)   |   Investor33 352.266 (5.51)   |   ISSI 143.81 (1.55)   |   JII 518.901 (6.54)   |   JII70 176.231 (2.41)   |   KOMPAS100 949.983 (13.23)   |   LQ45 737.154 (13.13)   |   MBX 1342.99 (15.69)   |   MNC36 264.429 (3.91)   |   PEFINDO25 260.033 (1.63)   |   SMInfra18 229.972 (4.74)   |   SRI-KEHATI 296.897 (5.09)   |  

Perbatasan Dibuka, Warga Venezuela Berobat ke Kolombia

Senin, 10 Juni 2019 | 15:57 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Caracas, Beritasatu.com - Ribuan warga Venezuela yang mengungsi ke Kolombia mengaku ingin berobat karena tak mendapat pelayanan kesehatan yang memadai di Venezuela.

Ribuan warga Venezuela rela mengantri berjam-jam di Jembatan Internasional Simon Bolivar yang menghubungkan Venezuela dengan Kolombia, setelah pemerintah mengumumkan pembukaan kembali perbatasan, pada Sabtu (8/6/2019).

Banyak warga yang mengaku ingin mencari bahan kebutuhan pokok dan tempat berobat untuk anggota keluarga mereka yang sakit dan belum mendapat pelayanan kesehatan akibat krisis yang melanda Venezuela.

“Kedua putri saya menderita demam berdarah. Mereka demam, dan harus segera dirawat di Kolombia,” kata Belky Rangel (34), yang menunggu selama tiga jam untuk menyeberang dari Tachira, Venezuela, ke Cacuta, Kolombia.

Kepala Layanan Migrasi di Kolombia, Christian Krueger, mengatakan sekitar 18.000 orang telah melintasi perbatasan dari Venezuela dan 8.000 dari Kolombia.

Sebelum perbatasan ditutup pada awal Februari 2019, sekitar 30.000 orang menyeberangi Jembatan Internasional Simon Bolivar setiap hari, dari San Antonio del Tachira, Venezuela, ke Cucuta, Kolombia.

Meski telah membuka perbatasan, namun tentara Venezuela tetap menempatkan kontainer di Jembatan Internasional Simon Bolivar untuk menghalangi masuknya truk bantuan kemanusiaan ke wilayah Venezuela.

Krisis yang melanda Venezuela telah membuat negara itu mengalami kekurangan stok bahan kebutuhan pokok dan obat-obatan. Tak hanya itu, Venezuela juga sempat mengalami krisis listrik hingga terjadi pemadaman selama lebih dari tiga minggu.



Sumber:AFP/NPR/Suara Pembaruan


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Pemerintah Hong Kong Enggan Kompromi Soal RUU Ekstradisi

Pemerintah Kota Hong Kong, enggan berkompromi dengan pengunjuk rasa terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi yang kontroversial dan menuai protes.

DUNIA | 10 Juni 2019

Buka Perbatasan, Maduro Singgung Penentuan Nasib Rakyat Venezuela

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menyinggung nasib warga Venezuela terkait keputusannya untuk membuka kembali perbatasan dengan Kolombia.

DUNIA | 10 Juni 2019

Parlemen dan Presiden Sri Lanka Berselisih atas Penyelidikan Teror Bom Paskah

Parlemen Sri Lanka pada Minggu (9/6/2019), memperingatkan Presiden Maithripala Sirisena agar tidak menghentikan penyelidikan bom paskah.

DUNIA | 10 Juni 2019

Menangi 71% Suara, Tokayev Jadi Presiden Kazakhstan

Kassym-Jomart Tokayev telah memenangi pemilihan presiden Kazakhstan dengan 70,76% suara.

DUNIA | 10 Juni 2019

Langgar Syariat, Ratusan Restoran di Iran Ditutup

Kepolisian Iran telah menutup ratusan restoran di kota-kota besar Iran selama bulan Ramadan.

DUNIA | 10 Juni 2019

Demo Besar-besaran di Hong Kong, Tiongkok Salahkan Asing

Penyelenggara unjuk rasa mengklaim sekitar 1 juta orang terlibat.

DUNIA | 10 Juni 2019

Setelah Tutup 4 Bulan, Venezuela Buka Perbatasan Kolombia

Venezuela membuka kembali perbatasan dengan Kolombia setelah ditutup selama empat bulan.

DUNIA | 9 Juni 2019

Ratusan Ribu WN Hong Kong Tolak RUU Ekstradisi Tiongkok

Ratusan ribu orang memenuhi di jalan-jalan Hong Kong pada Minggu (9/6).

DUNIA | 9 Juni 2019

Angelina Jolie Serukan Dukungan Internasional untuk Anak-anak Venezuela

Sebanyak 20.000 anak-anak Venezuela disebutkan beresiko tidak memiliki hak kewarganegaraan.

DUNIA | 9 Juni 2019

SK Group Bangun Pusat Inovasi di Vietnam

SK Group menanamkan investasi US$ 30 juta untuk pembangunan Pusat Inovasi Nasional (NIC) di Hanoi.

DUNIA | 9 Juni 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS