India Larang Produksi Hingga Promosi Rokok Elektronik
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

India Larang Produksi Hingga Promosi Rokok Elektronik

Kamis, 19 September 2019 | 15:07 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAI

New Delhi, Beritasatu.com - India mengumumkan larangan terhadap rokok elektronik (vape) karena menimbulkan resiko kesehatan khususnya bagi anak-anak muda. Larangan dengan ancaman hukuman sampai lima tahun penjara itu, berlaku secara luas mulai dari produksi hingga promosi atau iklan Vape.

India memiliki lebih dari 100 juta perokok dewasa sehingga menjadikan negara itu pasar potensial untuk perusahaan-perusahaan rokok elektronik. Namun, larangan itu tidak berpengaruh kepada produk rokok tradisional dari tembakau.

“Sayangnya, rokok elektronik pada awalnya dipromosikan sebagai cara orang untuk keluar dari kebiasaan merokok. Ini menjadi proses penyapihan dari penggunaan rokok (tradisional),” kata Menteri Keuangan India, Nirmala Sitharaman, setelah pertemuan kabinet, Rabu (18/9/2019).

Menurut Nirmala Sitharaman, kematian tujuh orang di Amerika Serikat (AS) karena penyakit terkait vaping telah menambah keprihatinan setempat tentang dampak dari rokok elektronik untuk kesehatan.

Ratusan orang dirawat karena sakit paru-paru di 36 negara bagian AS. Para peneliti sedang menyelidiki kaitan penyakit itu dengan penggunaan rokok elektronik.

“Kabinet secara tepat berpikir sudah saatnya dan kami segera mengambil keputusan agar kesehatan warga kami, anak-anak muda kami, tidak terancam,” ujar Nirmala Sitharaman.

Aturan darurat terkait larangan penggunaan Sistem Pengiriman Nikotin Elektronik (Electronic Nicotine Delivery Systems/ENDS) akan dikeluarkan beberapa hari mendatang. Aturan itu akan dibahas dalam sesi parlemen selanjutnya dan diubah sebagai undang-undang.

Larangan itu mencakup produksi, manufaktur, impor, ekspor, pengiriman, penjualan, distribusi, penyimpanan, dan iklan. Larangan termasuk segala bentuk ENDS, produk yang dipanaskan bukan dibakar, dan perangkat e-hookah.

Orang-orang yang melanggar larangan itu bisa menghadapi lebih dari satu tahun penjara atau denda sebesar 100.000 rupee (Rp 19,7 juta) atau keduanya. Untuk pelanggaran berikutnya, hukumannya bisa lima tahun penjara dan denda 500.000 rupee (Rp 98,8 juta).

“Orang yang menyimpan rokok elektronik, juga bisa dihukum sampai lebih dari enam bulan penjara dan denda 50.000 rupee (Rp 9,8 juta),” ujar Nirmala Sitharaman.

Dia menambahkan, para penjual yang masih mempunyai stok sisa harus membuat pernyataan dan menyerahkan rokok elektronik yang ada dan selongsongnya ke kantor polisi terdekat.

35 Juta

Data dari Euromonitor menyatakan sekitar 35 juta orang di seluruh dunia diyakini memakai rokok elektronik atau vape. Rokok elektronik populer di kalangan para perokok di banyak tempat yang berusaha membuang kebiasaan mereka dari penggunaan nikotin selama proses penghilangan tar dan racun-racun dari tembakau bakar.

Namun, banyak orang merasa khawatir “vaping” bisa menjadi kecanduan baru kepada nikotin, khususnya di kalangan anak-anak muda. Larangan penggunaan rokok elektronik di India diumumkan setelah New York menjadi negara bagian AS kedua yang juga melarang penggunaan vape.

India adalah konsumen terbesar kedua produk tembakau setelah Tiongkok. Lebih dari 900.000 orang tewas di negara itu setiap tahun terkait penyakit karena tembakau.

Para pendukung vaping menyatakan produk itu membantu orang-orang berhenti dari kebiasaan merokok, sehingga pelaranganitu akan mendorong para mantan perokok kembali kepada kebiasaan buruk mereka.

Vaping, yaitu aktivitas menghirup campuran dari nikotin, air, pelarut, dan perasa, belum diketahui dampak kesehatannya. Uap dari vape disebut tidak mengandung 7.000 bahan kimia seperti terdapat dalam asap rokok, tapi mengandung sejumlah zat yang bisa berbahaya. Lembaga Kesehatan Masyarakat Inggris (Public Health England/PHE) menyatakan rokok elektronik 95 persen lebih aman daripada rokok biasa.

Seumber : CNN/BBC/The Guardian



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Malaysia Akan Paksa Perusahaan Atasi Karhutla

Pemerintah Malaysia sedang mempertimbangkan rencana membuat undang-undang yang akan memaksa perusahaan Malaysia mengatasi kebakaran lahan dan hutan miliknya.

DUNIA | 19 September 2019

Pemilu Israel, Gantz Menang Tipis dari Netanyahu

Hasil perhitungan suara Pemilihan Umum Israel yang telah mencapai 95%, menunjukkan Benny Gantz menang tipis dari Benjamin Netanyahu.

DUNIA | 19 September 2019

Perang Afghanistan, Agustus 2019, Rata-rata 74 Orang Tewas Tiap Hari

Sekitar 74 warga laki-laki, perempuan dan anak-anak meninggal dunia setiap harinya di Afghanistan selama bulan Agustus 2019.

DUNIA | 19 September 2019

Kebakaran di Sekolah Liberia, 27 Anak Tewas

Kebakaran di satu sekolah Islam di Liberia telah menewaskan sedikitnya 27 anak-anak.

DUNIA | 19 September 2019

Sebanyak 123 Sekolah di Kuala Lumpur Ditutup Karena Kabut Asap

Sebanyak 123 sekolah di wilayah Kuala Lumpur ditutup karena gangguan asap.

DUNIA | 18 September 2019

Saudi Tunda Pasokan Minyak Mentah ke Tiongkok

Arab Saudi memutuskan menunda pasokan minyak mentah ke Tiongkok pascaSerangan bom terhadap instalasi kilang minyak perusahaan Arab Saudi, Aramco, pekan lalu.

DUNIA | 18 September 2019

Mahathir Belum Surati Jokowi Soal Kabut Asap

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengaku belum mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo terkait kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

DUNIA | 18 September 2019

Pemilu Israel, Netanyahu dan Gantz Sama-Sama Klaim Menang

Benjamin Netanyahu dari Partai Likud dan Benny Gantz dari Partai Kahol Lavan, sama-sama mengklaim memenangkan pemilihan umum Israel, pada Selasa (17/9/2019).

DUNIA | 18 September 2019

Raja Saudi Klaim Mampu Hadapi Pelaku Serangan Kilang Minyak

Raja Arab, Salman bin Abdul-Aziz Al Saud (Raja Salman), mengatakan bahwa pemerintah Riyadh mampu menghadapi pelaku serangan kilang minyak Aramco.

DUNIA | 18 September 2019

Dua Serangan Bom Bunuh Diri Taliban, 48 Tewas

Dua serangan bom bunuh diri yang dilakukan anggota militan Taliban, menewaskan 48 orang, di Afghanistan, Selasa (17/9/2019).

DUNIA | 18 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS