Tolak Iklan Politik, Petinggi Facebook dan Twitter Bersitegang
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-2.15)   |   COMPOSITE 5759.92 (5.32)   |   DBX 1054.23 (6.59)   |   I-GRADE 169.662 (-0.82)   |   IDX30 501.412 (-2.25)   |   IDX80 131.739 (-0.22)   |   IDXBUMN20 371.622 (0.11)   |   IDXG30 135.832 (0.25)   |   IDXHIDIV20 450.213 (-1.04)   |   IDXQ30 146.619 (-0.74)   |   IDXSMC-COM 244.641 (2.18)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (2.94)   |   IDXV30 126.958 (0.04)   |   INFOBANK15 989.895 (-5.98)   |   Investor33 430.473 (-2.25)   |   ISSI 168.725 (0.31)   |   JII 619.114 (-0.99)   |   JII70 212.184 (0.24)   |   KOMPAS100 1175.82 (-1.1)   |   LQ45 920.779 (-2.49)   |   MBX 1601.16 (0.51)   |   MNC36 321.923 (-1.34)   |   PEFINDO25 313.689 (1.69)   |   SMInfra18 292.004 (0.98)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-2.13)   |  

Tolak Iklan Politik, Petinggi Facebook dan Twitter Bersitegang

Kamis, 31 Oktober 2019 | 15:34 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

New York, Beritasatu.com - Petinggi jaringan media sosial (medsos), Facebook dan Twitter, dikabarkan bersitegang terkait keputusan Twitter untuk menolak iklan politik.

Keputusan CEO Twitter, Jack Dorsey, yang diumumkan pada Rabu (30/10/2019), membuat dia berselisih dengan eksekutif senior Facebook, termasuk Mark Zuckerberg dan Sheryl Sandberg. Mark Zuckerberg disebut menjadi salah satu petinggi Facebook yang gigih mempertahankan kebijakan Facebook untuk tidak memeriksa iklan politik.

Pada Rabu (30/10/2010), beberapa saat setelah pengumuman Jack Dorsey, Mark Zuckerberg menegaskan kembali pendiriannya terkait iklan politik.

Meski tidak secara langsung menyindir Jack Dorsey, Mark Zuckerberg mengungkapkan keputusan untuk menolak iklan politik harus dilakukan dengan hati-hati.

“Kita harus berhati-hati dalam mengadopsi semakin banyak aturan seputar pidato politik. Dalam sebuah demokrasi, saya pikir tidak tepat bagi perusahaan swasta untuk menyensor politisi atau berita," kata Mark Zuckerberg.

Hingga saat ini, lanjut Mark Zuckerberg, Facebook masih terus mengevaluasi apakah menguntungkan untuk mengizinkan iklan politik tetap dipasang di Facebook, tetapi sejauh ini ia telah menyimpulkan bahwa mengizinkan iklan politik adalah pilihan yang lebih baik.

Mark Zuckerberg bahkan mengatakan bahwa data pendapatan kuartal ketiga Facebook dari iklan yang antara lain dikontribusi oleh iklan politik. Diperkirakan iklan politik akan menyumbang kurang dari 0,5% dari pendapatan Facebook tahun depan. Pendapatan iklan triwulanan 2019 Facebook, dilaporkan sebesar US$ 17,38 miliar, naik 28% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Awal Oktober 2019, Mark Zuckerberg menghadiri audiensi siswa di Washington DC untuk membela keputusan perusahaannya tidak melarang iklan politik yang mengandung kepalsuan.

Mark Zuckerberg telah mempertimbangkan untuk melarang semua iklan politik di platform-nya, tetapi mengatakan dia yakin langkah itu akan menguntungkan politisi yang berkuasa dan siapa pun media yang memilih untuk meliput.

Seperti diketahui, CEO Twitter, Jack Dorsey, Rabu (30/10/2019), mengumumkan jaringan media sosial (medsos) itu menolak semua iklan politik secara global. Larangan terhadap seluruh iklan politik di Twitter akan diberlakukan mulai 22 November 2019, dengan rincian lengkap akan dirilis pada 15 November 2019.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pentagon: Jenazah Baghdadi Dikubur di Laut

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) menyatakan jenazah pemimpin Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), Abu Bakar al-Baghdadi dikubur di laut.

DUNIA | 31 Oktober 2019

Cile Batal Jadi Tuan Rumah KTT APEC

Cile batal menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan dua acara internasional, yaitu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2019.

DUNIA | 31 Oktober 2019

Perubahan Iklim, 300 Juta Orang Terancam Kenaikan Air Laut

Penelitian perubahan iklim menunjukkan 300 juta orang yang tinggal di sepanjang pantai di dunia terancam banjir besar akibat kenaikan air laut, pada 2050.

DUNIA | 31 Oktober 2019

Kesepakatan Brexit Johnson Rugikan Inggris Rp 1.267 Triliun

Kesepakatan Brexit yang ditawarkan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, akan merugikan negara itu sampai 70 miliar poundsterling (sekitar Rp 1.267 triliun).

DUNIA | 31 Oktober 2019

Jelang Pemilu AS, Twitter Umumkan Tolak Iklan Politik

CEO Twitter, Jack Dorsey, mengumumkan jaringan media sosial (medsos) itu, menolak semua iklan politik secara global.

DUNIA | 31 Oktober 2019

PM Inggris Serukan Revitalisasi Parlemen

Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, menyerukan revitalisasi parlemen untuk membawa Inggris keluar dari Uni Eropa atau dikenal dengan sebutan Brexit.

DUNIA | 30 Oktober 2019

Demonstran Rayakan Pengunduran Diri PM Libanon

Demonstran merayakan pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Saad Hariri, dengan menyanyi dan menari di jalan-jalan beberapa kota utama di Libanon.

DUNIA | 30 Oktober 2019

Menlu: Politik LN Prioritaskan Diplomasi Ekonomi

Politik Luar Negeri Indonesia lima tahun ke depan akan memprioritaskan diplomasi ekonomi. Penguatan diplomasi ekonomi dilakukan lewat enam langkah strategis.

DUNIA | 30 Oktober 2019

Pecahkan Kebuntuan Brexit, Inggris Gelar Pemilu 12 Desember

Pemerintah Inggris akan menggelar pemilihan umum (pemilu) pada 12 Desember 2019, yang diharapkan dapat memecahkan kebuntuan Brexit.

DUNIA | 30 Oktober 2019

Capres Partai Demokrat, Sanders dan Warren Bersaing Ketat

Senator Bernie Sanders dari Vermont dan Senator Elizabeth Warren dari Massachusetts, bersaing ketat di posisi teratas calon presiden Partai Demokrat.

DUNIA | 30 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS