Hindari Konflik, Universitas Hongkong Diliburkan Sampai Januari 2020
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Hindari Konflik, Universitas Hongkong Diliburkan Sampai Januari 2020

Kamis, 14 November 2019 | 16:10 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAI

Hong Kong, Beritasatu.com - Universitas Tiongkok Hong Kong (Chinese University of Hong Kong/CUHK) mengumumkan mengakhiri jadwal akademik semester kedua tahun ini dan meliburkan mahasiswa sampai 6 Januari 2020.

Pihak CUHK menyatakan mengakhiri jadwal akademik untuk semester terakhir secara prematur karena menghindari konflik akibat meningkatnya kekerasan dalam aksi demonstrasi di Hong Kong, serta mengantisipasi gangguan transportasi publik secara berkelanjutan, dan kerusakan fasilitas kampus.

“Semua kelas yang digelar di kampus dibatalkan dan akan kembali berlaku efektif sampai awal Term 2 pada 6 Januari 2020,” bunyi pernyataan pihak CUHK, pada Rabu (13/11/2019).

Demonstrasi prodemokrasi Hong Kong yang berlangsung pada Selasa (12/11/2019), berakhir dengan bentrokan antara petugas dan pengunjuk rasa. Lahan perbukitan yang menjadi lokasi CUHK di New Territories yang biasanya tenang, berubah menjadi pusat bentrokan di seluruh universitas kota itu. Banyak korban terluka dalam bentrokan tersebut.

Polisi menuding CUHK telah dijadikan “pabrik senjata” untuk membuat ratusan bom molotov yang dilemparkan ke petugas saat aksi demonstrasi, pada Selasa (12/11/2019). Menurut Juru Bicara Kepolisian Hong Kong, Kepala Inspektur Tse Chun-chung,para mahasiswa menggunakan bom molotov, busur dan panah, serta lembing untuk menargetkan polisi. Mereka sudah mencapai tingkat kekerasan sangat berbahaya bahkan mematikan.

Pasca bentrokan, sekelompok mahasiswa di CUHK berusaha meninggalkan kampus pada Rabu (13/11/2019) pagi waktu setempat karena alasan keamanan, tapi harus diangkut dengan kapal karena tidak bisa pergi melewati jalanan yang terhalang.

Situasi yang memanas akibat aksi demonstrasi yang meluas ke lingkungan universitas, membuat para mahasiswa dari Tiongkok mulai meninggalkan kampus-kampus di Hong Kong, karena khawatir dengan keselamatan mereka.

Pada Rabu (13/11/2019), demonstran pro-demokrasi membangun barikade di sejumlah kampus universitas di Hong Kong, sebagai “panggung” untuk melakukan konfrontasi lebih lanjut dengan polisi.

Para demonstran, yang sebagian besar pelajar, menghabiskan sepanjang hari untuk membentengi barikade dan menimbun banyak makanan serta senjata. Kelompok demonstran lainnya memblokade jalur transportasi dan bisnis di banyak wilayah sehingga menimbulkan kekacauan di kota itu.

Biro Pendidikan Hong Kong juga memerintahkan seluruh sekolah untuk tutup pada Kamis (14/11) karena alasan transportasi dan keselamatan. Sampai pekan ini, protes secara umum dilakukan pada malam hari atau akhir pekan.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Trump Sambut Ramah Kunjungan Erdogan

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyambut raman Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang berkunjung di Gedung Putih, Rabu (13/11/2019).

DUNIA | 14 November 2019

Kapal Selam AS Ditemukan Setelah 75 Tahun Hilang

Kapal selam Amerika USS Grayback yang hilang selama 75 tahun dalam Perang Dunia II telah ditemukan kembali di dasar laut China Timur.

DUNIA | 14 November 2019

UE: Inggris Akan Jadi “Pemain Kelas Dua” Pasca Brexit

Presiden Dewan Uni Eropa (UE), Donald Tusk, memperingatkan bahwa Inggris akan menjadi “pemain kelas dua” setelah keluar dari blok tersebut atau disebut Brexit.

DUNIA | 14 November 2019

Kemlu Arahkaan Diplomasi Lingkungan Dukung Diplomasi Ekonomi

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akan mengarahkan diplomasi lingkungan hidup untuk mendukung diplomasi ekonomi.

DUNIA | 14 November 2019

Polisi Hong Kong Tuding Universitas Dijadikan “Pabrik Senjata”

Polisi menuding Universitas Tiongkok Hong Kong (Chinese University of Hong Kong/CUHK) telah dijadikan “pabrik senjata” untuk membuat ratusan bom molotov.

DUNIA | 14 November 2019

DPR AS Gelar Penyelidikan Pemakzulan Trump Secara Terbuka

DPR Amerika Serikat (AS) menggelar penyelidikan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump, secara terbuka untuk publik, pada Rabu (13/11/2019).

DUNIA | 14 November 2019

Tiongkok Kirim Lima Satelit dalam Satu Roket Tunggal

Lima satelit penginderaan jauh baru dikirim ke orbit dengan satu roket tunggal.

DUNIA | 14 November 2019

Hubungan AS-Turki Tegang, Erdogan akan Bertemu Trump

Hubungan Amerika Serikat dan Turki yang menegang akibat operasi militer Turki di Suriah, tak menyurutkan niat Recep Tayyip Erdogan untuk bertemu Donald Trump.

DUNIA | 13 November 2019

Trump Sebut Uni Eropa Lebih Parah dari Tiongkok

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyebut Uni Eropa lebih parah dari Tiongkok dalam menerapkan praktik perdagangan yang tidak adil.

DUNIA | 13 November 2019

Indonesia Tak Ingin ASEAN Terjepit Negara “Superpower”

Pemerintah Indonesia mengajukan konsep Indo-Pasifik karena tidak ingin ASEAN terjepit oleh negara-negara “Superpower”.

DUNIA | 13 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS