Kunjungan ke Asia, Paus Tiba di Thailand
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Kunjungan ke Asia, Paus Tiba di Thailand

Kamis, 21 November 2019 | 15:59 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAI

Bangkok, Beritasatu.com - Paus Fransiskus tiba di Thailand, Rabu (20/11/2019), untuk bertemu dengan umat Katolik yang menjadi minoritas di negara itu.

Paus Fransiskus melakukan lawatan ke Asia selama tujuh hari, dengan berkunjung ke Thailand dan Jepang. Kunjungan Paus Fransiskus ke Thailand dan Jepang adalah bagian dari misi untuk meningkatkan moral minoritas Katolik di Asia.

Di Thailand, Paus Fransiskus diharapkan memanfaatkan kunjungannya untuk mengangkat keprihatinan terkait perdagangan manusia dan upaya perdamaian. Sedangkan di Jepang, Paus akan menyampaikan pesan anti-nuklir.

Paus Fransiskus akan berada di Thailand sampai Sabtu (23/11), mengikuti jejak Paus Yohanes Paulus II yang berkunjung ke sana pada Mei 1984.

Paus Fransiskus tiba di Thailand setelah melalui penerbangan selama 11 jam dari Roma dengan membawa rombongan termasuk sekitar 70 jurnalis dan profesional media.

Paus Fransiskus disambut dengan hamparan karpet merah di Kedutaan Besar Vatikan, di Bangkok. Para pemimpin gereja Katolik di Taiwan menyambut pemimpin tertinggi umat Katolik itu atas kunjungannya yang bertepatan dengan 350 tahun misi kepausan pertama di Siam, nama masa lalu Thailand.

Paus akan mengikuti serangkaian acara selama kunjungan di Thailand, termasuk pertemuan keluarga di Bangkok. Jumlah umat Katolik di Thailand sekitar 325.000 atau 0,59% populasi. Sekitar 80% warga Katolik merupakan warga Thailand, sisanya imigran.

Menteri Luar Negeri Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, mengatakan Paus Fransiskus tampaknya akan mendorong umat Kristen untuk menjadi murid-murid misionaris, saat gereja merayakan 350 tahun sejak misionaris Jesuit memberitakan Injil di Thailand.

Antusias

Umat Katolik Thailand antusias menunggu kedatangan Paus Fransiskus untuk melakukan swafoto di sekitar Kedutaan Besar Vatikan di Bangkok dan Rumah Sakit Santo Louis.

“Sekali seumur hidup, saya ingin melihatnya dan bisa menerima doa darinya,” kata Orawan Thongjamroon, salah satu warga Thailand yang sudah menunggu sejak pagi hari di luar Kedubes Vatikan.

Diantara orang-orang yang menyambutnya adalah sepupu dan teman masa kecilnya dari Argentina, yaitu biarawati berusia 77 tahun Suster Ana Rosa Sivori, yang bekerja di sekolah-sekolah Thailand selama lebih dari 50 tahun dan akan menjadi penerjemah pribadi paus di Thailand.

Kakek dari Fransiskus dan Ana adalah saudara. Keduanya tampak berseri-seri saat berjalan melewati kerumunan pemuka agama, anak-anak, dan para pejabat pemerintah menuju iring-iringan mobil.

“Teman-teman terkasih di Thailand dan Jepang, sebelum bertemu, mari kita berdoa bersama agar hari-hari ini bisa kaya dengan rahmat dan sukacita,” sebut pernyataan dalam akun resmi Twitter paus sebelum dia meninggalkan Vatikan.

Di Gereja Santo Luis, seorang perempuan Katolik dengan bangga menunjukkan foto-foto dirinya dan Paus Fransiskus saat berkunjung ke Vatikan bersama suaminya. “Saya tidak pernah berpikir punya kesempatan untuk melihatnya lagi,” kata Nuchnaree Praresri (49).

Pada Sabtu (23/11/2019), Paus Fransiskus akan berkunjung ke Jepang selama empat hari sampai Selasa (26/11/2019). Umat Katolik di Jepang hanya 0,42% dari populasi penduduk di sana atau sekitar 600.000 orang. Di Jepang, para pekerja migran meningkatkan porsi populasi Katolik negara itu karena Jepang memudahkan hukum imigrasi.

Dalam kunjungannya di Jepang, khususnyasaat ke Nagasaki dan Hiroshima, pada Minggu (24/11/2019), Paus Fransiskus diperkirakan mendorong upaya denuklirisasi.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kakak Beradik Jadi Pemimpin Sri Lanka

Presiden baru Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa (70), menunjuk kakak lelakinya, Mahinda Rajapaksa (74), sebagai perdana menteri (PM) sementara negara itu.

DUNIA | 21 November 2019

Kesepakatan Perdagangan AS-Tiongkok Buntu, Trump Ancam Naikkan Tarif

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menaikkan tarif impor barang Tiongkok lebih tinggi pada 15 Desember 2019

DUNIA | 21 November 2019

Tangkal Terorisme, Australia Terapkan Kurikulum Multikultur Sejak PAUD

Australia menerapkan kurikulum multikulturalisme sejak pendidikan anak usia dini untuk mengajarkan toleransi, sekaligus menangkal gerakan terorisme.

DUNIA | 21 November 2019

Suu Kyi Pimpin Delegasi Myanmar ke Sidang ICJ

Peraih Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi, akan memimpin delegasi untuk membela negaranya dari tuduhan genosida terhadap etnis Rohingya di Rakhine.

DUNIA | 21 November 2019

Indonesia Galang DK PBB Tolak Upaya Legalkan Pemukiman Israel di Palestina

Indonesia juga mendesak Israel menghentikan kekerasan yang telah memakan banyak korban jiwa di kalangan warga Palestina di Jalur Gaza.

DUNIA | 21 November 2019

Tidak Ada Korban WNI dalam Gempa di Laos

Tiga gempa dengan intensitas besar menggguncang wilayah Laos pada Kamis (21/11/2019) pagi.

DUNIA | 21 November 2019

Penutupan Kashmir Picu Kerugian Hingga Rp 14 Triliun

Kerugian ekonomi di Kashmir telah mencapai lebih dari US$ 1 miliar (Rp 14 triliun) sejak India mencabut otonomi dan kenegaraannya pada Agustus 2019.

DUNIA | 21 November 2019

Senat AS Ratifikasi RUU Hak Hong Kong

Senat Amerika Serikat (AS) dengan suara bulat meratifikasi rancangan undang-undang yang mendukung "hak asasi manusia dan demokrasi" di Hong Kong.

DUNIA | 20 November 2019

Libia dan Somalia, Negara Paling Berbahaya untuk Perjalanan

Libia, Somalia, Sudan Selatan, dan Republik Afrika Tengah adalah negara-negara paling berbahaya di dunia.

DUNIA | 20 November 2019

Setelah 10 Tahun, Swedia Batalkan Kasus Pemerkosaan atas Julian Assange

Seorang jaksa penuntut Swedia membatalkan penyelidikan pemerkosaan terhadap pendiri WikiLeaks, Julian Assange.

DUNIA | 20 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS