Paus Kecam Eksploitasi Perempuan dan Anak di Thailand
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Paus Kecam Eksploitasi Perempuan dan Anak di Thailand

Jumat, 22 November 2019 | 15:40 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAI

Bangkok, Beritasatu.com - Paus Fransiskus lewat homilinya di Bangkok, mengecam eksploitasi perempuan dan anak-anak untuk pelacuran di Thailand.

Paus Fransiskus menyebut kekerasan dan perbudakan yang diderita perempuan dan anak-anak adalah kejahatan yang harus dihentikan di negara yang terkenal untuk pariwisata seks tersebut.

“Di sini saya memikirkan anak-anak dan perempuan yang menjadi korban pelacuran dan perdagangan manusia, dihina dalam martabatnya sebagai manusia hakiki,” kata Paus Fransiskus, dalam khotbahnya, saat memimpin misa, di Stadium Nasional Bangkok, Kamis (21/11/2019).

Misa tersebut menjadi pertemuan terbesar umat Katolik di Thailand sejak Paus Yohanes Paulus II mengunjungi negara itu pada 1984. Puluhan ribu umat Katolik menghadiri misa tersebut, ribuan lainnya menyaksikan dari layar besar yang dipasang di luar stadium.

Kunjungan Paus Fransiskus tak hanya disambut umat Katolik, tetapi juga umat Budha yang menjadi mayoritas di Thailand. Bahkan beberapa mahasiswa muslim dari Institut Attarkia Islamiah ikut dalam Paduan Suara, saat menyambut Paus Fransiskus yang berkunjung di Universitas Chulalongkorn.

“Bagi kami, seolah-olah Tuhan sendiri ada di sini,” kata Nutaporn Kwanmuang (27), salat satu umat Katolik Thailand yang menghadiri misa di Stadium Nasional Bangkok.

Jumlah umat Katolik di Thailand sekitar 380.000 di negara dengan populasi 65 juta. Tapi komunitas kecil itu punya hubungan yang secara umum baik dengan mayoritas Buddha. Fransiskus akan melanjutkan lawatan Asia ke Jepang pada Sabtu (23/11/2019).

Sebelumnya, dalam kotbah pertama, Paus Fransiskus mengapresiasi upaya pemerintah Thailand untuk membasmi momok tersebut, dan bagi seluruh individu dan organisasi swasta yang bekerja untuk mencabut kejahatan itu dan menyediakan cara untuk memulihkan kehormatan para korban.

Paus Fransiskus juga membela migran dan pengungsi serta mengutuk perdagangan manusia. Jumlah korban perdagangan manusia yang diselamatkan di Thailand mencapai rekor tertinggi tahun ini. Tuntutan untuk pekerja murah di negara tetangga, Malaysia, telah menyebabkan peningkatan perdagangan ilegal.

Pariwisata Seks


Thailand berhasil menarik sekitar 35 juta wisatawan per tahun, karena reputasinya sebagai destinasi pariwisata seks. Belakangan pemerintah berusaha melepaskan reputasi tersebut dari Thailand.

Berbagai tindakan tegas dilakukan, tetapi tidak juga menyingkirkan Bangkok sebagai pusat wisata yang menawarkan bar-bar dan tempat pijat yang sering kali menawarkan seks. Ada sekitar 123.530 pekerja seks di Thailand, berdasarkan laporan dari Program Gabungan PBB untuk HIV dan AIDS (UNAIDS).

Thailand juga menjadi rumah bagi kamp-kamp pengungsi tertua di Asia. Sekitar 100.000 pengungsi dari Myanmar telah tinggal di sembilan kamp di sepanjang perbatasan selama puluhan tahun, bahkan banyak diantaranya sejak awal 1980-an.

Baru-baru ini, Thailand menjadi tempat utama bagi penyeludup manusia dan perdagangan puluhan ribu Muslim Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kejahatan Internet, Malaysia Tangkap 700 Warga Tiongkok

Otoritas Malaysia menangkap hampir 700 warga Tiongkok yang diduga menjadi anggota sindikat cyber crime (kejahatan internet).

DUNIA | 22 November 2019

Jokowi Akan Hadiri KTT Peringatan ASEAN-Korea Selatan

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan ke-30 ASEAN-Korea Selatan (ASEAN-ROK Commemorative Summit) akan digelar pada 25-26 November 2019 di Busan, Korsel.

DUNIA | 21 November 2019

Diancam Trump Soal Tarif, Pejabat Tiongkok Bungkam

Pejabat Tiongkok memilih bungkam terkait ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tentang rencana kenaikan tarif terhadap barang impor asal Tiongkok.

DUNIA | 21 November 2019

Presiden Rouhani: Iran Kalahkan Konspirasi Musuh

Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan rakyatnya telah mengalahkan "konspirasi musuh" di belakang gelombang protes jalanan yang keras.

DUNIA | 21 November 2019

Kunjungan ke Asia, Paus Tiba di Thailand

Paus Fransiskus tiba di Thailand, Rabu (20/11/2019), untuk bertemu dengan umat Katolik yang menjadi minoritas di negara itu.

DUNIA | 21 November 2019

Kakak Beradik Jadi Pemimpin Sri Lanka

Presiden baru Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa (70), menunjuk kakak lelakinya, Mahinda Rajapaksa (74), sebagai perdana menteri (PM) sementara negara itu.

DUNIA | 21 November 2019

Kesepakatan Perdagangan AS-Tiongkok Buntu, Trump Ancam Naikkan Tarif

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menaikkan tarif impor barang Tiongkok lebih tinggi pada 15 Desember 2019

DUNIA | 21 November 2019

Tangkal Terorisme, Australia Terapkan Kurikulum Multikultur Sejak PAUD

Australia menerapkan kurikulum multikulturalisme sejak pendidikan anak usia dini untuk mengajarkan toleransi, sekaligus menangkal gerakan terorisme.

DUNIA | 21 November 2019

Suu Kyi Pimpin Delegasi Myanmar ke Sidang ICJ

Peraih Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi, akan memimpin delegasi untuk membela negaranya dari tuduhan genosida terhadap etnis Rohingya di Rakhine.

DUNIA | 21 November 2019

Indonesia Galang DK PBB Tolak Upaya Legalkan Pemukiman Israel di Palestina

Indonesia juga mendesak Israel menghentikan kekerasan yang telah memakan banyak korban jiwa di kalangan warga Palestina di Jalur Gaza.

DUNIA | 21 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS