ASEAN-Korsel Tolak Proteksionisme Perdagangan
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

ASEAN-Korsel Tolak Proteksionisme Perdagangan

Rabu, 27 November 2019 | 16:27 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAI

Busan, Beritasatu.com - Perhimpunan Negara-Negara di Asia Tenggara (Association of South East Asian Nation/ASEAN) dan Korea Selatan (Korsel) sepakat menentang semua bentuk proteksionisme dan meningkatkan perdagangan demi kesejahteraan kawasan.

Kesepakatan itu tercapai setelah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Korsel untuk memperingati 30 tahun hubungan dialog kedua pihak, yang berlangsung selama dua hari dan berakhir di Busan, Korsel, Selasa (26/11/2p019).

Dalam pernyataan visi bersama, disebutkan ASEAN dan Korsel sepakat atas komitmen mereka untuk mendukung peningkatan perdagangan dan investasi, serta perlawanan terhadap segala bentuk proteksionisme dalam rangka meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan kawasan.

“Kita menghadapi tantangan-tantangan seperti proteksionisme perdagangan, kejahatan transnasional, dan Revolusi Industri ke-4,” kata Presiden Korsel, Moon Jae-in, saat sesi formal dari KTT tersebut.

Moon Jae-in menawarkan tantangan itu ditangani lewat kerja sama dan solidaritas antara kedua pihak, membangun komunitas perdagangan yang adil dan bebas untuk mencegah proteksionisme perdagangan menyusutkan perdagangan dan investasi kawasan.

Dalam KTT yang dipimpin bersama antara Perdana Menteri (PM) Thailand Prayut Chan-o-cha, selaku ketua ASEAN, dan Moon, kedua pihak juga menyambut teks kesimpulan dari perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

ASEAN-Korsel sepakat bekerja sama untuk isu-isu luar biasa untuk menandatangani perjanjian itu pada 2020, menyebut akan menciptakan kesepakatan RCEP yang modern, komprehensif, berkualitas tinggi, dan saling menguntungkan.

Terakhir, RCEP ASEAN melibatkan 15 negara yaitu yaitu 10 anggota ASEAN dan lima mitra perdagangan mereka yaitu Tiongkok, Korsel, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.

"Korsel dan ASEAN akan bergerak menuju masyarakat inovatif dengan kesejahteraan yang 'win-win'. Kedua pihak juga sepakat bahwa perdagangan bebas adalah jalan menuju kemakmuran bersama di tengah berkembangnya kekhawatiran proteksionisme perdagangan di dunia terutama dari Amerika Serikat," kata Moon Jae-in.

Untuk meningkatkan konektivitas kawasan dalam memfasilitasi perdagangan lintas batas, ASEAN dan Korsel juga sepakat mengintensifkan dukungan keuangan dan teknis di ASEAN dalam infrastruktur berkelanjutan, inovasi digital, logistik, dan mobilitas orang seperti jalan, kereta, udara, laut, dan digital.

ASEAN adalah mitra perdagangan terbesar kedua Korsel dengan nilai perdagangan kedua pihak mencapai sekitar US$ 160 miliar (Rp 2.255 triliun) pada 2018. Sedangkan, Korsel adalah mitra perdagangan terbesar kelima untuk ASEAN.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gempa 6,4 M Guncang Albania, 23 Tewas

Sebanyak 23 orang tewas akibat tertimpa bangunan yang runtuh, setelah gempa bumi berkekuatan 6,4 magnitudo mengguncang Albania, Selasa (26/11/2019).

DUNIA | 27 November 2019

Menlu Minta Filipina Intensifkan Upaya Pembebasan 3 WNI dari Abu Sayyaf

Tiga WNI, Samiun Maneu (27), Maharuddin Lunani (48), dan Muhamad Farhan (27), asal Sulawesi diketahui diculik setelah video ketiganya tersebar di medsos.

DUNIA | 27 November 2019

SEA Games Banyak Dikeluhkan, Duterte Perintahkan Penyelidikan

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan penyelidikan terhadap masalah-masalah yang mengganggu status Filipina sebagai tuan rumah SEA Games 2019.

DUNIA | 27 November 2019

Jokowi Dorong Perdamaian di Semenanjung Korea

Tidak ada perdamaian jika tidak ada kesejahteraan dan kesejahteraan tidak mungkin tercapai jika tidak ada perdamaian.

DUNIA | 26 November 2019

Demo Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan Diwarnai Kekerasan

Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan diperingati dengan aksi unjuk rasa oleh kaum perempuan di berbagai negara, pada Senin (26/11/2019).

DUNIA | 26 November 2019

RI Berjuang Kembali Jadi Anggota Dewan Organisasi Maritim Internasional

Indonesia berjuang untuk mendapatkan salah satu kursi dari 20 kursi yang tersedia guna menjadi anggota Dewan IMO Kategori C periode 2020-2021.

DUNIA | 26 November 2019

Jokowi Sambut Tercapainya Deklarasi IK-CEPA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik tercapainya deklarasi bersama perundingan Indonesia Korea Comprehensif Economic Partnership Agreement (IK-CEPA).

DUNIA | 26 November 2019

Amnesty International: 143 Orang Terbunuh dalam Demonstrasi di Iran

Amnesty International untuk Timur Tengah, melaporkan sebanyak 143 orang tewas dalam aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Iran.

DUNIA | 26 November 2019

Tiongkok Tak Anggap Penting Kemenangan Pro-Demokrasi

Pemerintah Beijing tak peduli dan tidak menganggap penting kemenangan kelompok pro-demokrasi dalam Pemilu Dewan Distrik Hong Kong.

DUNIA | 26 November 2019

Iran Tuding AS Tunggangi Demo Kenaikan BBM

Pemimpin Garda Revolusi Iran, Hossein Salami, menuding Amerika Serikat (AS) menunggangi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

DUNIA | 26 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS