Telan 7 Kg Sampah Plastik, Seekor Rusa Thailand Mati
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Telan 7 Kg Sampah Plastik, Seekor Rusa Thailand Mati

Rabu, 27 November 2019 | 16:32 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / JAI

Bangkok, Beritasatu.com - Seekor rusa liar ditemukan mati di kawasan Taman Nasional Provinsi Nan, Thailand, setelah menelan 7 kilogram sampah plastik dan sampah lainnya, pada Selasa (26/11/2019).

Seorang pejabat pemerintah Thailand mengatakan kematian rusa tersebut meningkatkan alarm bahaya atas jumlah limbah plastik yang mengotori perairan dan hutan negara itu.

Thailand adalah salah satu konsumen plastik terbesar di dunia. Setidaknya warga Thailand menggunakan hingga 3.000 kantong plastik sekali pakai setiap tahun. Plastik itu digunakan untuk membungkus makanan jalanan, kopi yang dibawa pulang atau bahan makanan kemasan.

Hewan laut seperti kura-kura dan duyung telah mati di perairan yang tersumbat sampah. Hasil otopsi menemukan bahwa plastik di lapisan perut berkontribusi pada kematian binatang itu. Kini momok sampah plastik juga memengaruhi hewan-hewan Thailand di darat.

Para pejabat mengatakan seekor rusa berumur 10 tahun ditemukan tewas di taman nasional di provinsi Nan, sekitar 630 km sebelah utara ibu kota Bangkok.

“Hasil otopsi menemukan kantong plastik di perut, yang merupakan salah satu penyebab kematiannya,” kata Kriangsak Thanompun, Direktur Kawasan Lindung di Taman Nasional Khun Sathan.

Menurut foto yang disediakan oleh taman nasional, perut rusa berisi bubuk kopi, kemasan mi instan, kantong sampah, handuk, dan juga pakaian dalam.

Penemuan rusa itu terjadi beberapa bulan setelah anak duyung yang sakit dan menyita perhatian di Thailand saat berjuang untuk pemulihan. Tapi anak duyung itu akhirnya mati karena infeksi yang diperburuk oleh potongan-potongan plastik yang melapisi perutnya.

Kematian anak duyung bernama Mariam pada bulan Agustus itu secara luas diratapi di media sosial, menghidupkan kembali debat publik tentang kebutuhan mendesak Thailand untuk mengatasi kecanduan plastiknya.

“Kematian rusa liar adalah tragedi lain. Ini menunjukkan bahwa kita harus menganggap serius dan mengurangi plastik sekali pakai,” kata Kriangsak seraya menyerukan agar "produk ramah lingkungan" digunakan.

Beberapa pengecer besar, termasuk jaringan operator toko serba ada 7-Eleven, telah berjanji untuk berhenti membagikan kantong plastik sekali pakai, pada Januari 2020.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

ASEAN-Korsel Tolak Proteksionisme Perdagangan

ASEAN dan Korea Selatan sepakat menentang semua bentuk proteksionisme dan meningkatkan perdagangan demi kesejahteraan kawasan.

DUNIA | 27 November 2019

Gempa 6,4 M Guncang Albania, 23 Tewas

Sebanyak 23 orang tewas akibat tertimpa bangunan yang runtuh, setelah gempa bumi berkekuatan 6,4 magnitudo mengguncang Albania, Selasa (26/11/2019).

DUNIA | 27 November 2019

Menlu Minta Filipina Intensifkan Upaya Pembebasan 3 WNI dari Abu Sayyaf

Tiga WNI, Samiun Maneu (27), Maharuddin Lunani (48), dan Muhamad Farhan (27), asal Sulawesi diketahui diculik setelah video ketiganya tersebar di medsos.

DUNIA | 27 November 2019

SEA Games Banyak Dikeluhkan, Duterte Perintahkan Penyelidikan

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan penyelidikan terhadap masalah-masalah yang mengganggu status Filipina sebagai tuan rumah SEA Games 2019.

DUNIA | 27 November 2019

Jokowi Dorong Perdamaian di Semenanjung Korea

Tidak ada perdamaian jika tidak ada kesejahteraan dan kesejahteraan tidak mungkin tercapai jika tidak ada perdamaian.

DUNIA | 26 November 2019

Demo Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan Diwarnai Kekerasan

Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan diperingati dengan aksi unjuk rasa oleh kaum perempuan di berbagai negara, pada Senin (26/11/2019).

DUNIA | 26 November 2019

RI Berjuang Kembali Jadi Anggota Dewan Organisasi Maritim Internasional

Indonesia berjuang untuk mendapatkan salah satu kursi dari 20 kursi yang tersedia guna menjadi anggota Dewan IMO Kategori C periode 2020-2021.

DUNIA | 26 November 2019

Jokowi Sambut Tercapainya Deklarasi IK-CEPA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik tercapainya deklarasi bersama perundingan Indonesia Korea Comprehensif Economic Partnership Agreement (IK-CEPA).

DUNIA | 26 November 2019

Amnesty International: 143 Orang Terbunuh dalam Demonstrasi di Iran

Amnesty International untuk Timur Tengah, melaporkan sebanyak 143 orang tewas dalam aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Iran.

DUNIA | 26 November 2019

Tiongkok Tak Anggap Penting Kemenangan Pro-Demokrasi

Pemerintah Beijing tak peduli dan tidak menganggap penting kemenangan kelompok pro-demokrasi dalam Pemilu Dewan Distrik Hong Kong.

DUNIA | 26 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS