Inggris Akan Terima 42 Kontainer Sampah dari Malaysia
INDEX

BISNIS-27 426.538 (3.07)   |   COMPOSITE 4842.76 (35.5)   |   DBX 923.5 (2.38)   |   I-GRADE 127.867 (1.04)   |   IDX30 404.318 (2.96)   |   IDX80 105.647 (0.82)   |   IDXBUMN20 263.312 (3.35)   |   IDXG30 113.239 (0.82)   |   IDXHIDIV20 361.834 (2.43)   |   IDXQ30 118.461 (0.81)   |   IDXSMC-COM 206.934 (1.69)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (2.47)   |   IDXV30 99.778 (1.07)   |   INFOBANK15 760.318 (9.1)   |   Investor33 353.585 (2.91)   |   ISSI 142.238 (0.81)   |   JII 514.346 (1.94)   |   JII70 174.038 (1.21)   |   KOMPAS100 945.162 (8.75)   |   LQ45 740.002 (5.29)   |   MBX 1338.07 (10.71)   |   MNC36 264.409 (2.17)   |   PEFINDO25 251.635 (4.33)   |   SMInfra18 228.656 (1.01)   |   SRI-KEHATI 297.818 (2.31)   |  

Inggris Akan Terima 42 Kontainer Sampah dari Malaysia

Rabu, 27 November 2019 | 16:42 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAI

London, Beritasatu.com - Inggris akan menerima kembali 42 kontainer berisi sampah plastik yang dikirimkan secara ilegal ke Malaysia. Kontainer-kontainer yang tiba di Pelabuhan Penang antara Maret 2018-Maret 2019 itu, dinyatakan ilegal karena tidak sesuai dengan dokumen impor.

Lebih dari 300 kontainer berisi sampah plastik tertahan di Penang setelah tiba tanpa izin, namun 200 kontainer telah disetujui untuk dikembalikan ke negara asalnya.

Malaysia bersama pemerintah negara anggota ASEAN, antara lain Filipina, Thailand, dan Indonesia, telah sepakat memulangkan kembali sampah-sampah dari luar negeri yang telah dikirimkan menggunakan kontainer. Diduga sampah-sampah tersebut diselundupkan ke perbatasan negara-negara ASEAN untuk di daur ulang secara ilegal, dan menyebabkan pembakaran terbuka, serta penyebaran penyakit terkait dengan polusi air dan udara.

Menteri Energi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Malaysia, Yeo Bee Yin, menyebut tawaran Inggris untuk mengambil kembali sampah-sampah itu “sangat terpuji”.

Dalam pernyataan bersama dengan Komisi Tinggi Inggris, Yeo Bee Yin, mengatakan kerja sama itu menandai pengakuan bahwa polusi plastik adalah masalah global yang membutuhkan komitmen dari berbagai negara untuk mengatasi masalah tersebut.

“Kami berharap kerja sama dan saling pengertian antara Malaysia dan Inggris akan menjadi contoh bagi negara-negara lain dengan perusahaan-perusahaan yang mengekspor limbah plastik terkontaminasi ke negara-negara berkembang, kata Yeo Bee Yin.

Pada 2018, Malaysia menyatakan akan mengirimkan kembali sampah ke negara asalnya, serta meminta negara asal untuk membayar biaya pengirimannya kembali. Negara-negara Asia Tenggara menjadi tujuan utama dunia untuk sampah plastik setelah larangan impor sampah yang berdampak kepada tujuh juta ton sampah per tahun.

Dalam pernyataan senada, Komisioner Tinggi Inggris untuk Malaysia Charles Hay, mengatakan pemerintah Inggris berbagi keprihatinan sama dengan pemerintah Malaysia atas masalah sampah plastik.

“Pemulangan 42 kontainer sampah ini mencerminkan komitmen kami untuk melawan perdagangan sampah plastik ilegal. Kami berharap dapat bekerja dengan Malaysia dalam agenda lebih luas yaitu melestarikan lingkungan dan mengatasi perubahan iklim,” ujar Charles Hay.

Aliran sampah tiba-tiba ke dalam Malaysia menyebabkan munculnya puluhan pabrik daur ulang tanpa izin. Hal tersebut memicu keprihatinan lingkungan karena plastik berkualitas rendah dan terkontaminasi melewati pelabuhan Malaysia, yang tidak bisa didaur ulang, sehingga artinya berakhir di pembakaran atau dikubur.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Telan 7 Kg Sampah Plastik, Seekor Rusa Thailand Mati

Seekor rusa liar ditemukan mati di kawasan Taman Nasional Provinsi Nan, Thailand, setelah menelan 7 kilogram sampah plastik, pada Selasa (26/11/2019).

DUNIA | 27 November 2019

ASEAN-Korsel Tolak Proteksionisme Perdagangan

ASEAN dan Korea Selatan sepakat menentang semua bentuk proteksionisme dan meningkatkan perdagangan demi kesejahteraan kawasan.

DUNIA | 27 November 2019

Gempa 6,4 M Guncang Albania, 23 Tewas

Sebanyak 23 orang tewas akibat tertimpa bangunan yang runtuh, setelah gempa bumi berkekuatan 6,4 magnitudo mengguncang Albania, Selasa (26/11/2019).

DUNIA | 27 November 2019

Menlu Minta Filipina Intensifkan Upaya Pembebasan 3 WNI dari Abu Sayyaf

Tiga WNI, Samiun Maneu (27), Maharuddin Lunani (48), dan Muhamad Farhan (27), asal Sulawesi diketahui diculik setelah video ketiganya tersebar di medsos.

DUNIA | 27 November 2019

SEA Games Banyak Dikeluhkan, Duterte Perintahkan Penyelidikan

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan penyelidikan terhadap masalah-masalah yang mengganggu status Filipina sebagai tuan rumah SEA Games 2019.

DUNIA | 27 November 2019

Jokowi Dorong Perdamaian di Semenanjung Korea

Tidak ada perdamaian jika tidak ada kesejahteraan dan kesejahteraan tidak mungkin tercapai jika tidak ada perdamaian.

DUNIA | 26 November 2019

Demo Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan Diwarnai Kekerasan

Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan diperingati dengan aksi unjuk rasa oleh kaum perempuan di berbagai negara, pada Senin (26/11/2019).

DUNIA | 26 November 2019

RI Berjuang Kembali Jadi Anggota Dewan Organisasi Maritim Internasional

Indonesia berjuang untuk mendapatkan salah satu kursi dari 20 kursi yang tersedia guna menjadi anggota Dewan IMO Kategori C periode 2020-2021.

DUNIA | 26 November 2019

Jokowi Sambut Tercapainya Deklarasi IK-CEPA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik tercapainya deklarasi bersama perundingan Indonesia Korea Comprehensif Economic Partnership Agreement (IK-CEPA).

DUNIA | 26 November 2019

Amnesty International: 143 Orang Terbunuh dalam Demonstrasi di Iran

Amnesty International untuk Timur Tengah, melaporkan sebanyak 143 orang tewas dalam aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Iran.

DUNIA | 26 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS