Polisi Pulihkan Universitas Politeknik Hong Kong
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-5.02)   |   COMPOSITE 5783.33 (-34.9)   |   DBX 1064.04 (3.68)   |   I-GRADE 168.858 (-2.05)   |   IDX30 499.932 (-6.56)   |   IDX80 131.904 (-1.36)   |   IDXBUMN20 373.781 (-4.99)   |   IDXG30 136.463 (-1.34)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-4.33)   |   IDXQ30 146.101 (-1.65)   |   IDXSMC-COM 248.411 (0.53)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-0.33)   |   IDXV30 127.988 (-0.8)   |   INFOBANK15 983.467 (-7.16)   |   Investor33 429.105 (-4.78)   |   ISSI 169.797 (-1.13)   |   JII 620.069 (-8.87)   |   JII70 213.196 (-2.12)   |   KOMPAS100 1177.3 (-10.4)   |   LQ45 920.112 (-10.33)   |   MBX 1606.46 (-11.91)   |   MNC36 321.125 (-3.81)   |   PEFINDO25 316.867 (0.32)   |   SMInfra18 295.49 (-3.95)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-4.18)   |  

Polisi Pulihkan Universitas Politeknik Hong Kong

Kamis, 28 November 2019 | 17:34 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAI

Hong Kong, Beritasatu.com - Polisi Hong Kong mengirim tim untuk melakukan penyisiran dan memulihkan Universitas Politeknik Hong Kong (PolyU) yang menjadi basis demonstran pro-demokrasi pekan lalu. Langkah itu dilakukan setelah pemimpin PolyU menyatakan demonstran pro-demokrasi telah meninggalkan universitas tersebut.

Pada Kamis (28/11), polisi Hong Kong memasuki gedung PolyU yang menjadi pusat dari gerakan demonstrasi pro-demokrasi, pekan lalu. Mereka melakukan penyisiran dan membersihkan sampah-sampah yang ditinggalkan demonstran.

Polisi mengatakan, mereka melakukan penyisiran untuk memeriksa kalau-kalau ada senjata atau bom molotov yang ditinggalkan para demonstran.

Pada 17 November 2019, bentrokan terjadi antara polisi anti huru-hara dan demonstran di kampus PolyU, dimana demonstran menggunakan senjata panah dan bom molotov.

“Tujuan utama kami adalah mengembalikan keamanan kampus dan membuka kembali kampus secepatnya,” kata Komandan Distrik Yau Tsim, Ho Yun-sing.

Ho Yun-sing berbicara beberapa jam setelah pemimpinan universitas meminta polisi melepaskan tali pengikat di sekitar menara bata merah kampus dan meminta pemerintah membantu untuk membuang bahan-bahan berbahaya termasuk bom-bom bensin dan senjata penyerang lainnya.

“Univeristas menyarankan polisi perlu untuk melakukan pencarian, tapi setelah memindahkan penjagaan di kampus kita secepatnya,” bunyi pernyataan PolyU.

Lokasi di dalam kampus terlihat seperti medan pertempuran, yang dipenuhi puing-puing, barikade, dan sampah sisa makanan dan minuman.

Tim kepolisian yang memasuki gedung PolyU mengaku mencium bau makanan busuk dari kantin, dan menemukan tumpukan sampah. Di dinding-dinding kampus juga banyak terdapat tulisan yang berisi pesan menantang otoritas Hong Kong dan Pemerintah Tiongkok.

Kekhawatiran utama bagi otoritas universitas adalah vandalisme yang meluas kepada laboratorim-laboratorium PolyU dengan potensi hilangkan bahan-bahan kimia.

Warga Hong Kong telah menggelar aksi protes yang melibatkan sejumlah besar orang selama hampir enam bulan berturut-turut. Demonstrasi itu didorong kekhawatiran Tiongkok akan merebut kebebasan dari wilayah otonom tersebut. Kekerasan meningkat karena Beijing dan pimpinan Hong Kong menolak kesepakatan dengan warganya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Trump Tandatangani UU Dukung Pro-Demokrasi Hong Kong

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menandatangani dua Rancangan Undang-Undang (RUU) yang mendukung gerakan pro-demokrasi Hong Kong.

DUNIA | 28 November 2019

Gempa Albania, 2.500 Jiwa Kehilangan Rumah

Sebanyak 2.500 warga kehilangan rumah akibat gempa berkekuatan 6,4 magnitudo yang mengguncang Albania, pada Selasa (26/11/2019).

DUNIA | 28 November 2019

Demonstrasi Tolak Kenaikan BBM di Iran, 731 Bank Dibakar

Demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Iran sejak 15 November 2019, telah membuat 731 bank dan 140 kantor pemerintah dibakar.

DUNIA | 28 November 2019

London Cabut Izin Operasi Uber

Perusahaan jasa transportasi daring, Uber tidak akan diberikan lisensi baru untuk beroperasi di London, Inggris.

DUNIA | 28 November 2019

14 Jam Terkubur, Seorang Korban Gempa di Albania Ditemukan Hidup

Seorang perempuan dievakuasi hidup-hidup, setelah 14 jam terkubur di bawah puing bangunan enam lantai, yang runtuh akibat gempa di Albania, Selasa (26/11/2019).

DUNIA | 27 November 2019

Inggris Akan Terima 42 Kontainer Sampah dari Malaysia

Inggris akan menerima kembali 42 kontainer berisi sampah plastik yang dikirimkan secara ilegal ke Malaysia.

DUNIA | 27 November 2019

Telan 7 Kg Sampah Plastik, Seekor Rusa Thailand Mati

Seekor rusa liar ditemukan mati di kawasan Taman Nasional Provinsi Nan, Thailand, setelah menelan 7 kilogram sampah plastik, pada Selasa (26/11/2019).

DUNIA | 27 November 2019

ASEAN-Korsel Tolak Proteksionisme Perdagangan

ASEAN dan Korea Selatan sepakat menentang semua bentuk proteksionisme dan meningkatkan perdagangan demi kesejahteraan kawasan.

DUNIA | 27 November 2019

Gempa 6,4 M Guncang Albania, 23 Tewas

Sebanyak 23 orang tewas akibat tertimpa bangunan yang runtuh, setelah gempa bumi berkekuatan 6,4 magnitudo mengguncang Albania, Selasa (26/11/2019).

DUNIA | 27 November 2019

Menlu Minta Filipina Intensifkan Upaya Pembebasan 3 WNI dari Abu Sayyaf

Tiga WNI, Samiun Maneu (27), Maharuddin Lunani (48), dan Muhamad Farhan (27), asal Sulawesi diketahui diculik setelah video ketiganya tersebar di medsos.

DUNIA | 27 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS