DPR AS Peringatkan Trump Jangan Komplain
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-5.02)   |   COMPOSITE 5783.33 (-34.9)   |   DBX 1064.04 (3.68)   |   I-GRADE 168.858 (-2.05)   |   IDX30 499.932 (-6.56)   |   IDX80 131.904 (-1.36)   |   IDXBUMN20 373.781 (-4.99)   |   IDXG30 136.463 (-1.34)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-4.33)   |   IDXQ30 146.101 (-1.65)   |   IDXSMC-COM 248.411 (0.53)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-0.33)   |   IDXV30 127.988 (-0.8)   |   INFOBANK15 983.467 (-7.16)   |   Investor33 429.105 (-4.78)   |   ISSI 169.797 (-1.13)   |   JII 620.069 (-8.87)   |   JII70 213.196 (-2.12)   |   KOMPAS100 1177.3 (-10.4)   |   LQ45 920.112 (-10.33)   |   MBX 1606.46 (-11.91)   |   MNC36 321.125 (-3.81)   |   PEFINDO25 316.867 (0.32)   |   SMInfra18 295.49 (-3.95)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-4.18)   |  

Sidang Penyelidikan Pemakzulan

DPR AS Peringatkan Trump Jangan Komplain

Kamis, 28 November 2019 | 17:47 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Washington, Beritasatu.com - DPR Amerika Serikat (AS) memperingatkan Presiden Donald Trump, agar tidak komplain, jika menolak menghadiri sidang penyelidikan pemakzulan terhadapnya.

DPR AS telah mengundang Donald Trump untuk menghadiri sidang penyelidikan pemakzulan, pada 4 Desember 2019.

“Presiden dapat menghadiri (sidang penyelidikan pemakzulan, Red) atau berhenti mengeluh tentang prosesnya. Jika presiden hadir, dia dapat menanyai saksi,” kata Ketua Komite Kehakiman DPR AS, Jerrold Nadler, di Capitol Hill, Washington, Rabu (27/1/2019).

Menurut Jerrold Nadler, dia telah menulis surat undangan kepada Donald Trump untuk menghadiri sidang pada pekan pertama Desember 2019.

Hal itu, lanjut Jerrold Nadler, merupakan kesempatan bagi Donald Trump untuk menanyai para saksi yang akan diperiksa Komite Kehakiman, terkait dengan penyelidikan pemakzulan terhadapnya.

"Pada dasarnya, presiden memiliki pilihan untuk dibuat. Dia bisa mengambil kesempatan ini untuk diwakili dalam sidang pemakzulan. Saya berharap dia memilih untuk berpartisipasi dalam penyelidikan, secara langsung atau melalui penasihat hukum, seperti yang dilakukan oleh presiden lain sebelumnya," ujar Jerrold Nadler.

Dalam suratnya kepada presiden, Jerrold Nadler menjelaskan bahwa sidang akan menjadi kesempatan untuk membahas dasar historis dan konstitusional untuk pemakzulan.

"Kami juga akan membahas apakah dugaan tindakan Anda menuntut DPR menggunakan wewenangnya untuk mengadopsi pasal-pasal impeachment," kata Jerrold Nadler.

Proses penyelidikan pemakzulan terhadap Donald Trump kini telah memasuki tahap penyidikan di Komite Kehakiman, setelah Komite Intelijen DPR AS menyelesaikan sidang terbuka untuk publik, pada pekan lalu.

DPR AS menggelar penyelidikan pemakzulan terhadap Donald Trump, terkait skandal pembicaraan telepon antara Donald Trump dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, pada Juli 2019.

Dalam pembicaraan tersebut, Donald Trump, meminta Volodymyr Zelensky, untuk membantu membuka penyelidikan terhadap Hunter Biden, putra dari mantan Wakil Presiden AS, Joe Biden, yang menjadi direksi salah satu perusahaan gas di Ukraina. Volodymyr Zelensky juga diminta menyelidiki keterkaitan Joe Biden dengan perusahaan tersebut.

DPR AS menuding Donald Trump telah melakukan penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan politik pribadi, karena Joe Biden merupakan salah satu calon presiden dari Partai Demokrat yang disebut-sebut akan menjadi lawan tangguh Donald Trump di Pemilihan Presiden AS Tahun 2020.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polisi Pulihkan Universitas Politeknik Hong Kong

Polisi Hong Kong mengirim tim untuk melakukan pembersihan di Universitas Politeknik Hong Kong (PolyU) yang menjadi basis demonstran pro-demokrasi pekan lalu.

DUNIA | 28 November 2019

Trump Tandatangani UU Dukung Pro-Demokrasi Hong Kong

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menandatangani dua Rancangan Undang-Undang (RUU) yang mendukung gerakan pro-demokrasi Hong Kong.

DUNIA | 28 November 2019

Gempa Albania, 2.500 Jiwa Kehilangan Rumah

Sebanyak 2.500 warga kehilangan rumah akibat gempa berkekuatan 6,4 magnitudo yang mengguncang Albania, pada Selasa (26/11/2019).

DUNIA | 28 November 2019

Demonstrasi Tolak Kenaikan BBM di Iran, 731 Bank Dibakar

Demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Iran sejak 15 November 2019, telah membuat 731 bank dan 140 kantor pemerintah dibakar.

DUNIA | 28 November 2019

London Cabut Izin Operasi Uber

Perusahaan jasa transportasi daring, Uber tidak akan diberikan lisensi baru untuk beroperasi di London, Inggris.

DUNIA | 28 November 2019

14 Jam Terkubur, Seorang Korban Gempa di Albania Ditemukan Hidup

Seorang perempuan dievakuasi hidup-hidup, setelah 14 jam terkubur di bawah puing bangunan enam lantai, yang runtuh akibat gempa di Albania, Selasa (26/11/2019).

DUNIA | 27 November 2019

Inggris Akan Terima 42 Kontainer Sampah dari Malaysia

Inggris akan menerima kembali 42 kontainer berisi sampah plastik yang dikirimkan secara ilegal ke Malaysia.

DUNIA | 27 November 2019

Telan 7 Kg Sampah Plastik, Seekor Rusa Thailand Mati

Seekor rusa liar ditemukan mati di kawasan Taman Nasional Provinsi Nan, Thailand, setelah menelan 7 kilogram sampah plastik, pada Selasa (26/11/2019).

DUNIA | 27 November 2019

ASEAN-Korsel Tolak Proteksionisme Perdagangan

ASEAN dan Korea Selatan sepakat menentang semua bentuk proteksionisme dan meningkatkan perdagangan demi kesejahteraan kawasan.

DUNIA | 27 November 2019

Gempa 6,4 M Guncang Albania, 23 Tewas

Sebanyak 23 orang tewas akibat tertimpa bangunan yang runtuh, setelah gempa bumi berkekuatan 6,4 magnitudo mengguncang Albania, Selasa (26/11/2019).

DUNIA | 27 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS