Disindir Pakar Hukum, Melania Trump Bela Putranya
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Disindir Pakar Hukum, Melania Trump Bela Putranya

Kamis, 5 Desember 2019 | 15:04 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Washington, Beritasatu.com - Ibu Negara Amerika Serikat (AS), Melania Trump, membuat cuitan yang membela dan melindungi putranya, Barron Trump (13), karena disindir seorang pakar hukum konstitusi, saat bersaksi di DPR AS, Rabu (4/12/2019).

DPR AS menghadirkan tiga pakar hukum konstitusi dalam sidang penyelidikan pemakzulan Presiden Donald Trump, di Capitol Hill, Washington, Rabu (4/12/2019).

Keempat pakar tersebut adalah Prof. Noah Feldman dari Universitas Harvard, Prof. Pamela Karlan dari Universitas Stanford, Prof. Michael Gerhardt dari Universitas North Carolina, dan Prof. Jonathan Turley dari Universitas George Washington.

Dalam pernyataannya, Pamela Karlan, mengatakan bahwa konstitusi AS tidak mengenal istilah gelar bangsawan, dan kekuatan petinggi negara untuk kebal terhadap hukum.

Terkait dengan itu, setiap pejabat negara termasuk Presiden AS sekalipun, tidak dapat bertindak sesuai keinginan, atau menggunakan kekuasaan untuk kepentingan politik, tanpa mengacu pada aturan yang digariskan dalam konstitusi.

Pamela Karlan membandingkan gaya pemerintahan sistem kepresidenan dan kerajaan, yang berbeda, sehingga segala titah presiden tak serta merta berlaku seperti titah raja.

“Jadi sementara presiden bisa memberi nama putranya Barron, hal itu tidak serta merta menjadikannya Barron (merujuk gelar bangsawan di Kerajaan Inggris, Red),” ujar Pamela Karlan.

Menanggapi pernyataan Pamela Karlan, Melania Trump tidak tinggal diam. Dia langsung membuat cuitan dengan menyebut Pamela Karlan seharusnya malu karena telah berlaku bias saat memberi kesaksian tentang penilaian hukum terkait penyelidikan pemakzulan suaminya, Donald Trump.

Tak hanya itu, Melania juga mengecam Pamela Karlan karena mengungkit-ungkit anaknya, Barron Trump, yang tidak memiliki keterkaitan dengan kasus yang sedang dihadapi Donald Trump.

“Seorang anak kecil layak mendapatkan privasi dan harus dijauhkan dari politik. Pamela Karlan, Anda harus malu dengan pandangan publik Anda yang jelas-jelas bias dan memanfaatkan seorang anak,” ujar Melania.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Digosipin, Trump Sindir Balik Pemimpin NATO

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyindir balik para pemimpin negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang menggosipkannya.

DUNIA | 5 Desember 2019

Topan Kammuri Terjang Filipina, 17 Tewas

Jumlah korban tewas akibat Topan Kammuri di Filipina, meningkat menjadi 17 orang, pada Rabu (4/12/2019).

DUNIA | 5 Desember 2019

Tiga Pakar Hukum Konstitusi Sebut Trump Layak Dimakzulkan

Tiga dari empat pakar hukum yang dipanggil DPR Amerika Serikat (AS) untuk menjadi saksi ahli menyebut Presiden Donald Trump layak dimakzulkan.

DUNIA | 5 Desember 2019

Palang Merah Internasional Kekurangan Bantuan untuk Venezuela

Palang Merah Internasional, Senin (2/12/2019), mengumumkan mengalami kekurangan bantuan kemanusiaan di Venezuela.

DUNIA | 5 Desember 2019

NATO: Waspadai Ancaman Tiongkok

Setelah 70 tahun memusatkan perhatian untuk menghadapi Rusia, kini Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memperluas pandangannya kepada tantangan dari Tiongkok

DUNIA | 5 Desember 2019

Pencucian Uang Global, Europol Tangkap 228 Orang

Polisi Eropa (Europol) menangkap 228 orang di 31 negara dalam tiga bulan terakhir, terkait kasus pencucian uang global.

DUNIA | 5 Desember 2019

The Straits Times Nobatkan Jokowi Sebagai Asian of the Year 2019

Presiden Jokowi adalah figur berpenampilan sederhana.

DUNIA | 5 Desember 2019

Berpisah 20 Tahun, Ibu dan Wartawan Palestina Bertemu di Mesir

Di setiap situasi, kita membutuhkan seorang ibu.

DUNIA | 5 Desember 2019

Dalam 24 Jam, 127 Kasus Pembunuhan di Meksiko

Pertempuran melawan kejahatan narkoba di Meksiko berubah menjadi mematikan. Dalam 24 jam, ada 127 kasus pembunuhan yang terjadi di Meksiko.

DUNIA | 4 Desember 2019

Indonesia Ajukan Isu Laut dalam Konferensi Perubahan Iklim

Indonesia akan mengajukan isu laut dan kaitannya dengan iklim dalam konferensi perubahan iklim Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atau Conference of Parties (COP)

DUNIA | 4 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS